Ruang ini khusus bagi yang
ingin mencurahkan permasalahannya dalam
hidupnya dan juga CINTA . Jangan pendam
masalah kamu, lebih baik berbagi disini...
ceritakan masalah kamu...
semoga kami dapat membantu masalah kamu...jangan sungkan untuk berbagi karena kamu adalah teman kami.. :)
Rabu, 21 Desember 2011
"Kisah Gadis Yang Ingin Kaya"
Sebut saja namanya andin. Andin adalah gadis lugu yang memiliki wajah cantik asli indonesia. Tubuhnya yang tinggi dan dibalut kulit yang putih membuat semua laki-laki disekolahnya tergila-gila. Banyak yang sudah mengungkapkan perasaannya kepada andin, tapi andin menolaknya.
Pada saat matahari mulai hilang dari tatapan mata, terlihat sebuah mobil mewah di sebuah tempat tangringan anak muda. Mobil itu adalah milik jodi, seorang anak laki-laki yang kira-kira berusia 20 tahunan. Wajahnya tampan dan postur tubuhnya atletis. Saat jodi sedang asyik ngobrol dengan temannya, lewat didepannya seorang gadis cantik yang membuat mata tak berkedip. Jodi pun langsung menghampiri gadis itu, hai boleh kenalan ga?tanya jodi. Lalu si gadis hanya tersenyum dan jalan begitu saja seakan tak mendengarkan jodi. Namun jodi tak putus asa, jodi mengikuti gadis itu dengan diam-diam.
Esok harinya disekolah, andin mengalami [...]
hari-hari seperti biasanya. Selalu dikelilingi oleh banyak laki-laki. Ada yang rela menghabiskan uangnya hanya untuk mentraktir teman-teman andin, dan ada yang rela diam disebelah andin walau hanya sebagai tukang kipasnya andin.
Saat bel pulang berbunyi, andin melangkahkan kakinya keluar pagar sekolah. Banyak ajakan cowok yang diolak andin untuk pulang bareng. Namun sebuah mobil mewah berhenti di sebelah andin. Saat andin melihat ke arah mobil, ternyata pengemudinya adalah cowok yang ingin berkenalan dengan andin kemarin. Andin langsung naik ke mobil. Seluruh cowok yang melhat hal itu terheran-heran , bingung mengapa andin mau menerima ajakan orang yang belum dikenalnya.
Saat di mobil, andin bercerita dengan jodi seakan mereka telah berteman lama. Hari demi hari berlalu,
kini saat pulang, andin selalu besama jodi. Kelakuan andin sedikit demi sedikit berubah. Andin sering pulang telat karena mampir ke mal dan tempat tongkrongan jodi. Andin merasa bahagia bila jalan dengan jodi, lantaran apa yang diinginkan oleh andin selalu dipenhi oleh jodi.
Sampailah pada suatu sore, saat andin dan jodi sedang jalan di sebuah mall. Jodi mengungkapkan perasaannya terhadap andin, tanpa basa-basi andin langsung menerima jodi sebagai pacarnya. Sungguh perkenalan yang singkat. Hari-hari dilalui oleh andin selalu bersama jodi. Sudah hampir 1 tahun mereka menjalani hubungan asmara. Namun pada suatu hari tepatnya bulan september yang bertepatan 1 tahun jadian mereka, jodi mendadak berubah. Jodi bertanya pada andin apakah andin masih mau menerima jodi dalam keadaann seperti ini?. Andinpun bingung, dan bertanya kenapa. Jodi menjawab saat ini ia bukan lagi seorang anak orang kaya, seluruh harta kekayaan keluarganya telah disita oleh negara karena ayahnya ketahuan melakukan praktek korupsi. Andinpun terkejut mendengar jodi. Andin yang telah tebiasa hidup dengan keroyalan jodi belum siap untuk menerima jodi apa adanya. Namun andin menjawab ke jodi tentu saja aku masih sayang kamu.
Namun kenyataan berjalan lain, telephone dari jodi tak pernah diangkat oleh andin. Saat jodi ke rumah andin karena sangat kangennya, andin bersembunyi di rumahnya dan tak mau menemui jodi. Jodi pun putus asa, dan mengerti bagaimana andin sebenarnya.
Beberapa hari kemudian saat angin bertiup lembut dan lembayung semakin indah di langit bumi, jodi yang sedang gundah berjalan tanpa tujuan yang pasti. Jodi sangat terkejut saat melihat orang yang disayang nya sedang duduk mesra bersama cowok lain, padahal dia belum putus dengan jodi. Jodipun menghampiri andin, namun diluar dugaan jodi, saat ia bertanya pada andin mengapa kamu selingkuh?andinpun langsung mengecup bibir cowok yang sedang bersamanya. Jodi tak dapat berbicara, hanya air mata yang mengalir dari mata dan jatuh perlahan ke tanah. Kenapa kamu jodi?tanya andin seakan tak bersalah. Ou jadi begini kamu sebenarnya?kamu pasti akan mendapatkan balasannya…kata jodi dengan nada marah dan suara terisak-isak. Ayo sayang ntar malem kita pergi ke em..(nama sebuah tempat clubbing di kota itu) kata cowok yang bersama andin.
Saat malam tiba, jodi teingat kata-kata cowok yang bersama andin. Jodi pun langsung ke em…terang saja saat didalam em, jodi melihat andin bersama cowok itu sambil berciuman dan berpelukan dengan mesranya. Jodi pun langsung menghampiri andin. Mengapa kamu seperti ini?apa kamu sudah melupakan semua kenangan kita?. Andin menjawab sambil tersenyum-senyum (karena mabuk), aku udah ga suka ama kamu jodi, mendingan ama roy, dia tajir ga kaya kamu kere, aku mau jadi orang kaya jodi, roy ini pengusaha muda…hahahaha…Jodi terdiam mendengar kata-kata andin. Tak ada sepatah kata yang bisa diungkapkan jodi. Jodi pun melangkahkan kakinya meniggalkan andin yang sedang sibuk berciuman dengan cowok yang bernama roy.
Hari berganti hari, sedikit demi sedikit jodi bisa melupakan andin, walaupun terkadang ia menesteskan air matanya apabila terkenang tentang andin. Sampai suatu hari saat , seorang teman jodi berlari ke arah jodi sambil membawa sebuah surat kabar. Jodi!!!lihat ini,,,,,ada apa tanya jodi. Ini lihat , ini pacar kamu andin. Ah aku ga mau tahu lagi tentang dia . Jodi kamu jangan gitu kta teman jodi memaksa. Aku udah ga mau kenal atau mengingat dia. Jodi!!!teriak teman jodi. Sudah ah,,kata jodi sambil menginggalkan temannya.Teman jodi lalu berteriak kepada jodi, JODI!!!kamu harus peduli…karena ini adalah berita terakhir tentang dia, Andin meninggal!!!!. Jodi pun berhenti melangkah dan berlari ke arah temannya itu, ia merebut surat kabar yang ada pada temannya. “DITEMUKAN MAYAT TANPA BUSANA DI SEBUAH HOTEL, DIPERKIRAKAN KOBAN PEMERKOSAAN OLEH BEBERAPA ORANG PRIA…”,begitu tulisan headline pada surat kabar itu, yang mengindifikasi nama korban adalah andin dan bertempat tinggal di,….(kota andin dan jodi)…jodi pun berkata sambil terseyum kecil dan mata yang berlinang…kamu sudah dapat yang aku inginkan….jodi lalu berjalan meninggalkan temannya dengan snyum kecil di wajahnya.
the end..
Pada saat matahari mulai hilang dari tatapan mata, terlihat sebuah mobil mewah di sebuah tempat tangringan anak muda. Mobil itu adalah milik jodi, seorang anak laki-laki yang kira-kira berusia 20 tahunan. Wajahnya tampan dan postur tubuhnya atletis. Saat jodi sedang asyik ngobrol dengan temannya, lewat didepannya seorang gadis cantik yang membuat mata tak berkedip. Jodi pun langsung menghampiri gadis itu, hai boleh kenalan ga?tanya jodi. Lalu si gadis hanya tersenyum dan jalan begitu saja seakan tak mendengarkan jodi. Namun jodi tak putus asa, jodi mengikuti gadis itu dengan diam-diam.
Esok harinya disekolah, andin mengalami [...]
hari-hari seperti biasanya. Selalu dikelilingi oleh banyak laki-laki. Ada yang rela menghabiskan uangnya hanya untuk mentraktir teman-teman andin, dan ada yang rela diam disebelah andin walau hanya sebagai tukang kipasnya andin.
Saat bel pulang berbunyi, andin melangkahkan kakinya keluar pagar sekolah. Banyak ajakan cowok yang diolak andin untuk pulang bareng. Namun sebuah mobil mewah berhenti di sebelah andin. Saat andin melihat ke arah mobil, ternyata pengemudinya adalah cowok yang ingin berkenalan dengan andin kemarin. Andin langsung naik ke mobil. Seluruh cowok yang melhat hal itu terheran-heran , bingung mengapa andin mau menerima ajakan orang yang belum dikenalnya.
Saat di mobil, andin bercerita dengan jodi seakan mereka telah berteman lama. Hari demi hari berlalu,
kini saat pulang, andin selalu besama jodi. Kelakuan andin sedikit demi sedikit berubah. Andin sering pulang telat karena mampir ke mal dan tempat tongkrongan jodi. Andin merasa bahagia bila jalan dengan jodi, lantaran apa yang diinginkan oleh andin selalu dipenhi oleh jodi.
Sampailah pada suatu sore, saat andin dan jodi sedang jalan di sebuah mall. Jodi mengungkapkan perasaannya terhadap andin, tanpa basa-basi andin langsung menerima jodi sebagai pacarnya. Sungguh perkenalan yang singkat. Hari-hari dilalui oleh andin selalu bersama jodi. Sudah hampir 1 tahun mereka menjalani hubungan asmara. Namun pada suatu hari tepatnya bulan september yang bertepatan 1 tahun jadian mereka, jodi mendadak berubah. Jodi bertanya pada andin apakah andin masih mau menerima jodi dalam keadaann seperti ini?. Andinpun bingung, dan bertanya kenapa. Jodi menjawab saat ini ia bukan lagi seorang anak orang kaya, seluruh harta kekayaan keluarganya telah disita oleh negara karena ayahnya ketahuan melakukan praktek korupsi. Andinpun terkejut mendengar jodi. Andin yang telah tebiasa hidup dengan keroyalan jodi belum siap untuk menerima jodi apa adanya. Namun andin menjawab ke jodi tentu saja aku masih sayang kamu.
Namun kenyataan berjalan lain, telephone dari jodi tak pernah diangkat oleh andin. Saat jodi ke rumah andin karena sangat kangennya, andin bersembunyi di rumahnya dan tak mau menemui jodi. Jodi pun putus asa, dan mengerti bagaimana andin sebenarnya.
Beberapa hari kemudian saat angin bertiup lembut dan lembayung semakin indah di langit bumi, jodi yang sedang gundah berjalan tanpa tujuan yang pasti. Jodi sangat terkejut saat melihat orang yang disayang nya sedang duduk mesra bersama cowok lain, padahal dia belum putus dengan jodi. Jodipun menghampiri andin, namun diluar dugaan jodi, saat ia bertanya pada andin mengapa kamu selingkuh?andinpun langsung mengecup bibir cowok yang sedang bersamanya. Jodi tak dapat berbicara, hanya air mata yang mengalir dari mata dan jatuh perlahan ke tanah. Kenapa kamu jodi?tanya andin seakan tak bersalah. Ou jadi begini kamu sebenarnya?kamu pasti akan mendapatkan balasannya…kata jodi dengan nada marah dan suara terisak-isak. Ayo sayang ntar malem kita pergi ke em..(nama sebuah tempat clubbing di kota itu) kata cowok yang bersama andin.
Saat malam tiba, jodi teingat kata-kata cowok yang bersama andin. Jodi pun langsung ke em…terang saja saat didalam em, jodi melihat andin bersama cowok itu sambil berciuman dan berpelukan dengan mesranya. Jodi pun langsung menghampiri andin. Mengapa kamu seperti ini?apa kamu sudah melupakan semua kenangan kita?. Andin menjawab sambil tersenyum-senyum (karena mabuk), aku udah ga suka ama kamu jodi, mendingan ama roy, dia tajir ga kaya kamu kere, aku mau jadi orang kaya jodi, roy ini pengusaha muda…hahahaha…Jodi terdiam mendengar kata-kata andin. Tak ada sepatah kata yang bisa diungkapkan jodi. Jodi pun melangkahkan kakinya meniggalkan andin yang sedang sibuk berciuman dengan cowok yang bernama roy.
Hari berganti hari, sedikit demi sedikit jodi bisa melupakan andin, walaupun terkadang ia menesteskan air matanya apabila terkenang tentang andin. Sampai suatu hari saat , seorang teman jodi berlari ke arah jodi sambil membawa sebuah surat kabar. Jodi!!!lihat ini,,,,,ada apa tanya jodi. Ini lihat , ini pacar kamu andin. Ah aku ga mau tahu lagi tentang dia . Jodi kamu jangan gitu kta teman jodi memaksa. Aku udah ga mau kenal atau mengingat dia. Jodi!!!teriak teman jodi. Sudah ah,,kata jodi sambil menginggalkan temannya.Teman jodi lalu berteriak kepada jodi, JODI!!!kamu harus peduli…karena ini adalah berita terakhir tentang dia, Andin meninggal!!!!. Jodi pun berhenti melangkah dan berlari ke arah temannya itu, ia merebut surat kabar yang ada pada temannya. “DITEMUKAN MAYAT TANPA BUSANA DI SEBUAH HOTEL, DIPERKIRAKAN KOBAN PEMERKOSAAN OLEH BEBERAPA ORANG PRIA…”,begitu tulisan headline pada surat kabar itu, yang mengindifikasi nama korban adalah andin dan bertempat tinggal di,….(kota andin dan jodi)…jodi pun berkata sambil terseyum kecil dan mata yang berlinang…kamu sudah dapat yang aku inginkan….jodi lalu berjalan meninggalkan temannya dengan snyum kecil di wajahnya.
the end..
"Romantic Love"
I met Ryan at a Church camp my grandparents had set up for my brother and I to go to and I wasn't too thrilled about being away from my parents for 4 days and 3 nights as an 8 year old... Well when I got to camp there were a bunch of kids that were older than me and then finally I met this girl Lacey... She had been going there for 2 years at that point and she introduced me to this boy (Ryan). He looked like this total goofball! Dark, thick rimmed glasses, tall and a major "dork" as I put it back in the day. Lacey kept saying "You two are so cute! Date him, date him!" "No way!", I thought. But after the church service one evening I had been crying out on the swings and Ryan came and sat in the swing next to me, just telling me that if I needed someone to talk to that he'd be there for me; I just kind of brushed it off. But then rumors around camp started that Ryan and I were boyfriend and girlfriend! I was humiliated! I didn't know what to do! But then the next day we were all playing on the slip n slide and Ryan and his brother (Tyler, who's my age), picked me up and threw me in the swimming pool. I was soo upset! I hit him a couple of times and that was right around the time that Lacey told me he was flirting with me. It had NEVER crossed my mind.
Well on the last day of camp we all exchanged emails and Lacey began 'dating' Tyler and I had began to 'date' Ryan. He sent me letters in the mail saying he loved me and then a necklace arrived in the mail for me. It was my birth stone!!! How CUTE! Anyhow, Ryan and I started to quit talking gradually. Tyler and Lacey broke up; and Tyler came after me the following year at camp. We 'dated' and I thought he was SOO cute and totally nice.. Until he just quit replying to my letters and emails. I gave up and moved on. When I turned 15 years old, I found Tyler's email address and was curious to see if it still worked. IT DID! He and I began talking.. Or so I thought. The whole time it was Ryan talking to me and at that time I had a boyfriend and he knew I did. But I began to really like him, but I would NEVER tell him that because I had a boyfriend and I didn't know how he felt. Well then I began singing in statewide talent competitons and he showed up at my house before one of them and I was dressed really cute and he was just drop dead gorgeous! I flirted with him and he flirted back! Little did I know, that when Lacey and I were 8 years old...SHE KNEW WHAT SHE WAS TALKING ABOUT! We would have been a completely CUTE couple. After that he came down all the time. Sent me flowers, even when my boyfriend was around and he just tried really hard to get my attention. I broke up with my boyfriend and since Ryan never told me how he felt I just took it as he was trying to make my boyfriend jealous. So I dated another guy. Well this guy and I were on a sort of "dating break" and I called Ryan while I was at a bowling alley and he showed up and right as my friends and I were leaving, I had gotten out the first set of doors and the minute I put my hand on the door to leave, he grabbed me and spun me around and planted a totally hot kiss right on my lips! I was in awe! I couldn't say anything but "Uhm... Bye"... When i got in the car, that was all I could talk about! He and I started dating on December 18th of 2006 and we're still going strong! Who would have known my 8 year old, BEST FRIEND, knew exactly what she was talking
the end...
Well on the last day of camp we all exchanged emails and Lacey began 'dating' Tyler and I had began to 'date' Ryan. He sent me letters in the mail saying he loved me and then a necklace arrived in the mail for me. It was my birth stone!!! How CUTE! Anyhow, Ryan and I started to quit talking gradually. Tyler and Lacey broke up; and Tyler came after me the following year at camp. We 'dated' and I thought he was SOO cute and totally nice.. Until he just quit replying to my letters and emails. I gave up and moved on. When I turned 15 years old, I found Tyler's email address and was curious to see if it still worked. IT DID! He and I began talking.. Or so I thought. The whole time it was Ryan talking to me and at that time I had a boyfriend and he knew I did. But I began to really like him, but I would NEVER tell him that because I had a boyfriend and I didn't know how he felt. Well then I began singing in statewide talent competitons and he showed up at my house before one of them and I was dressed really cute and he was just drop dead gorgeous! I flirted with him and he flirted back! Little did I know, that when Lacey and I were 8 years old...SHE KNEW WHAT SHE WAS TALKING ABOUT! We would have been a completely CUTE couple. After that he came down all the time. Sent me flowers, even when my boyfriend was around and he just tried really hard to get my attention. I broke up with my boyfriend and since Ryan never told me how he felt I just took it as he was trying to make my boyfriend jealous. So I dated another guy. Well this guy and I were on a sort of "dating break" and I called Ryan while I was at a bowling alley and he showed up and right as my friends and I were leaving, I had gotten out the first set of doors and the minute I put my hand on the door to leave, he grabbed me and spun me around and planted a totally hot kiss right on my lips! I was in awe! I couldn't say anything but "Uhm... Bye"... When i got in the car, that was all I could talk about! He and I started dating on December 18th of 2006 and we're still going strong! Who would have known my 8 year old, BEST FRIEND, knew exactly what she was talking
the end...
"Akhirnya Dia Milikku"
“Akhirnya aku lulus SMP dan hendak memasuki bangku SMA aku sangat bahagia” Ucap Tere menerima laporan kelulusannya.
Edu dan Gina sahabat Tere pun tak kalah gembiranya. Mereka berencana untuk mendaftarkan diri mereka ke salah satu SMA yang cukup terkenal.
Beberapa hari kemudian mereka datang kesekolah SMA Bina Surya sekolah yang cukup terkenal dan megah itu untuk mendaftarkan diri dan ikut test seleksi masuk sekolah itu.
Kemudian hari yang ditunggu mereka tiba mereka bertiga masuk ke SMA Bina Surya itu. Mereka sangat gembira mereka bisa bersama lagi.
Akhirnya masa liburan telah usai mereka memasuki kelas baru dan menemui kembali teman yang baru serta guru-gurunya. Tiga hari mereka menjalan ospek yang cukup meletihkan karena banyak permintaan dari kakak kelas mereka yang menyuruh untuk membawa kaleng bekas,permen,kaos kaki yang berbeda,dan banyak lagi.
Setelah melewati masa ospek mereka memulai pelajaran baru. Tere dan Gina duduk sebangku sedangkan Edu duduk dibelakang mereka dengan teman barunya bernama Dion.
Usai mengikuti 2 mata pelajaran akhirnya bel istirahat berbunyi. Mereka bertiga ke kantin bersama dan Dion pun ikut mereka. Saat di kantin Tere bertabrakkan dengan seseorang laki-laki yang ternyata kakak kelas mereka yang terkenal dengan ketampannya yaitu Zerry. Tere pun terkagum-kagum melihat Zerry yang begitu tampan dan cool. Akhirnya Zerry menjabat tangan untuk berkenalan dengan Tere. Mereka asyik berbincang sedangkan Gina,Edu dan Dion merasa terabaikan.
Bel masuk kelas pun berbunyi dan mereka semua masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya.
Setelah pelajaran usai semua siswa keluar pulang meninggalkan kelas kini 4 sahabat yang kompak itu pulang bersama dan hanya Dion yang dijemput dengan nyokapnya,maklum Dion itu anak mama.
Saat mereka bertiga berjalan pulang tiba-tiba ada motor yang mengahalangi mereka ternyata itu Zerry yang ingin menghampiri Tere dan bermaksud untuk mengajak Tere pulang bersamanya. Tere menolaknya namun Gina tiba-tiba menyuruh Tere untuk pulang bersama Zerry. Tapi entah kenapa Edu berjalan dengan cepat meninggalkan mereka. Akhirnya Tere pulang bersama Zerry. Gina berlari mengejar Edu.
“Du… tungguin aku donk napa jalannya cepet banget sih…”teriak Gina.
“Lagian loe jalan kayak siput buruan donk”Edu mengejek Gina.
Malam itu HP Tere berbunyi dan setelah dilihat ternyata Edu memanggil. ”Kenapa du…?”Tanya Tere.
“kamu tadi ngapain aja sama Zerry?Zerry singgah ya dirumah kamu?terus kalian ngobrol apa aja?”Tanya Edu tanpa berhenti.
“Duh…pertanyaan loe panjang bener tu kayak polisi minta keterangan sama tersangka aja,gue ga ngapa-ngapain sama Zerry emang dia singgah dirumah tapi cuma sebentar ga lama katanya sih tadi mau jemput mamanya di mall”begitu penjelasan Tere .
“Ohh.. gitu ya”tanpa basa-basi Edu mematikan Hpny.
Setelah beberapa minggu kemudian Edu melihat Zerry jalan dengan seseorang wanita yang tidak dikenalnya di salahsatu mall. Dan edu memberitahu Tere. Tere tak percaya hingga akhirnya tere pergi menjumpai edu. Dan saat itulah tere percaya kalau zerry itu tidak setia.
Akhirnya Tere menghampiri zerry dan tanpa banyak kata tere mengucapkan kata “Putus”. Jelas zerry sangat terkejut melihat tere tiba-tiba ada di depannya. Tere pergi meninggalkan mereka dan tiba-tiba tangan edu ditarik oleh tere membawanya pergi.
Disuatu tempat yang begitu tenang tere menangis ditemani Edu. Edu hanya bias diam tanpa kata. Tere pun berbicara”kenapa harus seperti ini Du”. Jawab edu ‘Mungkin kalian tak sepaham, udah lupain ja cowok seperti zerry masih banyak cowok yang lebih baik darpada zerry contohnya gue”. Tere melirik perlahan-lahan dan tersenyum.
Setelah beberapa minggu Edu memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada tere. Dia menemui tere yang saat itu tere hendak pulang bersama gina. Tere pun dipanggil.
“ada apa edu?”Tanya tere. “Gue suka sama kamu apa kamu mau jadi pacar gue”kata edu. Tere pun terkejut dan berkata “gue ga bias jawab sekarang gue butuh waktu buat jawab pertanyaan loe”
Beberapa hari kemudian tere menelpon edu. Edu pun sangat bahagia menerima telepon dari tere.
“Du gue mau jadi pacar loe”kata tere.
“yang bener tere?”edu terkejut.
“Iya, gue bener.”tambah tere.
Akhirnya mereka pun menjadi satu pasangan yang sangat bahagia. Hari-hari mereka lalui bersama dan tanpa sadar gina baru mengetahui kalau sahabatnya tere dan edu pacaran dan gina pun mendatangi mereka dan mengucapkan selamat.
Dan inilah kisah mereka yang penuh dengan canda tawa.
the end..
Edu dan Gina sahabat Tere pun tak kalah gembiranya. Mereka berencana untuk mendaftarkan diri mereka ke salah satu SMA yang cukup terkenal.
Beberapa hari kemudian mereka datang kesekolah SMA Bina Surya sekolah yang cukup terkenal dan megah itu untuk mendaftarkan diri dan ikut test seleksi masuk sekolah itu.
Kemudian hari yang ditunggu mereka tiba mereka bertiga masuk ke SMA Bina Surya itu. Mereka sangat gembira mereka bisa bersama lagi.
Akhirnya masa liburan telah usai mereka memasuki kelas baru dan menemui kembali teman yang baru serta guru-gurunya. Tiga hari mereka menjalan ospek yang cukup meletihkan karena banyak permintaan dari kakak kelas mereka yang menyuruh untuk membawa kaleng bekas,permen,kaos kaki yang berbeda,dan banyak lagi.
Setelah melewati masa ospek mereka memulai pelajaran baru. Tere dan Gina duduk sebangku sedangkan Edu duduk dibelakang mereka dengan teman barunya bernama Dion.
Usai mengikuti 2 mata pelajaran akhirnya bel istirahat berbunyi. Mereka bertiga ke kantin bersama dan Dion pun ikut mereka. Saat di kantin Tere bertabrakkan dengan seseorang laki-laki yang ternyata kakak kelas mereka yang terkenal dengan ketampannya yaitu Zerry. Tere pun terkagum-kagum melihat Zerry yang begitu tampan dan cool. Akhirnya Zerry menjabat tangan untuk berkenalan dengan Tere. Mereka asyik berbincang sedangkan Gina,Edu dan Dion merasa terabaikan.
Bel masuk kelas pun berbunyi dan mereka semua masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya.
Setelah pelajaran usai semua siswa keluar pulang meninggalkan kelas kini 4 sahabat yang kompak itu pulang bersama dan hanya Dion yang dijemput dengan nyokapnya,maklum Dion itu anak mama.
Saat mereka bertiga berjalan pulang tiba-tiba ada motor yang mengahalangi mereka ternyata itu Zerry yang ingin menghampiri Tere dan bermaksud untuk mengajak Tere pulang bersamanya. Tere menolaknya namun Gina tiba-tiba menyuruh Tere untuk pulang bersama Zerry. Tapi entah kenapa Edu berjalan dengan cepat meninggalkan mereka. Akhirnya Tere pulang bersama Zerry. Gina berlari mengejar Edu.
“Du… tungguin aku donk napa jalannya cepet banget sih…”teriak Gina.
“Lagian loe jalan kayak siput buruan donk”Edu mengejek Gina.
Malam itu HP Tere berbunyi dan setelah dilihat ternyata Edu memanggil. ”Kenapa du…?”Tanya Tere.
“kamu tadi ngapain aja sama Zerry?Zerry singgah ya dirumah kamu?terus kalian ngobrol apa aja?”Tanya Edu tanpa berhenti.
“Duh…pertanyaan loe panjang bener tu kayak polisi minta keterangan sama tersangka aja,gue ga ngapa-ngapain sama Zerry emang dia singgah dirumah tapi cuma sebentar ga lama katanya sih tadi mau jemput mamanya di mall”begitu penjelasan Tere .
“Ohh.. gitu ya”tanpa basa-basi Edu mematikan Hpny.
Setelah beberapa minggu kemudian Edu melihat Zerry jalan dengan seseorang wanita yang tidak dikenalnya di salahsatu mall. Dan edu memberitahu Tere. Tere tak percaya hingga akhirnya tere pergi menjumpai edu. Dan saat itulah tere percaya kalau zerry itu tidak setia.
Akhirnya Tere menghampiri zerry dan tanpa banyak kata tere mengucapkan kata “Putus”. Jelas zerry sangat terkejut melihat tere tiba-tiba ada di depannya. Tere pergi meninggalkan mereka dan tiba-tiba tangan edu ditarik oleh tere membawanya pergi.
Disuatu tempat yang begitu tenang tere menangis ditemani Edu. Edu hanya bias diam tanpa kata. Tere pun berbicara”kenapa harus seperti ini Du”. Jawab edu ‘Mungkin kalian tak sepaham, udah lupain ja cowok seperti zerry masih banyak cowok yang lebih baik darpada zerry contohnya gue”. Tere melirik perlahan-lahan dan tersenyum.
Setelah beberapa minggu Edu memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada tere. Dia menemui tere yang saat itu tere hendak pulang bersama gina. Tere pun dipanggil.
“ada apa edu?”Tanya tere. “Gue suka sama kamu apa kamu mau jadi pacar gue”kata edu. Tere pun terkejut dan berkata “gue ga bias jawab sekarang gue butuh waktu buat jawab pertanyaan loe”
Beberapa hari kemudian tere menelpon edu. Edu pun sangat bahagia menerima telepon dari tere.
“Du gue mau jadi pacar loe”kata tere.
“yang bener tere?”edu terkejut.
“Iya, gue bener.”tambah tere.
Akhirnya mereka pun menjadi satu pasangan yang sangat bahagia. Hari-hari mereka lalui bersama dan tanpa sadar gina baru mengetahui kalau sahabatnya tere dan edu pacaran dan gina pun mendatangi mereka dan mengucapkan selamat.
Dan inilah kisah mereka yang penuh dengan canda tawa.
the end..
"Ketika nyawa taruhannya"
Kisah dan cerita cinta ini terjadi saat saya masih kuliah, ketika itu darah muda masih mengalir dengan derasnya, tatapan mata masih liar melirik ke segala arah pandangan. saya memiliki seorang teman yang memiliki wajah cukup menarik, namanya lucky. Begitu banyak cewek yang tak tahan dengan rayuannya, tak ada gadis yang tak mampu diraihnya. Tapi saat itu lucky mendapatkan tantangan dari seorang temanku lagi yang bernama tio. Tantangannya adalah mendapatkan seorang gadis jurusan keungan yang katanya sangat cantik dan sulit untuk dirayu. Lucky lalu menerima tawaran itu.
Setiap hari lucky selalu mendekati cewek yang memang berwajah cantik itu, tapi sang gadis selalu cuek kepada lucky, namun ketidak pedulian itu menambah semangat lucky, katanya "nah ini baru tantangan!!". Suatu ketika, lucky memberanikan diri mendekati sang cewek yang sedang bercanda dengan teman-temannya, selangkah demi selangkah lucky berjalan, tapi tiba-tiba saya dan teman-teman sangat terkejut ketika sang cewek menyiram wajah lucky dengan segelas air yang membasahi sekujur tubuh lucky. Wajah lucky memerah, ia menatap gadis itu dengan penuh rasa dendam dan kemudian berjalan perlahan meninggalkan sang cewek pujaannya. "Ingat rie!!bakal aku balas dengan yang lebih menyakitkan!!!, "kata lucky ketika berjalan disampingku.
Hari berganti hari, sudah hampir sebulan saya tak melihat lucky, tak ada yang tahu keberadaan lucky, ternyata sepi juga tanpa canda tawa dari seorang temanku itu "kataku dalam hati".
Saat itu Angin bertiup pelan menghembus helai rambutku yang sedang asik berbincang dengan teman-temanku, tapi kemudian sebuah gelas putih yang kuletakkan diatas meja terjatuh dan terhempas ke hamparan tanah, seorang temanku berteriak "oi lihat itu lucky!!!", aku lalu menatap ke ujung pandangan, ternyata benar itu lucky, tapi ia sedang berjalan dengan siapa? kutatap saat itu ia sedang menggandeng seorang gadis. Kutatap perlahan ia berjalan ke arah ku. "Hallo semua!!!", teriak lucky. Aku terkejut sangat terkejut, "bukannya itu cewek keuangan yang menyiram lucky?", tanyaku dalam hati. "Nih kenalin Ria", kata lucky sambil tersenyum. Si cewek lalu berkenalan dengan ku dan teman-temanku. Setelah agak lama berbincang, lucky lalu berkata, "eh gw ke kantin dulu ya", katanya yang kemudian tersenyum kepadaku, sebuah senyuman yang agak aneh, antara bahagia dan kemunafikan, ah tapi aku tak terlalu dengan hal itu, yang penting temanku sudah bahagia, pikirku.
Semenjak lucky dekat atau mungkin pacaran dengan cewek itu, lucky sangat berubah, dia jarang ngumpul lagi denganku dan teman-teman, dan terdengar pula kabar lucky sering clubbing dengan pacar barunya.
Saat itu sore menjelang hampir dua bulan hubungan pertemanan ku dengan lucky tak ada komunikasi, padahal lucky adalah sahabatku tapi mungkin ia lebih memilih pacarnya daripada sahabatnya yang cupu ini. lembayung bersinar dengan indahnya, matahari perlahan meredup burung-burung berterbangan pertanda akan datangnya malam. Hp ku berdering begitu kerasnya, memecahkan lamunanku, ketika kujawab "hallo", "hallo ini arie ya?", "ya ini arie, ini siapa ya?", "ini ria...kamu tahukan?", "ya aku tahu ria, tapi ada apa ya?", kamu pernah ngelihat lucky ga? soalnya ga ada kabar dari dia!?", "loh bukannya dia sering jalan ama kamu?, aku aja ga tahu dia ada dimana sekarang", "ou...gitu ya...ya udah deh makasih ya"...tut..tut..tut
Aku bingung, sangat bingung...ada apa dengan si lucky sebenarnya, aku lalu memberanikan diri mendatangi tempat dimana si lucky biasa nongkrong baru-baru ini. Saat itu jam di tanganku menunjukan angka 11 pertanda hari telah larut, tapi suasana masih sangat ramai saat itu ketika aku sampai di tempat yang disebut orang-orang "club" atau apalah. mataku mencari-cari sosok sahabatku itu, tak sekilaspun mataku berkedip...kutatap ke seluruh pandangan, tapi kemudian pandangan ku terhenti, aku melihat seorang lelaki yang sedang asyik bermesraan dengan seorang cewek sambil memegang segelas minuman, laki-laki itu mirip dengan sahabatku itu "lucky". Aku lalu berjalan ke arah laki-laki itu, ternyata benar dia lucky. "Eh lo rie!!!!, hahaha...ternyata lo kesini juga!!, nih minum, kata lucky menyambutku. "Ga ky, gw cuma mau tahu aja keadaan lo gimana, anak-anak nyariin lo", jawabku. "Gw ya gini-gini aja rie, yuk happy rie!!!", teriak lucky yang terlihat mabuk. "Ky...tadi ria nelp gw nanyain lo, ada apa ky?", tanyaku. Tapi lucky menjawabnya dengan wajah yang sedikit marah..."Ah mampus aja tu anak!!!". Aku terdiam, beribu tanya di hatiku, "ada apa sebenarnya ini?"
Esok hari ketika matahari telah bersandar di tahtanya, aku membuka mataku dan bergegas ke kamar mandi. Namun ketika aku baru saja hendak melemaskan seruluh tubuhku yang baru tersadar, hp ku berdering. Saat kutatap hp ku itu, kulihat nomor yang sama dengan ria, aku lalu bergegas menjawabnya. "Hallo", "Hallo rie, apa udah ada kabar dari lucky?", "hmm...aku ga tahu lucky ada dimana ria, ntar dah kalo udah ada kabar dari lucky aku kasih tahu", "Rie...besok aku boleh ngobrob ama kamu ga?", "ngobrol aja sekarang...kan sama aja", "ga deh besok aja aku tunggu di kantin", "ok deh...". Aku lalu mengambil segelas yang berisikan air putih lalu kuteguk minuman itu, gundah yang kurakan perlahan menghilang...aku sangat bingung ketika itu..."apa yang harus aku lakukan?". Hari terasa berlalu sangat cepat...malam telah datang, bintang-bintang bertaburan memancarkan cahayanya yang begitu indah. Aku lalu mengambil kunci motorku dan bergegas ke club tempat lucky kemarin.
Saat aku sampai di tempat itu, terlihat senyum nakal seorang gadis menggodaku, tapi aku tak peduli...aku mempercepat langkahku mencari lucky. Tapi ketika aku telah bertemu dengan lucky, jawaban lucky selalu sama, "mampus aja tu anak". Aku sangat kecewa, sedikitpun usahaku ini tak ada artinya. Aku lalu pulang dengan rasa gundah di benakku.
Aku terkejut membaca sms itu...Apa maksud dari sms ini?!!!, apa ria senekat itu?!!!...aku lalu menghubungi ria, tapi hp nya ga aktif. Langkahku bergegas ke kampus...kucari teman-temanku...ternyata benar, teman-temanku sedang sibuk bercerita tentang ria, ketika itu 2 jam berselang setelah ria mengirim sms kepadaku, "Rie lo tahu ga? rie minum racun...sekarang dia di ugd...", kata tio. "Ha...bener tu!!!", "ya rie...", "yuk kita kesana"...kami lalu menuju rumah sakit tempat ria dirawat.
Air mataku tak mampu kebendung, menetes dari pipiku ketika melihat ria terbaring lemas diatas kasur yang beralaskan sprei warna putih itu. Tapi aku terkejut ketika seorang laki-laki tua menghampiri dan langsung menamparku, "Kamu yang namanya lucky ya!!!, brengsek kamu!!!", "Om tenang dulu...saya buan lucky, saya arie...", kataku sambil menahan rasa sakit di pipi ku. Ou rupanya laki-laki tua itu adalah ayah dari ria...ia lalu terdiam dan terduduk di lantai sambil menetesan air mata. "Maap...saya kira kamu lucky...laki-laki bangsat yang udah membuat anak saya seperti ini!!!", "ga papa om...", jawab ku. Ketika suasana terhening, terdengar pelan suara ria "Lucky...lucky...", aku semakin tak tahan dengan kepedihan itu...aku lalu meninggalkan teman-temanku dan ria, maksudku ingin mencari lucky. Aku menuju ke rumah lucky, tapi aku tak menemuinya...aku terus mencarinya ketika itu dengan penuh gundah tapi aku tetap tak menemuinya. Ketika malam datang, aku tahu dimana satu-satunya tempat aku bisa menemi si lucky...aku lalu mendatangi club itu lagi, ternyata benar...lucky telah ada disana...aku lalu menghampirinya..."Ky...lo harus ketemu nia!!!", "lo lagi rie...mak bapaknya aja ga ada nyariin gw, kok lo semangat amat sih!!!", sindir lucky. "Ky lo sebenarnya sayang ga sih ama si ria?", "Mana ada gw sayang ama tu anak!!! gw cuma dendam", "Ou jadi lo selama ini ga sedikitpun sayang ama dia?, gimana kalau dia udah ninggalin lo ky", kataku. "Terserah kalau dia mau mutusin aku, justru gw senang putus ama dia". "Gimana kalau dia ninggalin lo selamanya", kataku sambil menatap mata lucky. "Selamanya?!!", tanya lucky bingung. "Lo tahu...tadi pagi ria nekat minum racun karena lo!!!, kalau lo masih sayang ama dia, ayo ikut gw ke rumah sakit...tapi kalau lo ga mau juga ga papa", kata ku. Lucky lalu terdiam, aku lalu melangkahkan kaki ku perlahan. tapi tiba-tiba lucky berlari mengejarku "serius lo ria sekarang di rumah sakit?", "ya sekarang dia lagi kirtis!!!". Terliat air mata menetes dari pipi lucky, ternyata lucky masih menyayangi ria, tapi tertutupi karena dendamnya yang membuatnya khilaf. Kami lalu bergegas ke rumah sakit...di perlanan lucky bercerita kepadaku..."sebenarnya gw sayang ama ria, tapi...gw kesel ama kelakuan dia dulu itu...tapi gw ga balakan nyakitin dia lagi...gw mau kok tanggung jawab...", kata lucky dengan wajah yang bimbang.
Ketika kami tiba di rumah sakit lucky berkata lagi "Rie ntar lo yang jadi saksi kalau gw nikah dengan ria ya', kata lucky sambil bercanda, tapi tiba-tiba aku sangat terkejut ketika mendengar suara tangis yang begitu keras, lucky lalu berlari ke arah tempat tidur ria...lucky melihat ria sudah terbujur kaku...hanya sebuah senyum yang hampa menghiasi wajah ria...tangisan lucky tak mampu dibendungnya..."ria!!!maafin gw!!!gw mau jadi bapak dari anak kita!!!", kata lucky sambil berteriak...air matanya terus menetes tak henti membasahi bumi...lucky kemudian menggengam tangan ria...dikecupnya tangan yang sudah kaku itu...lucky terdiam sesaat ketika melihat tangan ria masih memegang kalung yang berhiaskan angka "L"...lucky lalu berjalan ke arahku..."gw nyesel rie...gw udah nyia-nyiain dia...kalung ini masih dia genggam sampai dia ningalin aku selama-lamanya...kalung ini pemberian aku rie, saat itu aku bilang ke ria , jaga kalung ini...kalung ini tanda cinta aku ke ria selamanya...", kata lucky sambil menangis. Aku hanya terdiam mendengar kata-kata lucky, tak ada yang mampu ku ucapkan...hanya air mata yang menetes dari pipiku...
Semua telah terlambat, saat dendam telah meracuni...penyesalan pun datang ketika nyawa telah menjadi taruhannya.
the end...
Setiap hari lucky selalu mendekati cewek yang memang berwajah cantik itu, tapi sang gadis selalu cuek kepada lucky, namun ketidak pedulian itu menambah semangat lucky, katanya "nah ini baru tantangan!!". Suatu ketika, lucky memberanikan diri mendekati sang cewek yang sedang bercanda dengan teman-temannya, selangkah demi selangkah lucky berjalan, tapi tiba-tiba saya dan teman-teman sangat terkejut ketika sang cewek menyiram wajah lucky dengan segelas air yang membasahi sekujur tubuh lucky. Wajah lucky memerah, ia menatap gadis itu dengan penuh rasa dendam dan kemudian berjalan perlahan meninggalkan sang cewek pujaannya. "Ingat rie!!bakal aku balas dengan yang lebih menyakitkan!!!, "kata lucky ketika berjalan disampingku.
Hari berganti hari, sudah hampir sebulan saya tak melihat lucky, tak ada yang tahu keberadaan lucky, ternyata sepi juga tanpa canda tawa dari seorang temanku itu "kataku dalam hati".
Saat itu Angin bertiup pelan menghembus helai rambutku yang sedang asik berbincang dengan teman-temanku, tapi kemudian sebuah gelas putih yang kuletakkan diatas meja terjatuh dan terhempas ke hamparan tanah, seorang temanku berteriak "oi lihat itu lucky!!!", aku lalu menatap ke ujung pandangan, ternyata benar itu lucky, tapi ia sedang berjalan dengan siapa? kutatap saat itu ia sedang menggandeng seorang gadis. Kutatap perlahan ia berjalan ke arah ku. "Hallo semua!!!", teriak lucky. Aku terkejut sangat terkejut, "bukannya itu cewek keuangan yang menyiram lucky?", tanyaku dalam hati. "Nih kenalin Ria", kata lucky sambil tersenyum. Si cewek lalu berkenalan dengan ku dan teman-temanku. Setelah agak lama berbincang, lucky lalu berkata, "eh gw ke kantin dulu ya", katanya yang kemudian tersenyum kepadaku, sebuah senyuman yang agak aneh, antara bahagia dan kemunafikan, ah tapi aku tak terlalu dengan hal itu, yang penting temanku sudah bahagia, pikirku.
Semenjak lucky dekat atau mungkin pacaran dengan cewek itu, lucky sangat berubah, dia jarang ngumpul lagi denganku dan teman-teman, dan terdengar pula kabar lucky sering clubbing dengan pacar barunya.
Saat itu sore menjelang hampir dua bulan hubungan pertemanan ku dengan lucky tak ada komunikasi, padahal lucky adalah sahabatku tapi mungkin ia lebih memilih pacarnya daripada sahabatnya yang cupu ini. lembayung bersinar dengan indahnya, matahari perlahan meredup burung-burung berterbangan pertanda akan datangnya malam. Hp ku berdering begitu kerasnya, memecahkan lamunanku, ketika kujawab "hallo", "hallo ini arie ya?", "ya ini arie, ini siapa ya?", "ini ria...kamu tahukan?", "ya aku tahu ria, tapi ada apa ya?", kamu pernah ngelihat lucky ga? soalnya ga ada kabar dari dia!?", "loh bukannya dia sering jalan ama kamu?, aku aja ga tahu dia ada dimana sekarang", "ou...gitu ya...ya udah deh makasih ya"...tut..tut..tut
Aku bingung, sangat bingung...ada apa dengan si lucky sebenarnya, aku lalu memberanikan diri mendatangi tempat dimana si lucky biasa nongkrong baru-baru ini. Saat itu jam di tanganku menunjukan angka 11 pertanda hari telah larut, tapi suasana masih sangat ramai saat itu ketika aku sampai di tempat yang disebut orang-orang "club" atau apalah. mataku mencari-cari sosok sahabatku itu, tak sekilaspun mataku berkedip...kutatap ke seluruh pandangan, tapi kemudian pandangan ku terhenti, aku melihat seorang lelaki yang sedang asyik bermesraan dengan seorang cewek sambil memegang segelas minuman, laki-laki itu mirip dengan sahabatku itu "lucky". Aku lalu berjalan ke arah laki-laki itu, ternyata benar dia lucky. "Eh lo rie!!!!, hahaha...ternyata lo kesini juga!!, nih minum, kata lucky menyambutku. "Ga ky, gw cuma mau tahu aja keadaan lo gimana, anak-anak nyariin lo", jawabku. "Gw ya gini-gini aja rie, yuk happy rie!!!", teriak lucky yang terlihat mabuk. "Ky...tadi ria nelp gw nanyain lo, ada apa ky?", tanyaku. Tapi lucky menjawabnya dengan wajah yang sedikit marah..."Ah mampus aja tu anak!!!". Aku terdiam, beribu tanya di hatiku, "ada apa sebenarnya ini?"
Esok hari ketika matahari telah bersandar di tahtanya, aku membuka mataku dan bergegas ke kamar mandi. Namun ketika aku baru saja hendak melemaskan seruluh tubuhku yang baru tersadar, hp ku berdering. Saat kutatap hp ku itu, kulihat nomor yang sama dengan ria, aku lalu bergegas menjawabnya. "Hallo", "Hallo rie, apa udah ada kabar dari lucky?", "hmm...aku ga tahu lucky ada dimana ria, ntar dah kalo udah ada kabar dari lucky aku kasih tahu", "Rie...besok aku boleh ngobrob ama kamu ga?", "ngobrol aja sekarang...kan sama aja", "ga deh besok aja aku tunggu di kantin", "ok deh...". Aku lalu mengambil segelas yang berisikan air putih lalu kuteguk minuman itu, gundah yang kurakan perlahan menghilang...aku sangat bingung ketika itu..."apa yang harus aku lakukan?". Hari terasa berlalu sangat cepat...malam telah datang, bintang-bintang bertaburan memancarkan cahayanya yang begitu indah. Aku lalu mengambil kunci motorku dan bergegas ke club tempat lucky kemarin.
Saat aku sampai di tempat itu, terlihat senyum nakal seorang gadis menggodaku, tapi aku tak peduli...aku mempercepat langkahku mencari lucky. Tapi ketika aku telah bertemu dengan lucky, jawaban lucky selalu sama, "mampus aja tu anak". Aku sangat kecewa, sedikitpun usahaku ini tak ada artinya. Aku lalu pulang dengan rasa gundah di benakku.
***
Rintik-rintik hujan terjun ke bumi bagaikan terbang tanpa sayapnya. Dingin sangat dingin, membasahi daun yang telah mengering, ketika itu pagi, aku sedang memetik gitar tua yang tak pernah lagi kebelai. Aku teringat janjiku ke ria. Aku lalu bergegas ke kampus, walaupun hujan masih berterbangan di helai-helai udara.
Aku kemudian sampai di kantin dengan baju yang sedikit basahtapi aku tetap tersenyum "hai ria, udah lama nunggu? sorry hujan tadi", kata ku kepada ria yang telah terduduk sendiri. "Ah ga papa rie, tapi kamu kehujanan gini...harusnya aku yahng minta maaf udah ngerepotin", jawab ria. "Katanya mau cerita?, cerita apa nie?", kataku sambil bercanda. "Rie sebenarnya aku kangen dengan lucky, dia ga pernah ngabarin aku lagi". "Wah kangen? knapa ga nelp si lucky aja?", "Udah tapi hp nya ga pernah aktif", "emang udah brapa lama sih?", "Semenjak....", kata ria yang kemudian terdiam. Rasa penasaran terus menghantuiku, "semenjak lucky punya pacar baru?", kataku sambil tertawa. Aku terkejut sangat terkejut ketika air mata menetes dari pipi cantik ria. "Ria kamu kenapa? kamu kok nangis, ada yang salah dengan ucapan ku tadi ya?", kataku gundah. "Lucky berubah semenjak tahu kalau aku hamil!!!", kata ria sambil tersedu-sedu. "Ha hamil!!!", kataku bingung. "Ya aku hamil rie...aku bingung", "apa orang tua kamu udah tahu?", "hmm...ya...mereka udah tahu". Aku terdiam, tak ada kata yang mampu kuucapkan...beribu bimbang kurasakan saat itu, seorang sahabatku...
Ketika malam datang aku bergegas ke tempat lucky, kutemui dia...saat aku meliat lucky, kutarik tubuhnya yang telah mabuk itu..."eh ky...lo kenapa sih...si rie berulang kali nanyain lo!!!", kata ku sambil berteriak. "Ah mampus aja tu anak!!!", jawabnya sambil membentak ku. "Brengsek lo!!!", kata ku sambil menamparnya. "Lo tahu kan dia hamil!!!!, tega amat lo!!!". Lucky terdiam sejenak kemudian tertawa dengan kerasnya...."ha...haa...haa...gw kan udah pernah bilang ama lo!!! tunggu aja balasan gw ke tu anak!!!", kata lucky sambil tertawa. "Tapi ga gini caranya luck!!!
, lo ngerusak anak orang", bentak ku. "Justru ini tujuan gw pacaran ama dia!!!...hahaha...", jawab lucky lagi. "Lo emang kelewatan...lo ingat luck, ntar lo nyesel". "Gw ga kan nyesel rie...gw malah bahagia...kok malah lo yang sewot sih...lo aja yang pacaran ama dia sana!!!", kata lucky yang menatangku. "Brengsek lo!!". Aku lalu menariknya ketika tangan ku hendak memukulnya, seorang lelaki berbadan tegap memelukku dan mengusirku dari club itu, perasaanku bercampur ketika itu, marah, sedih dan kecewa. Aku terjatuh ketika pria bertubuh besar itu mendorongku ke tanah yang terhiasi bunga cantik yang berwarna putih, kulihat tubuhku berada diatas kuntum bunga itu, kutatap bunga itu terlah rusak dan mati karena ku.
Aku kemudian sampai di kantin dengan baju yang sedikit basahtapi aku tetap tersenyum "hai ria, udah lama nunggu? sorry hujan tadi", kata ku kepada ria yang telah terduduk sendiri. "Ah ga papa rie, tapi kamu kehujanan gini...harusnya aku yahng minta maaf udah ngerepotin", jawab ria. "Katanya mau cerita?, cerita apa nie?", kataku sambil bercanda. "Rie sebenarnya aku kangen dengan lucky, dia ga pernah ngabarin aku lagi". "Wah kangen? knapa ga nelp si lucky aja?", "Udah tapi hp nya ga pernah aktif", "emang udah brapa lama sih?", "Semenjak....", kata ria yang kemudian terdiam. Rasa penasaran terus menghantuiku, "semenjak lucky punya pacar baru?", kataku sambil tertawa. Aku terkejut sangat terkejut ketika air mata menetes dari pipi cantik ria. "Ria kamu kenapa? kamu kok nangis, ada yang salah dengan ucapan ku tadi ya?", kataku gundah. "Lucky berubah semenjak tahu kalau aku hamil!!!", kata ria sambil tersedu-sedu. "Ha hamil!!!", kataku bingung. "Ya aku hamil rie...aku bingung", "apa orang tua kamu udah tahu?", "hmm...ya...mereka udah tahu". Aku terdiam, tak ada kata yang mampu kuucapkan...beribu bimbang kurasakan saat itu, seorang sahabatku...
Ketika malam datang aku bergegas ke tempat lucky, kutemui dia...saat aku meliat lucky, kutarik tubuhnya yang telah mabuk itu..."eh ky...lo kenapa sih...si rie berulang kali nanyain lo!!!", kata ku sambil berteriak. "Ah mampus aja tu anak!!!", jawabnya sambil membentak ku. "Brengsek lo!!!", kata ku sambil menamparnya. "Lo tahu kan dia hamil!!!!, tega amat lo!!!". Lucky terdiam sejenak kemudian tertawa dengan kerasnya...."ha...haa...haa...gw kan udah pernah bilang ama lo!!! tunggu aja balasan gw ke tu anak!!!", kata lucky sambil tertawa. "Tapi ga gini caranya luck!!!
, lo ngerusak anak orang", bentak ku. "Justru ini tujuan gw pacaran ama dia!!!...hahaha...", jawab lucky lagi. "Lo emang kelewatan...lo ingat luck, ntar lo nyesel". "Gw ga kan nyesel rie...gw malah bahagia...kok malah lo yang sewot sih...lo aja yang pacaran ama dia sana!!!", kata lucky yang menatangku. "Brengsek lo!!". Aku lalu menariknya ketika tangan ku hendak memukulnya, seorang lelaki berbadan tegap memelukku dan mengusirku dari club itu, perasaanku bercampur ketika itu, marah, sedih dan kecewa. Aku terjatuh ketika pria bertubuh besar itu mendorongku ke tanah yang terhiasi bunga cantik yang berwarna putih, kulihat tubuhku berada diatas kuntum bunga itu, kutatap bunga itu terlah rusak dan mati karena ku.
***
Esok hari ketika gundahku masih memaksa ku untuk berteriak, aku menenangkan diriku dengan temaku, sebuah gitar yang terbaring kaku disebelahku. Kupetik gitar itu dan kemainkan nada-nada indah yang sedikit menghiburku. Tapi tiba-tiba hp ku berdering, kuliat ternyata hanya pesan singkat. Aku pun tak peduli dengan itu...aku terus memetik gitar tua ku itu. Ketika aku perlahan bernyanyi, rasa penasaran timbul dari benakku, aku lalu membuka isi pesan itu, ternyata dari ria, aku lalu membacanya...
rie...tadi lucky nelpon aku, aku bahagia rie...akhirnya dia ngehubungi aku lagi...walaupun dia tetap dengan keegoisannya yang tak mau bertanggung jawab dengan bayi yang kukandung ini...dia dengan lancarnya bilang 'Gugurin aja tu anak, aku ga mau punya anak!!!"...aku bingung rie, daripada aku harus menggugurkan anak ini yang merupakan anugrah dari tuhan...lebih baik aku pergi darinya...
Aku terdiam merenungkan isi sms itu...tiba-tiba hp ku berdering lagi, sebuah sms lagi dari ria, aku lalu bergegas membaca isi sms itu...
aku ga tahan dengan cobaan ini rie...orang tua ku!!!aku udah membuat semuanya malu...mungkin ini adalah sms terakrih dari aku rie...makasih udah mau mengerti dan mendengar curhatan aku...aku titip lucky rie
Aku terkejut membaca sms itu...Apa maksud dari sms ini?!!!, apa ria senekat itu?!!!...aku lalu menghubungi ria, tapi hp nya ga aktif. Langkahku bergegas ke kampus...kucari teman-temanku...ternyata benar, teman-temanku sedang sibuk bercerita tentang ria, ketika itu 2 jam berselang setelah ria mengirim sms kepadaku, "Rie lo tahu ga? rie minum racun...sekarang dia di ugd...", kata tio. "Ha...bener tu!!!", "ya rie...", "yuk kita kesana"...kami lalu menuju rumah sakit tempat ria dirawat.
Air mataku tak mampu kebendung, menetes dari pipiku ketika melihat ria terbaring lemas diatas kasur yang beralaskan sprei warna putih itu. Tapi aku terkejut ketika seorang laki-laki tua menghampiri dan langsung menamparku, "Kamu yang namanya lucky ya!!!, brengsek kamu!!!", "Om tenang dulu...saya buan lucky, saya arie...", kataku sambil menahan rasa sakit di pipi ku. Ou rupanya laki-laki tua itu adalah ayah dari ria...ia lalu terdiam dan terduduk di lantai sambil menetesan air mata. "Maap...saya kira kamu lucky...laki-laki bangsat yang udah membuat anak saya seperti ini!!!", "ga papa om...", jawab ku. Ketika suasana terhening, terdengar pelan suara ria "Lucky...lucky...", aku semakin tak tahan dengan kepedihan itu...aku lalu meninggalkan teman-temanku dan ria, maksudku ingin mencari lucky. Aku menuju ke rumah lucky, tapi aku tak menemuinya...aku terus mencarinya ketika itu dengan penuh gundah tapi aku tetap tak menemuinya. Ketika malam datang, aku tahu dimana satu-satunya tempat aku bisa menemi si lucky...aku lalu mendatangi club itu lagi, ternyata benar...lucky telah ada disana...aku lalu menghampirinya..."Ky...lo harus ketemu nia!!!", "lo lagi rie...mak bapaknya aja ga ada nyariin gw, kok lo semangat amat sih!!!", sindir lucky. "Ky lo sebenarnya sayang ga sih ama si ria?", "Mana ada gw sayang ama tu anak!!! gw cuma dendam", "Ou jadi lo selama ini ga sedikitpun sayang ama dia?, gimana kalau dia udah ninggalin lo ky", kataku. "Terserah kalau dia mau mutusin aku, justru gw senang putus ama dia". "Gimana kalau dia ninggalin lo selamanya", kataku sambil menatap mata lucky. "Selamanya?!!", tanya lucky bingung. "Lo tahu...tadi pagi ria nekat minum racun karena lo!!!, kalau lo masih sayang ama dia, ayo ikut gw ke rumah sakit...tapi kalau lo ga mau juga ga papa", kata ku. Lucky lalu terdiam, aku lalu melangkahkan kaki ku perlahan. tapi tiba-tiba lucky berlari mengejarku "serius lo ria sekarang di rumah sakit?", "ya sekarang dia lagi kirtis!!!". Terliat air mata menetes dari pipi lucky, ternyata lucky masih menyayangi ria, tapi tertutupi karena dendamnya yang membuatnya khilaf. Kami lalu bergegas ke rumah sakit...di perlanan lucky bercerita kepadaku..."sebenarnya gw sayang ama ria, tapi...gw kesel ama kelakuan dia dulu itu...tapi gw ga balakan nyakitin dia lagi...gw mau kok tanggung jawab...", kata lucky dengan wajah yang bimbang.
Ketika kami tiba di rumah sakit lucky berkata lagi "Rie ntar lo yang jadi saksi kalau gw nikah dengan ria ya', kata lucky sambil bercanda, tapi tiba-tiba aku sangat terkejut ketika mendengar suara tangis yang begitu keras, lucky lalu berlari ke arah tempat tidur ria...lucky melihat ria sudah terbujur kaku...hanya sebuah senyum yang hampa menghiasi wajah ria...tangisan lucky tak mampu dibendungnya..."ria!!!maafin gw!!!gw mau jadi bapak dari anak kita!!!", kata lucky sambil berteriak...air matanya terus menetes tak henti membasahi bumi...lucky kemudian menggengam tangan ria...dikecupnya tangan yang sudah kaku itu...lucky terdiam sesaat ketika melihat tangan ria masih memegang kalung yang berhiaskan angka "L"...lucky lalu berjalan ke arahku..."gw nyesel rie...gw udah nyia-nyiain dia...kalung ini masih dia genggam sampai dia ningalin aku selama-lamanya...kalung ini pemberian aku rie, saat itu aku bilang ke ria , jaga kalung ini...kalung ini tanda cinta aku ke ria selamanya...", kata lucky sambil menangis. Aku hanya terdiam mendengar kata-kata lucky, tak ada yang mampu ku ucapkan...hanya air mata yang menetes dari pipiku...
Semua telah terlambat, saat dendam telah meracuni...penyesalan pun datang ketika nyawa telah menjadi taruhannya.
the end...
"Sebuah Senyuman"
Sebut saja namanya doni. Doni adalah seorang yang sangat pemalu dan juga seorang pria yang berwajah cakep alias ganteng. Banyak cewek yang ingin memilikinya. Tapi tak satupun yang berhasil menaklukan hati dari doni. Hingga suatu ketika seorang cewek yang baru pindah dari sebuah ke kota ke sekolah doni sedikit menjadi bahan pembicaraan di sekolahnya. Karena sang cewek yang bernama alisa ini sangat cantik, begitu kata teman-teman doni. Tapi doni tetap menjadi seorang lelaki yang kalem dan pendiam. Angin bertiup kencang ketika air hujan turun membasahi siang itu. Terlihat doni sedang duduk termenung di unjung pandangan. Alisa berjalan di depannya, dan doni perlahan menatap wajah alisa yang sangat cantk itu. Sebuah senyuman keluar dari paras cantik alisa. Namun tiba-tiba, bagaikan bersayap, sapu tangan yang dipegang oleh alisa terjatuh tepat di depan doni. Doni pun langsung mengambil sapu tangan itu.
Tak sengaja doni memegang tangan alisa yang juga ingin mengambil sapu tangannya. "Maaf", kata doni yang terlihat malu kepada alisa. Alisa hanya menjawab dengan sebuah senyuman cantik di wajahnya. Alisa pun langsung berjalan meninggalkan doni.
Saya tau apa yang dipikirkan oleh doni, sebuah kekaguman terhadap seorang cewek yang telah menaklukkan hatinya.
Hari berganti hari bulan pun terus berlalu, hampir 4 bulan doni terus menyimpan rasa kepada alisa, tapi tak mampu tuk diutarakannya. Hingga suatu ketika, saat itu adalah hari pergelaran kesenian di sekolah mereka. Doni memberanikan diri untuk mengajak alisa untuk menonton acara tersebut. "Duh aku ga bisa don, aku udah ada janji dengan orang lain", jawab alisa kepada doni. Dengan wajah yang gundah doni berjalan, tak ada senyum di wajahnya.
Malam pun datang, doni datang ke acara kesenian di sekolahnya bersama teman-temannya. "Eh doni itu kan alisa!!!", kata teman doni kepadanya. Doni lalu berlari ke arah alisa, "katanya kamu ga bisa datang?", tanya doni kepada alisa. "Aku kan bilang aku udah janji ama orang lain, bukan aku ga bisa datang", jawab alisa. "Emang kamu ke sini ama siapa?", tanya doni lagi. "Tuh", tunjuk alisa. Doni melihat seorang lelaki yang sedang bernyanyi di atas pentas. Dengan sedikit sedih doni menjawab, "ou ya udah met fun aja ya", kata doni. Lagi-lagi doni berjalan dengan kesedihan di hatinya, mungkinkah ini balasan dari dirinya yang selalu menolak banyak wanita?.
Malam itu suasana terlihat sangat meriah dan ramai, wajah gembira terpancar dari para murid yang hadir saat itu. Tapi tidak dengan doni yang hanya murung, ntah apa yang dipikirinnya. "Udah la don, ngapain lo kaya gini?!, masih banyakkan cewek lain?", kata seorang teman doni yang ingin menghibur perasaannya. Tapi doni hanya terdiam.
"Yuk kita sambut alisa!!!!", kata pembawa acara saat itu. "Don alisa nyanyi, wah hebat yah udah cantik, pinter nyanyi lagi", kata seorang teman doni. Doni langsung menatap ke arah alisa yang perlahan berjalan ke atas pentas. "Lagu ini saya tujukan kepada seorang yang selama ini saya kagumi. Penonton lalu bersorak mendengar kata dari alisa itu, "siapa tu!!!?!!!?". Alisa kemudian langsung bernyanyi, sesaat alisa sedang menikmati nyanyiannya, tiba-tiba seorang lelaki datang menghampirinya dengan bunga di tangannya. Alisa menerima bunga itu dengan senyum di bibir mungilnya.
"Emang aku ga pantes buat alisa", kata doni dalam hati. Doni pun berjalan perlahan dengan gundah di hatinya. "Don lo mau kemana!!!", teriak teman doni. Tapi doni seakan tak mendengar perkataan dari temannya itu dan terus berjalan. "Doni!!!", terdengar suara seoarang cewek yang memanggil dirinya. Doni lalu menatap arah suara tersebut. Doni melihat sosok alisa sedang menunggunya dari kejauhan. "Ada apa alisa?", tanya doni?. "Kamu tahu tadi aku nyanyi buat siapa?", tanya alisa. "Buat aku?", tanya doni dengan perasaan yang super PD!!. Alisa tersenyum dan berkata, "bukan doni, lagu tadi buat teman kamu", Jawab alisa. Wajah doni yang awalnya terlihat bahagia berubah gundah dan marah, tapi tak bisa diungkapkannya. Doni langsung berjalan meninggalkan alisa, sambil berkata "ou gitu...ntar aku sampaiin".
Namun sesaat doni berpaling dari alisa, alisa memanggilnya lagi, "doni!!!". Tapi doni tetap seakan tidak peduli.
Hari berganti dan terus berganti, terdengar kabar di sekolah doni bahwa alisa sang bidadari sekolah akan pindah sekolah lagi. Malam itu doni sedang berkumpul dengan teman-temannya, "don alisa bakal pindah sekolah 3 hari lagi, besok malam kan ada acara amal sekolah, nah gua yakin alisa nyanyi lagi, lo ungkapin donk perasaan lo!!!, jangan diem kaya gini!!!". "Ah dia udah punya pacar sob!!!", jawab doni.
Esok pun tiba, ketika malam menjelang, ternyata benar alisa nyanyi pada malam itu. "Yuk kita sambut alisa". Terdengar suara cantik alisa secantik wajahnya. Malam itu alisa menyanyikan sebuah lagu, pelukalah diriku dan jangan kau lepaskan ku (pasti pada tahu ya). Setelah alisa berhenti bernyanyi, pembawa acara bertanya kepadanya, "lagu tadi buat siapa tuh lisa?", "Lagu tadi buat seorang yang sangat special buat aku", jawab alisa. Mendengar perkataan alisa itu doni seakan ingin menangis, memang doni bukan seorang yang cengeng tapi, semua pasti melakukan hal yang sama jika seorang yang sangat dicintainya telah ada yang memiliki. Doni lalu berjalan ke arah alisa, dan naik ke atas pentas. "Boleh gua nyanyi?", tanya doni kepada pembawa acara. Pembawa acara yang juga teman doni langsung mengizinkan doni untuk bernyanyi. Doni langsung mengambil gitar dan bernyanyi, "Dewi berikan nafasmu untukku" (pasti tahu lagu alexa). "Wah...doni!!!", begitu teriakan pembawa acara setelah doni selesai bernyanyi. "Lagunya buat siapa doni?", tanya pembawa acara. "Lagu ini buat seorang yang telah memiliki tapi aku masih sayang ama dia". Penonton dan teman-teman doni langsng berteriak mendengar perkataan doni. "Apa lagu tadi buat aku?", tanya alisa. Doni hanya terdiam. Alisa pun berkata lagi, "kamu tahu doni, setiap aku nyanyi lagu itu aku tujukan buat siapa?", kata alisa. "Bukan buat aku kan?, yah pasti buat orang yang kamu sayangi aja", jawab doni. "Emang bukan buat seorang yang namanya doni, tapi seorang cowok yang namanya dodon", lanjut alisa. Wajah doni langsung memerah mendengar alisa, karena dodon itu adalah panggilan doni di keluarganya dan di teman-teman dekatnya. Doni langsung berjalan ke arah alisa dan...PEnonton mulai bersorak-sorai melihat doni dan alisa. "Berarti...", kata doni. Alisa langsung menutup bibir doni dengan jari telunjuknya. "Ya orang yang aku sayang itu kamu doni...", kata alisa. Doni langsung memeluk alisa seakan hanya mereka berdua yang hadir malam itu. Malam itu adalah malam yang sangat berarti bagi doni dan juga alisa. Sungguh bahagia bukan...
The end.....
Tak sengaja doni memegang tangan alisa yang juga ingin mengambil sapu tangannya. "Maaf", kata doni yang terlihat malu kepada alisa. Alisa hanya menjawab dengan sebuah senyuman cantik di wajahnya. Alisa pun langsung berjalan meninggalkan doni.
Saya tau apa yang dipikirkan oleh doni, sebuah kekaguman terhadap seorang cewek yang telah menaklukkan hatinya.
Hari berganti hari bulan pun terus berlalu, hampir 4 bulan doni terus menyimpan rasa kepada alisa, tapi tak mampu tuk diutarakannya. Hingga suatu ketika, saat itu adalah hari pergelaran kesenian di sekolah mereka. Doni memberanikan diri untuk mengajak alisa untuk menonton acara tersebut. "Duh aku ga bisa don, aku udah ada janji dengan orang lain", jawab alisa kepada doni. Dengan wajah yang gundah doni berjalan, tak ada senyum di wajahnya.
Malam pun datang, doni datang ke acara kesenian di sekolahnya bersama teman-temannya. "Eh doni itu kan alisa!!!", kata teman doni kepadanya. Doni lalu berlari ke arah alisa, "katanya kamu ga bisa datang?", tanya doni kepada alisa. "Aku kan bilang aku udah janji ama orang lain, bukan aku ga bisa datang", jawab alisa. "Emang kamu ke sini ama siapa?", tanya doni lagi. "Tuh", tunjuk alisa. Doni melihat seorang lelaki yang sedang bernyanyi di atas pentas. Dengan sedikit sedih doni menjawab, "ou ya udah met fun aja ya", kata doni. Lagi-lagi doni berjalan dengan kesedihan di hatinya, mungkinkah ini balasan dari dirinya yang selalu menolak banyak wanita?.
Malam itu suasana terlihat sangat meriah dan ramai, wajah gembira terpancar dari para murid yang hadir saat itu. Tapi tidak dengan doni yang hanya murung, ntah apa yang dipikirinnya. "Udah la don, ngapain lo kaya gini?!, masih banyakkan cewek lain?", kata seorang teman doni yang ingin menghibur perasaannya. Tapi doni hanya terdiam.
"Yuk kita sambut alisa!!!!", kata pembawa acara saat itu. "Don alisa nyanyi, wah hebat yah udah cantik, pinter nyanyi lagi", kata seorang teman doni. Doni langsung menatap ke arah alisa yang perlahan berjalan ke atas pentas. "Lagu ini saya tujukan kepada seorang yang selama ini saya kagumi. Penonton lalu bersorak mendengar kata dari alisa itu, "siapa tu!!!?!!!?". Alisa kemudian langsung bernyanyi, sesaat alisa sedang menikmati nyanyiannya, tiba-tiba seorang lelaki datang menghampirinya dengan bunga di tangannya. Alisa menerima bunga itu dengan senyum di bibir mungilnya.
"Emang aku ga pantes buat alisa", kata doni dalam hati. Doni pun berjalan perlahan dengan gundah di hatinya. "Don lo mau kemana!!!", teriak teman doni. Tapi doni seakan tak mendengar perkataan dari temannya itu dan terus berjalan. "Doni!!!", terdengar suara seoarang cewek yang memanggil dirinya. Doni lalu menatap arah suara tersebut. Doni melihat sosok alisa sedang menunggunya dari kejauhan. "Ada apa alisa?", tanya doni?. "Kamu tahu tadi aku nyanyi buat siapa?", tanya alisa. "Buat aku?", tanya doni dengan perasaan yang super PD!!. Alisa tersenyum dan berkata, "bukan doni, lagu tadi buat teman kamu", Jawab alisa. Wajah doni yang awalnya terlihat bahagia berubah gundah dan marah, tapi tak bisa diungkapkannya. Doni langsung berjalan meninggalkan alisa, sambil berkata "ou gitu...ntar aku sampaiin".
Namun sesaat doni berpaling dari alisa, alisa memanggilnya lagi, "doni!!!". Tapi doni tetap seakan tidak peduli.
Hari berganti dan terus berganti, terdengar kabar di sekolah doni bahwa alisa sang bidadari sekolah akan pindah sekolah lagi. Malam itu doni sedang berkumpul dengan teman-temannya, "don alisa bakal pindah sekolah 3 hari lagi, besok malam kan ada acara amal sekolah, nah gua yakin alisa nyanyi lagi, lo ungkapin donk perasaan lo!!!, jangan diem kaya gini!!!". "Ah dia udah punya pacar sob!!!", jawab doni.
Esok pun tiba, ketika malam menjelang, ternyata benar alisa nyanyi pada malam itu. "Yuk kita sambut alisa". Terdengar suara cantik alisa secantik wajahnya. Malam itu alisa menyanyikan sebuah lagu, pelukalah diriku dan jangan kau lepaskan ku (pasti pada tahu ya). Setelah alisa berhenti bernyanyi, pembawa acara bertanya kepadanya, "lagu tadi buat siapa tuh lisa?", "Lagu tadi buat seorang yang sangat special buat aku", jawab alisa. Mendengar perkataan alisa itu doni seakan ingin menangis, memang doni bukan seorang yang cengeng tapi, semua pasti melakukan hal yang sama jika seorang yang sangat dicintainya telah ada yang memiliki. Doni lalu berjalan ke arah alisa, dan naik ke atas pentas. "Boleh gua nyanyi?", tanya doni kepada pembawa acara. Pembawa acara yang juga teman doni langsung mengizinkan doni untuk bernyanyi. Doni langsung mengambil gitar dan bernyanyi, "Dewi berikan nafasmu untukku" (pasti tahu lagu alexa). "Wah...doni!!!", begitu teriakan pembawa acara setelah doni selesai bernyanyi. "Lagunya buat siapa doni?", tanya pembawa acara. "Lagu ini buat seorang yang telah memiliki tapi aku masih sayang ama dia". Penonton dan teman-teman doni langsng berteriak mendengar perkataan doni. "Apa lagu tadi buat aku?", tanya alisa. Doni hanya terdiam. Alisa pun berkata lagi, "kamu tahu doni, setiap aku nyanyi lagu itu aku tujukan buat siapa?", kata alisa. "Bukan buat aku kan?, yah pasti buat orang yang kamu sayangi aja", jawab doni. "Emang bukan buat seorang yang namanya doni, tapi seorang cowok yang namanya dodon", lanjut alisa. Wajah doni langsung memerah mendengar alisa, karena dodon itu adalah panggilan doni di keluarganya dan di teman-teman dekatnya. Doni langsung berjalan ke arah alisa dan...PEnonton mulai bersorak-sorai melihat doni dan alisa. "Berarti...", kata doni. Alisa langsung menutup bibir doni dengan jari telunjuknya. "Ya orang yang aku sayang itu kamu doni...", kata alisa. Doni langsung memeluk alisa seakan hanya mereka berdua yang hadir malam itu. Malam itu adalah malam yang sangat berarti bagi doni dan juga alisa. Sungguh bahagia bukan...
The end.....
"Cinta yang terpilih"
Sebatas ucapan dan perasaan serta bergulirnya waktu tentu kita pernah merasakan hal yang semua orang merasakannya yaitu cinta. Cinta bukan hal baru atau asing lagi atau bahkan mungkin sering kita dengar, namun sudahkah kita coba untuk memahami bukan sekedarnya mengerti atau malah kita abaikan saja karena terlalu sering, tidak penting dan hanya teori saja. Semua tergantung pada pemikiran masing–masing bagaimana menanggapinya, menerapkan dan mengartikan dalam kehidupanya.
Cinta adalah anugerah perasaan yang alloh berikan kepada manusia untuk dapat saling mengerti, memahami dan mau berbagi. Alloh berikan kita nikmat memandang, mendengar, merasakan dan memiliki. Mata ibarat jendela hati lewat pandangan kita dapat meraskan hal yang sedang terjadi pada seseorang, dengan senandung kita dapat mendengar syahdunya suara itu dan atas ijin alloh kita dapat memilikinya. Namun terkadang apa yang kita miliki tak seperti yang diharapakan, begitu pula dengan cinta tak selalu seindah yang kita bayangkan. Dari hal itulah bagaimanakah kita memilih cinta yang kita impikan? Tentunya kita serahkan semua kepada yang kuasa, jalanilah semua dengan ketulusan dan apa adanya.
Awal berseminya perasaan …
Waktu bergulir terasa begitu cepat dengan angin yang bertiup sepoi serasa menyisir helai-helai rambut. Adit berjalan dengan penuh riangnya menyambut hari-harinya yang penuh dengan misteri perasaan di hatinya. Dengan langkah tegap dia menyapa teman-temannya, selamat pagi teman-temanku tercinta.!!! Ha…ha..ha..seraya teman-temannya pun tertawa dengan raut ledekan kebiasaan mereka. Gimana friend penampilanku menyakinkan bukan, adit mencoba menunjukkan kedewasaanya dalam berpenampilan. Apanya yang menyakinkan yakin malu-maluin iya..ha..ha...ha saut temannya. Wah kalian ngledek terus nih dukung dong temen yang mau tampil lebih baik, ok lah kami dukung kok tapi tunggu yah ga biasanya kamu tampil rapih gini pasti ada sesuatu. Yah benar saja ternyata ada seseorang yang membuat adit tak sanggup memalingkan pandangannya setiap kali dia bertemu. Cewe itu bernama dewi isnari teman satu kelasnya di tempat kursusnya, namun adit lebih asyik memanggilnya ..iis. Sudah beberapa hari ini adit memperhatikan iis sejak mereka tak sengaja bertatapan sewaktu kegiatan dikelas. Tak lama kemudian iis berjalan menuju kelas adit pun menatap dengan pesonanya tatapannya tak lepas sampai iis masuk kelas, teman-temnnya pun mulai curiga. Woi ada apa dit kok kamu ngliatin dewi sapaan teman-teman adit kepada iis. Ah gapapa kok, alah ngaku aja kamu suka ya ama dia enggak kok tapi iis kan cantik.. hah siapa iis hanyo mulai ga bagi-bagi cerita yah..bukan siapa-siapa kok. Adit sedikit tenang teman-temannya tak paham bahwa iis sebenarnya adalah dewi.
Waktu semakin siang materi kursus pun akan segera dimulai, dengan bergegas adit dan teman-temannya masuk ke kelas, namun adit terlihat berbeda lirik tatapannya terus menuju ke iis. Tak lama pengajar kursus pun datang, dengan hikmah adit menikmati materi dan menatap ke elokan wajah gadis pujaannya. Setelah beberapa jam waktu belajar hari ini pun selesai, tak lama setelah teman-teman adit pulang adit bergegas menghampiri iis. Hay… iis ya.. dit kamu seneng banget panggil aku iis gak kaya temen yang lain, yah biar simpel aja dewi eh…iis. Dengan senyum iis menatap siapa sih dit iis, iis tuh pendiem, cantik dan ngertiin banget kalo aku salah pasti di nasehatin..hmm iis yah kamu itu. Ah bias aja kamu dit aku biasa aja kok enggak kamu special buat aku, hmm terus ngerayu yah. Ada apa dit aku mau pulang nih, nah kebetulan aku anter yah..hmm gimana yah aku dah janji nih ma pacar ku?! Adit hanya terlamun mentatap iis, hey..door!!! he..he… aku becanda kok, boleh kok sekalian pulang kebetulan aku pulang sendiri nih. Adit terkejut hampir saja penantiannya sia-sia, dengan muka semangat adit mengantar iis pulang.
Sembari di jalan adit mulai kebingungan mau ngomong apa tapi tiba-tiba ada ide karena mereka kursus komputer pemrograman adit mengajak iis jalan cari buku software. Iis adit mulai bertanya, iya dit apa? Sabtu besok kamu ada acara gak, enggak dit kalo sabtu aku nyante-nyante aja dirumah sambil baca-baca aja. Nah kebetulan tuh kita cari buku yuk..gimana yah tapi aku gak janji ya dit aku ijin dulu yah. Iya deh iis tapi usahain bias yah ..he..he..alah kamu nih belum juga aku minta ijin ya deh aku usahain besok aku minta ijin, ok mas adit..wah..wah sejenak hati adit melayang-layang gadis pujaanya menyapa dengan panggilan mas, adit mulai optimis dengan harapannya. Kenapa dit..ah gapapa iis. Tak lama adit tiba dirumah iis, makasih yah dit mampir gak? Engga dulu iis besok-besok aja yah. Iis jangan lupa besok yah…iya mas aditku..wah adit semakin bangga dengan perasaannya, ya udah aku pulang dulu yah, iya makasih yah.
Dijalan adit pun tak bisa menahan perasaan senangnya, betapa harunya dia mendengar sapaan iis. Sesampai dirumah adit tetap tersenyum-senyum terus, malampun menjelang dia pun tak mampu memejamkan mata teringat akan kata-kata iis tadi siang. Hatinya mulai bersenandung bak pujangga yang menghujani dewi asmara dengan kata-kata puitisnya.
Pagi ini terasa berbeda dengan biasanya aku merasa dunia begitu luas penuh dengan senyuman dan lebarnya harapan adit mulai beranjak dari tempat tidurnya. Kebiasaan yang tak pernah dilewatkan adalah sarapan pagi bersama keluarga, pagi semua…! Sapa adit…tak lama ibunya membalas..wah tumben nih jam segini udah rapih nak, hal apa yang bikin akmu berubah gini. Enggak ko bu..aku pengen lebih baik aja menyikapi hari-hari ku. Syukur lah nak kamu memang harus begitu beri contoh yang baik pada adik-adik kamu dari hal yang kecil mulailah untuk disiplin, disiplin modal utama buat masa depan kamu tantangan di luar akan begitu besar jadi harus kamu siapkan dari sekarang nak, sambut ayah adit. Insya alloh adit akan pegang amanah ayah dan ibu. Adit mulai berfikir dalam hati, apakah aku sudah bisa jadi contoh buat adik-adik aku? Atas dasar apa aku berubah seperti ini? Adit mulai menyimpan senyumnya dan memulai sarapan pagi.
Waktu telah beranjak siang adit telah siap berangkat ke tempat kursus, di jalan dia mulai berfikir lagi tentang perkataan ayahnya. Adit mulai membuka hatinya dia bersyukur telah ada seseorang yang mampu merubah hidupnya, adit pun bulatkan tekatnya untuk benar-benar berubah bahwa dengan niat yang baik insya alloh akan menuai kebaikan. Tak lama adit sampai di tempat belajarnya teman-temannya telah menunggu di dalam kelas. Dari arah kelas gadis pujaan adit telah menunggu di samping pintu, pagi dit..pagi juga iis..gimana dit dah belajar hari ini kita kan tuntas modul 1, oh memang dah selesai semua? Iya lah dit hari ini kita kan ujian praktek, hayo kamu ga belajar yah pasti mikirin aku.he…he… hmm kamu nih iis aku dah belajar kok, adit pun tersenyum malu padahal waktu semalam habis memikirkan iis, adit sedikit terkejut mulailah hatinya merajut lamunan benar ga yah iis juga ngrasain apa yang aku rasain? Dit …dit …hello, eh…iya iis maaf kenapa gapapa, aneh kamu dit yuk masuk dah mau mulai jam praktek nih.
Pukul sebelas tiga puluh adit keluar dari kelas, begitu juga yang lain tak lupa sang pujaan pun keluar. Giaman iis bisa gak, alhamdulilah dit insya alloh bisa, kamu gimana? Lumayan iis..he..hee..ah kok lumayan sih harus bisa donk kalo kamu ngulang ntar aku tinggal lho..he..he..engak dit becanda kamu pasti bisa dit, makasih iis. Mulailah mereka berjalan adit mulai menagih janjinya, iis gimana bisa gak nanti sore, iya dit bisa kebetulan nih aku mau belanja juga disuruh ibu mau yah anter aku. Wah..wah adit dengan tegas langsung menjawab pasti..is aku bisa. Hmm…dasar adit..sapa iis, makasih yah dit..iya sayang..apah??? ngomong apa kamu dit..enggak iis kamu salah denger, al..ah ngomong apa hayo…? Gini is aku bilang sayang, iis terlamun sejenak..sayang maksudnya apa dit? Ya sayang…lah kamu nih bikin penasaran aja. Udah..udah ga usah dipikirin…uuuhhh ya udah, aku pulang ya dit nanti jangan telat jam dua awas lho telat, ok iis sayang gumam adit dalam hati.
Panah asmara adit…
Jarum jam telah menunjuk pukul dua adit telah siap menjemput iis, tiga puluh menit kemudian sampailah adit dirumah iis, hey..iis menyapa dari arah pintu dah siap dit langsung yuk, aku pamit dulu yah. Lamunan adit mulai terbayang di atas sepeda motor jantung yang berdetak kencang menambah getar hatinya, adit berfikir harus ada waktu yang tepat hari ini juga harus ku ungkapkan perasaanku. Dit..iya iis kok kamu diem aja, iya nih iis grogi.he..he..biasa aja lah dit kita kan temen jawab iis, iya kan dit..iya iis. Mulai ada pikiran ragu dalam benak adit mungkin ga yah iis mau nerima aku, tapi pokoknya aku harus ngomong nanti. Iis mau kemana dulu nih? Belanja aja dulu ya dit nanti belanjaanya di titipin deh soalnya nyari buku kan lama dit.
Sembari menemani belanja adit berfikir cara bagaimana menyampaikan perasaanya. Dit…, iya is udah yuk dah semua nih kita tinggal cari buku aja. Masih aja adit melamun bagaiman…bagaimana dan bagaimana? Cara ngungkapin ke iis. Jangan bengong lah dit bantu dong cari buku buat materi ujian besok, oh..iya iis di sebelah sana tuh tempat buku-buku software. Lama mereka berbincang sambil mencari buku, tak terasa sore telah menjelang. Dit dah sore nih pulang yuk dah dapet kan bukunya, iya nih iis dah sore juga yah. Jantung adit mulai berdebar kencang waktu semakin sempit buat ngomong sama iis. Tapi iis…kenapa dit? Nih kan dah mau malem makan dulu yuk sekalian aku juga pengen ngom nih. Mmm…boleh dit tapi jangan kemaleman yah nanti ibuku marah dah ditunggu nih, mang mau ngom apa sih dit..? ada dehh…!! mulai nih adit tebak-tebakan yah. Pokoknya ada lah iis, ya udah yuk dit cepet dah mau magrib juga nih tapi sholat dulu ya dit, iya iis.
Tibalah saat-saat yang mendebarkan, dit makan nasi goring aja yuk? Boleh iis. Sesampainya di tempat makan adit mulai berkata pada iis. Iis boleh akn aku ngomong? Boleh aja dit mau ngomong apa nih serius banget. Yah bener banget iis ini serius banget buat aku, aku harap kamu juga serius menanggapinya..yah. adit-adit biasa aja lah jangan gugup gitu, dah cepet ngomong. Mmm…mmm..gimana yah??? Lah kamu dit tadi dah gugup sekarang Cuma ammm…ammm aja, bentar yah iis. Adit sadar dia susah buat ngomong idenya pun muncul diambillah sehelai kertas putih. Iis.. ya dit. Kamu lihat ini apaan? Kertas kosong dit, baliknya? Juga kosong dit. Yah bener is sama seperti hatiku, lama sudah hatiku merasa kosong tanpa ada seseorang yang mengisi hari-hariku, seperti kertas putih ini kosong tanpa bergaris. Mau kah kamu iis menggoreskan makna dalam hatiku, maksud kamu dit? Iis mulai bingung dengan anggapan adit. Mungkin kamu tak pernah tau apa yang terjadi dua tahun yang lalu, aku sempat menatap wajah elok seorang gadis dan dengan lugu dia menundukan wajahnya. Aku tak pernah tau siapa dia bahkan namanya aku tak pernah dengar, namun dia mampu membongkar kebekuan hati ini. Aku ingin memilikinya menjadikannya arti dalam hidupku tapi aku tak pernah bisa bagaimana dan seperti apa harus ku katakan padanya.
Semua ku simpan rapih hingga kini dua tahun kemudian dia telah berada di dekatku dan akupun telah mengenalnya “dewi isnari “ nama yang lama ingin ku ketahui. Iis maukah kamu menjadi pilihanku mengisi hatiku dengan ketulusan dan keluguanmu, maukah kamu jadi pacarku iis? Iis terdiam dan memikirkan perkataan adit, dit benarkah yang kamu ucapkan itu? Ucapan hanyalah cara langkah agar kamu tau iis, itulah kenyataan yang ku rasakan selama ini hingga aku bisa berkata seperti apa yang kau dengar. Tapi dit, apa kamu yakin dan mampu menjalani apapun yang akan terjadi nanti? Beri aku harapan iis biarkan aku mencoba menjalani apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi nanti, aku janji iis. Baiklah dit tapi aku minta beri aku harapan jangan janji yang hanya engkau ungkap karena janji bisa saja di ingkari kita tak pernah tau apa yang akan terjadi dit, namun harapan mampu merubah apa yang telah terjadi dan mengokohkan janjimu itu. Lalu bagaimana jawaban kamu iis? Iya dit aku mau, aku senang menjadi pilihanmu dan aku mau menjalani semua denganmu dit. Adit terpana mendengar perkataan iis rasa bahagia pun menyelimuti hatinya. Benar iis? iya mas adit..makasih ya iis aku seneng banget lama aku menunggu dan kini aku bisa merasakan apa yang menjadi harapanku. Iya…iya..udah dit bersyukurlah pada tuhan karenanya kita bisa bertemu kembali, iya iis aku bersyukur mudah-mudahan aku bisa menjaga kesempatan ini. Ya udah dit makan yuk dah malem nih ibu dirumah dah nunggu. Iya maaf iis jadi kelupaan gini, yuk makan terus aku anter kamu pulang.
Seusainya adit mengantar iis pulang dan jam delapan tiga puluh malam adit tiba dirumah iis. Dit, makasih yah..sama-sama iis aku seneng banget mala mini, iya dit aku juga seneng. Aku masuk dulu ya dit ga enak dah malem nih, iya iis aku pulang yah, hati-hati di jalan dit sampe rumah istirahat yah. Iya sayang..hee…hee alah kamu mulai deh adit tapi gapapa aku juga seneng kok. Hmmm…kamu juga sama bilang aja pengen di panggil sayang iya kan!! Yeee…kamu nih dah sana dah malem nih, iya pulang dulu yah..iya hati-hati dit.
Perjalanan Cinta…
Malam berparas dengan rona sinar rembulan menggambarkan kebahagiaan mereka, dengan apa yang telah terjadi. Hingga ke esokan hari kembali menentukan langkah mereka.
Aku terbangun dari hatiku yang telah lama terlelap, aku tersenyum setelah sekian lama termenung kini tatapnya telah ada di hadapanku, ijinkan aku menikmati anugerah yang engkau berikan tuhan hanya engkau yang mengerti apa yang akan ter’takdir kepada kami dan hanya kepadamu aku memohon petunjuk berilah hati ini ketulusan dan kejujuran untuk mencintainya tanpa mengurangi cintaku padamu.
Seperti biasanya adit harus berangkat ke tempat belajarnya hari ini adalah ujian tutup modul yang kedua. Sesampainya adit menyapa teman-temannya yang asik belajar di depan ruang kelas, pagi semua… eh..adit tumben agak siangan iya tadi kesiangan bangunnya, giamana nih ujian? Ya ujian lah di kerjain masa iya tidur..haa…haaa… tawa teman adit. Sial…, kamu tuh yang sial dit dah tau ujian masih ngomong..ha..haa… dan dari jauh iis datang tetep dengan senyumnya yang ramah. Pagi semua…pagi dewi..sapa teman adit hanya adit yang menyapa dengan panggilan iis, pagi iis.. wah…wah kok iis kayanya kalian akrab banget nih hayo ngaku aja sekarang mumpung masih pagi kalian pacaran yah??? Saut teman adit dan adit hanya terbengong sementara iis hanya tersipu malu lalu masuk kelas. Ngaku aja dit?? Saut temannya lagi… ok deh iya ku mang pacaran ma dewi nah iis tuh dewi yang dua tahun lalu aku ngliat dia waktu pergi ma kalian. Oh..oh..itu toh iis sambut teman adit.
Tak lama setelah ujian iis menghampiri adit, hey dit…hey..iya iis dah makan belum dit? Aku dah sarapan di rumah tadi, mau ga temenin aku makan? Boleh aku juga haus nih. Sambil makan mereka asyik mengobrol namun tiba-tiba iis termenung dan adit pun mulai heran sepertinya iis ingin mengatakan sesuatu. Iis kamu kenapa tiba-tiba diem gitu? Dit mungkin gak yah kita bisa kayak gini terus? Kamu kenapa iis ada masalah atau aku salah ngomong? Enggak dit aku baik –baik aja kok, lalau kenapa kamu ngomong gitu? Enggak dit, udah ga usah dipikirin. Jangan gitu dong iis aku jadi ga enak nih rasanya spertinya kamu sembunyiin sesuatu. Enggak dit udahlah. Iis tersenyum untuk menyembunyikan kegelisahannya kepada adit.
Dit, ga kerasa yah dah tutup modul habis itu kita tinggal dapet materi ketrampilan dan selesai deh dari sini. Ini kan baru dasar dit habis selesai dari sini kamu mau kerja atau kuliah nih? Aku sih pengen kuliah iis kalo kamu gimana? Aku ga tau dit, lho kenapa? Yah bingung aja kakak’ku pengen aku tinggal ditempatnya dan kalo pun aku mau kuliah juga harus disana. Mang kakak kamu dimana iis? Ada deket ko dit, iis terpaksa bohong kepada adit bahwa sebenarnya kakak iis jauh dari kota mereka , iis tak mau membebani adit karena sebentar lagi mereka ujian akhir dan adit harus kuliah. Oh..gitu terus kamu mau disana iis, kemungkinan besar iya dit. Jangan lupain aku ya iis kasih kabar yah nanti biar aku tau sapa tau bisa bareng lagi..hee..hee. iis tersenyum sendu melihat wajah lelaki yang membuatnya merasa bahagia menjalani kehidupannya.
Waktu yang terasa begitu cepat mereka terus bersama saling berbagi, member dan menjaga hingga tiba saatnya waktu yang terasa sendu untuk dilewati. Ujian pun telah berlalu dan mereka telah menyelesaikan waktu belajar bersama. Dit, ga tersa yah sekarang udah lulus. Iya iis cepet banget yah, dit..iya. aku mau ngomong sesuatu nih, boleh iis. Tempo hari aku dah pernah ngomong dit ma kamu bahwa aku harus tinggal di tempat kakaku, iya iis kamu jadi disana? Jadi dit dua minggu lagi aku berangkat, wah boleh dong aku anter? Ga usah dit jauh. Lho kata kamu deket, engga dit ku bohong tempat kakaku jauh di sana dan jauh dari tempat kita bersmaa. jauh banget iis?, terus gimana dengan kita iis? Dua tiga tahun aku baru pulang tapi aku ga janji dit mungkin bisa lebih, mata iis mulai berkaca-kaca menatap adit dan butiran air mata pun menetes di pipi iis. Kamu masih mau kan iis melanjutkan apa yang telah kita bina meskipun jauhnya jarak, iya dit. Iis menganggukkan kepala sambil berlinangan air mata. Adit pun mulai merintih menghadapi apa yang akan terjadi nanti dan adit terus menyakinkan iis. Iis, lihat aku tatap mataku iis air mata yang menetes bukanlah apa namun hatiku terus memeluk jiwamu sesuatu yang sangat berharga yang pernah aku miliki, angkat jari manis kamu iis aku ingin terus bersamam mu apapun yang terjadi meski jarak akan melonggarkan tatapan kita tapi tidak untuk cintaku padamu iis, genggamlah cintaku disana nanti iis. jangan biarkan ruang waktu menghalanginya dan jangan lupakan aku iis. iya dit aku akan terus coba mencintaimu dari jauh dan merasakan dalam hati yang paling dekat seperti saat ini saat-saat yang kita jalani bersama. Iis…tengoklah hari esok akan lebih indah kebersamaan kita, akan lebih indah apa yang pernah kita jalani jika kita mampu melewati ini semua, bentangkanlah harapanku dan harapanmu dalam satu garis saling percaya dan mengerti. Jadikanlah beban sebagai ujian dan jadikan janji sebagai amanah hidup yang fana ini dan jangan pernah sesali karena jalan hidup tak pernah bisa kita tentukan.
Cinta adalah semenanjung harapan, ladang untuk berbagi…
Musim untuk bersemi dan ikrar untuk berjanji…
Ucapkanlah karena ikhlasmu, rasakan dengan tulusmu…
Dan terima karena takdirmu…
Dua minggu pun telah tiba, saatnya iis meninggalkan kota tercinta dan kekasihnya. Dit..hati-hati yah jaga dirimu baik-baik disini lanjutkan masa depanmu, gapailah apa yang kamu inginkan. Iya iis, kamu juga yah jaga diri baik-baik ingatlah apa yang kamu mampu ingat dan biarkanlah apa yang tak pernah mampu dan diluar batasmu, iis aku sayang kamu jangan lupakan aku yah..iya dit aku juga sayang kamu, aku akan sangat merindukanmu dit. Aku juga iis, udah dit jangan kamu teteskan air mata kamu! Biralah iis air mata ini menggenangi gerimis di hatiku.
Jauhnya jarak dan kebimbangan…
Tidak mudah menerima keadaan namun lebih berat lagi untuk menghindari keadaan, itulah hal yang dirasakan adit. hari-hari terus dijalani satu bulan sudah jarak memisahkan iis dan adit. kini adit telah melanjutkan pendidikannya di universitas, satu bulan pertama mereka masih baik dalam berkomunikasi dan tetap berbagi meskipun jauhnya jarak yang terbentang. Namun tak pernah disangka dua bulan kemudian badai mulai berbaris mengguncang hubungan mereka.
Sore yang melelahkan buat adit selesai kuliah dia berniat menghubungi iis, sambil berbaring melepas lelah adit menelpon iis, namun tak diangkat oleh iis sementara senja semakin gelap di sore itu adit putuskan untuk sms saja agar iis membalas jika sudah tidak sibuk nanti. Selepas makan malam adit santai sambil mendengarkan musik berharap iis membalas smsnya. Jam Sembilan malam adit mulai gelisah sms tak kunjung di balas iis hingga mata terpejam adit tetap menunggu. Saat adit membuka mata adit tersenyum melihat di layar hp tercantum sms dari iis tetapi adit terdim setelah membaca isi sms dari iis. Dit, apa kamu ga ngerasa bosen tiap saat sms aku terus? Maaf dit aku ga angkat telpon dan baru bales sms kamu, aku ga mut buat ngomong dan nulis sms. Apa baiknya kita batesin waktu buat sms’san dan telpon?
Kok kamu ngomong gitu sih? Apa kamu ga pengen saling tau kabar kita, kenapa sih mesti ga mut iis? entah apa yang terjadi iis membalas hingga adit merasa tak lagi seperti dulu. ‘ya udah lah dit, terserah kamu baiknya gimana? Badai pertengkaran pun melanda hingga adit membuat keputusan, ‘baiklah iis kita batasi saja dua kali satu mingga aku sms dan telpon yah. Ya udah dit, makasih yah aku istirahat dulu yah…iya iis sama-sama.
Berat bagi adit menjalankan keputusannya karena rasa cintanya dia tak ingin kehilangan kabar iis walau sekejap saja. Apa aku salah berusaha menjaga hubungan dan komunikasi dengannya? Apa aku terlalu berlebihan mencintainya? Aditpun merenung dalam hati, mencoba memahami maksud iis.
“Hati tak mampu bercermin pada kaca, hati bercermin pada kata dan perbuatan hal yang terbaik mungkin jalanilah dengan apa adanya, meskipun tangan tak berjabat dan wajah tak bertatap hanya lewat hatilah aku berharap”.
Begitulah terus dijalani hingga beberapa bulan kemudian mereka kembali seperti biasa tak ada lagi batas untuk berkomunikasi. Hingga suatau hari prahara kembali menimpa mereka, hujan yang terus mengguyur kota diamana adit menggali mimpinya sepertinya suasana mengiringi apa yang di alami adit.
Iis..aku boleh Tanya gak? Boleh dit, kenapa kamu iis dua bulan setelah di sana kamu agak berubah kamu lebih banyak diemnya? Ga tau dit aku males ngomong. Apa aku ganggu kamu iis? kok kamu ngomong gitu sih dit! Aku ga suka cara kamu. Lalu bagaimana aku harus bersikap padamu iis? dengan cara apa aku harus mencintaimu? Dulu kamu pernah ngomong, ‘beri aku harapan jangan janji yang hanya kamu ungkapkan’ sekarang mana harapan itu? ya udah lah dit, udah dulu ya aku cape!. Lho kok kamu gitu iis? kenapa sih beri aku penjelasanmu? Baik lah dit, sebaiknya kita sendiri-sendiri dulu aja yah aku butuh waktu dit, satu bulan aja dit? Kok gitu sih iis, kenapa setiap ada masalah meski kita hindari terus aku gak mau iis. ya udah lah dit terserah kamu aja!! Udah dulu ya dit aku pengen istirahat..ya udah iis baik-baik disitu yah.
Setelah sekian waktu mereka berpilah pilih waktu untuk berkomunikasi, akhirnya satu keputusan berat harus mereka terima. Saat – saat yang tak terbayang begitu cepat terjadi.
Waktu liburan kuliah adit pulang ke rumahnya, kota yang telah banyak mengajarkannya tentang kehidupan. Senja yang tak begitu cerah menuntun adit untuk mengambil sebuah keputusan, iis pun demikian ada sesuatu yang ingin di bicarakan namun waktu menghakimi adit untuk berkata terlebih dahulu. Sore itu adit menelpon iis, met sore iis kamu lagi dimana? Aku lagi dirumah dit, ada yang mau aku omongin iis? cukup lama aku lamunkan iis apa yang begitu berat menimpa apa yang selama ini telah kita bina bersama, apa isyarat ini iis? aku pun tak tau dit, sebaiknya kamu pikirkan saja masa-masa belajar kamu dit. Maksud kamu iis? yah tak ada jalan terbaik di saat kondisi seperti ini dit, kita hanya cukup saling memahami dan mengerti apa maksud keinginan kita masing-masing. Aku tau maksud kamu iis, mungkin baiknya kita akhiri dulu semua iis. akupun tak ingin menghalangi kebebasanmu iis, untuk menikmati apa yang membuatmu bahagia apalah arti hadirku jika tanpa bahagiamu. Aku akan tetap mengharapmu iis, bawalah separuh rasa dihatiku dan biarlah separuhnya untuk mengenangmu.
Maafkan aku dit dan maafkan apa yang terjadi padamu karena aku. Sudahlah iis semua telah tertakdir dan harus terjadi padaku dengan melibatkan kehidupanmu. Makasih dit untuk semuanya kamu akan selalu ada sebagai orang yang pernah terdekat dalam hatiku, jaga diri kamu baik-baik ya dit udah dulu ya aku harus siap-siap berangkat kerja. Iya iis makasih juga atas kerelaanmu berbagi denganku.
Rintik hujan mengiringi akhir kisah mereka apa yang tak pernah terkira akan terjadi dan kini tak pernah terkira harus berakhir.
Hari-hari yang begitu berat harus dijalani oleh adit benaknya tak mampu melupakan hilangnya seseorang dalam hidupnya gadis yang dulu selalu dinanti di setiap hari-harinya. Di sela-sela liburannya adit tak sanggup menahan kepedihannya dia selalu terdiam dan kehilangan senyum yang dulu terasa indah mengiringi hari-harinya.
Ya alloh aku hanya bersandar padamu akupun tak mampu menghadirkan harapan seperti apa yang telah engkau anugerahkan padaku, aku hanya mampu memohon dan berusaha menjalani apa yang harus terjadi padaku beri aku petunjukmu ya alloh dengan apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi nanti. Dulu jalan ini menjadi alunan langkah di saat bahagia, sedih dan beratnya sebuah pilihan namun tetap ku jalani dengannya. Kini telah terukir kenangan di sini tempat yang menjadi awal perjalananku dengannya.
Beberapa minggu kemudian adit harus kembali menjalani masa waktu belajarnya dia harus melanjutkan kembali kuliahnya setelah beberapa minggu masa liburan. Tak ada yang berubah dengan suasana di sana hanya ada satu rasa yang hilang, rasa yang dulu menjadi penghilang lelahku dan tempat berbagiku.
Empat bulan setelah adit kehilangan iis, mereka masih tetap berkomunikasi sebagai sahabat namun adit masih tetap mencintai iis. Meskipun iis menunjukkan sikap yang berbeda adit tetap menggenggam rasa cintanya dalam hati bahkan adit heran dengan perubahan yang terjadi pada iis. sepertinya iis telah bahagia dengan kehidupannya di sana.
Dengan berat adit harus berusaha melupakan iis dan seseorang pun datang dalam kehidupan adit. Sore setelah adit pulang kuliah sambil beristirahat ada pesan yang ia terima, “sore adit lagi ngapain ingat gak ma aku? Sejenak adit terheran ia tak tau pengirim pesan itu adit pun coba mencari tau denagn mengubungi no itu. Siapa ini yah? Masa lupa dit? Siapa yah aku ga tau nih? Aku ani dit, erna setiani, coba deh inget-inget. Adit terdiam dan mencoba mengingat ingat dan akhirnya diapun ingat akan sesuatu hal. Ooh iya ani yah, yang dulu kenalan di bis kota kan kalo ga salah kita masih satu daerah kan rumahnya? Hee..heee..pinter iya bener banget dit, kok masih inget ma aku hayo dipikirin terus yah? Kamu bisa aja an..kan kamu yang ingetin aku tadi, gimana kabar kamu? Baik dit, kamu giaman? lagi kuliah aja yah? Aku juga baik an, enggak an lagi dikost aja. Maksudku kamu lagi nglanjutin kuliah habis kursus, giama sih kamu dit? Hee..hee…iya an, kamu sekarang dimana? Aku di Jakarta dit, lagi kerja sambil kuliah aja. An kalo ga salah kamu yang dulu nangis ketinggalan angkot kan..he..hee… Ah ngledek kamu dit aku kan takut ga bisa pulang tau…!!! Untung ada aku yak kan an…yeee gr banget kamu dit ga ada kamu aku juga bisa pulang. Udah dulu ya dit kamu ngledek terus sih.hee…hee enggak kok dit aku mau berangkat kuliah nih besok deh disambung lagi. Iya deh an kapan-kapan di sambung yah. Iya makasih yah daaaahh…adit.
Hari itu terlihat berbeda buat adit ia mulai bisa bercanda dan tertawa lepas setelah lama termenung. Ani adalah seseorang yang tak sengaja adit kenal beberapa tahun lalu. Malam harinya giliran ani yang menghubungi adit, beberapa kali telepon adit berdering namun adit tak tau karena keasyikan mendengarkan musik namun akhirnya adit mengangkat telpon ani. Iya an…hey lama banget ngangkatnya hayo lagi ma sapa? Ah enggak kok tadi aku ga denger hp’ku bunyi soalnya lagi dengerin musik. Ohh..kirain eh iya dit ganggu gak aku telpon ntar ada yang marah lho..? ah enggak an kamu ga ganggu kok ga ada yang marah an, kamu kali awas ntar cowo kamu tau marah lagi.hee..hee.. yeeh enggak lah aku ga punya cowo kok mana ada cowo yang berani marahin aku.hee…wah kamu galak yah jadi pada takut semua?? Enak aja siapa yang galak, ntar ga ada yang mau ma aku.. kamu ga pergi dit besok kan libur ngapel kek apa kemana gitu? Enggak ah an sapa yang mau diapelin? Yah penjual pecel lele atau penjual nasi goring gitu..hee..hee.. yah sial kamu an gentian nih ngledek? Hee..hee sory sih dit habis dulu kan kamu suka banget ma makanan itu ya kan!! Eh dit mang kamu ga punya pacar kayaknya suntuk banget gitu? Pernah ada sih an? Lho kok pernah ada mang dah enggak? Iya an baru empat bulan lalu kami putus. Ehh..sory dit aku ga tau jadi ngingetin kamu yah.. ga apa an, mang masih inget kok.hee..hee. Duhh..duh masing ngarep nih yee… yah gitu lah kira-kira an. Hmm gini nih kamu sih suka ngira-ngira jadi putusnya ya. Eh dit bulan depan aku pulang lho mau ga kamu temenin aku jalan-jalan, kamu pulang yah mau gak? Ya coba deh an besok lihat kalo bisa pulang aku pulang kok, kamu kabari aja kalo mau pulang.. ok deh adit besok aku kabari yah. dah dulu yah dit mau ke tempat temen nih, sana kamu ngapain biar ga suntuk gitu. Iya deh makasih yah an.. iya dit sama-sama.
Dan Adit pun semakin dekat dengan ani, adit mulai suka dengan cara ani ngobrol padahal belum lama mereka kenal namun mereka nampak telah lama kenal. Namun adit masih saja mengharapkan iis untuk dapat kembali menjalani apa yang telah retak dan menyatukannya kembali.
Tak pernah di sangka ani menyembunyikan hal yang begitu lama tersembunyi, sejak pertama bertemu ternyata ani telah suka ma adit. Ani tak tau bagaimana agar adit tau perasaannya, diapun takut adit telah dimiliki seseorang dan kepulangan ani adalah salah satu tujuannya agar adit tau perasaannya ternyata ani akan mencoba mengungkapkan pada adit.
Satu bulan yang terasa begitu lama bagi ani dan terasa cepat bagi adit. Akhir pecan bulan itu ani mencoba menghubungi adit, Sore dit lagi ngapain? Lagi di kost an aku mau pulang nih kerumah kebetulan sabtu minggu libur. Wah kebetulan banget nih kayaknya sabtu sore aku dah dirumah dit, kamu main ya dit mau gak? Gimana ya an, apa kamu ga capek? Enggak dit kan paginya istirahat dulu main yah dit? Iya deh an, besok malem aku main deh kerumahmu. Makasih dit ya udah kamu hati-hati ya di jalan aku juga mau siap-siap nih nanti sore aku juga pulang. iya deh an kamu juga hati-hati yah, ok dit.
Setelah beberapa bulan atau hampir satu tahun lamanya akhirnya ani dapat bertemu dengan adit, ani pun tak mengerti sejak pertama kali bertemu adit dan sejak itupula ani memendam harapan. Namun ani juga memendam keraguan apakah adit bisa menerima perasaannya keraguan ani cukup beralasan karena setelah berkenalan dan cukup lama adit belum pernah menghubungi ani. Ani tetap bertekat liburan ini ia harus bisa berbicara pada adit.
Sabtu sore adit menepati janjinya menemui ani rumah ani tak terlalu jauh dari tempat adit kira-kira 20 menit adit sampe tempat ani. Sejenak berhenti adit menghubungi ani, sore an…ak dah didepan rumah kamu nih boleh masuk gak? Udah nyampe dit!!! Kok ga ngomong dulu sih… kan kemaren dah ngomong jadi langsung aja ketempatmu.he…he… Hmm…dasar adit, ya dah tunggu bentar yang aku keluar. Tak lama ani membuka pintu rumahnya, ani kaget melihat adit akhirnya ia benar-benar melihat wajah adit kembali dengan sedikit malu ani menyapa adit. Hey…dit maaf yah nunggu.. iya gapapa an, lama yah ga liat kamu sekarang berubah? Ah..enggak dit biasa aja kok masih kaya dulu kan? Enggak an, dari cara kamu ngomong sekarang kamu kayaknya dah ga cengeng lagi nangis di pinggir jalan kaya dulu.he…heee… Hmm…terus ledek aja ampe puas, siapa juga yang cengeng baru liat aku nangis sekali kan..yeee.. masuk aja yuk dit ngobrolnya di dalem aja. Dengan langkah pelan adit masuk kerumah ani. duduk dit sapa ani. Iya makasih, mau minum apa dit? Ga usah an seadanya aja.hee… uuuhh..dasar adit, bentar yah.
Hey..bengong aja dit, nih minum dulu kan cape habis jalan. iya an makasih, ngomong-ngomong kok sepi pada kemana? Kebetulan lagi pada kerumah kakek dit jadi sepi deh.. gimana dit kuliah kamu? Baik-baik an, kamu gimana an hampir satu tahun ga kasih kabar? Ya gini lah dit aku mau telpon kamu tapi takut ganggu kamu nanti. Yah ganggu kenapa telpon aja an kalo sempet aku kan lupa no kamu. Hayo lupa atau nglupa nih..hee… enggak an lupa bener dulu ga aku simpan tapi kayaknya no kamu ganti ya? Iya dit aku ganti, no kamu gag anti-ganti hayo ada siapa tuh? Ga mau ganti. Yah enggak an males ganti-ganti aja.
Oh iya dit kemaren kamu ngomong habis putus ma cewe kamu yah? Dan tak sengaja ani menyinggung perasaan adit, sejenak adit terdiam. Upst sory dit maaf deh salah yah aku ngomong? Ga apa an semua dah terjadi kok. Kayaknya kamu berat banget kehilangan dia dit, yah aku tau dit perasaan kamu kalo kamu masih suka kenapa gak ngomong ke dia? Belum bisa an, dia mungkin dah bahagia dia sana aku takut menghalangi kebahagiaanya. Ya udah dit ga usah dipikirin dulu tuh kan kamu jadi sedih gitu, masa cemen gitu sih?..hee… waduh kamu nih an ngledeknya yah,!!! iya dit sory becanda aja kok , dah berapa lama dit putusnya? Udah hampir tujuh bulan an. Oh..dah lumayan lama yah, boleh dong aku ngomong? Ngomong apa an? Eh..enggak dit becanda kok. Tak sengaja ani mencoba berbicara namun ia membatalkan ia masih ragu akan keberaniaanya. Yah kirain mau ngomong apa an? Wah an aku pamit dulu yah dah mulai malem nih? Kok buru-buru dit baru jam setengah delapan? Yah kan dah dari sore si tempat kamu.. Ya udah deh hati-hati ya dit, makasih lho dah main. Iya an sama-sama. Dit ? ya..besok jadi kan? Jadi apa an? Yah lupa deh..kan kamu janji mau nemenin aku jalan-jalan..? oh iya an sory aku lupa ya udah jam berapa besok aku jemput? Jam sembilanan aja ya dit bisa kan? Bisa an besok deh aku jemput,ya dah aku pulang dulu yah? makasih dit, jangan lupa besok yah?hee…
Malam itu ani coba berpikir cara tepat untuk bicara pada adit, ia bertekat menghapus masa lalu adit dengan kehadirannya. Tekatnya begitu mmebulat hingga iya tak tau bahwa adit masing sangat mencintai iis.
Di sisi lain adit memikirkan kata-kata ani sore itu, bener juga yah kata ani kalo aku masih suka iis kenapa ga ngomong aja. Tapi gimana yah mau ga yah iis? pokonya aku harus yakin aku harus cepet ngomong sebelum terlambat. Gimana yah, oh iya aku tanya ani aja besok dia kan cewe pasti tau lah gimana perasaan cewe. Adit tak tau bahwa pikirannya akan berlawanan dengan ani, yah inilah dilemma kehidupan tak pernah sama namun tak sedikit juga yang merasakan sama. Hingga ke esokan pun tiba…
Pagi an..!! pagi juga dit. Gimana an mau jalan-jalan kemana nih? Aku anter deh, hmm..makasih dit, gimana kalo ke waduk sempor aja dit kan enak ngobrol sambil main air? Boleh an lama juga ga kesana nih. Sesampainya disana ani coba untuk menyinggung perasaan adit, dit aku boleh gak ngomong sesuatu ma kamu? Boleh an aku juga mau nanya ma kamu an? Wah mau tanya apa nih dit? Kamu aja duluan an nanti aku terakhir aja. Iya deh dit aku ngomong yah, dit mungkin kamu ga percaya atau mungkin malah kamu anggap mustahil tapi ini nyata dit. Secara gak kamu sadari dari awal pertama ketemu kamu aku mulai suka dit ma kamu, aku juga ga tau dit rasa itu tiba-tiba aja muncul sekian lama dit aku tahan perasaanku aku takut untuk bicara ma kamu. Sekian lama aku tunggu saat-saat ini walaupun maaf ya dit kamu belum lama baru putus tapi aku gak bermaksud memanfaatkan keadaanmu aku gak tau lagi harus gimana, aku udah lega dah bisa terus terang ma kamu dit. Mau kamu member harapan buat aku dit? Adit tak menyangka semua akan seperti ini padahal dia ingin bertanya perihal iis kepada ani. Harus bagaimana aku, aku tak bisa secepat ini melukainya namun aku juga tak bisa memberikan kebohongan kepadanya dia terlalu baik untuk di sakiti. Dit gimana sekarang semua terserah kamu? Gimana ya an, aku belum bisa menjawabnya aku takut terlalu cepat mengambil keputusan baiknya kita jalani dulu semua ini an biar tau perasaan masing-masing.
Iya dit aku ngerti perasaan kamu aku juga ga bisa memaksa, aku akan tetap nunggu kamu dit apapun itu sampai kamu mau buka hati buat aku. Nampaknya adit semakin kebingungan mendengar perkataan ani ia berfikir secepat mungkin harus mengambil keputusan namun tidak untuk saat itu. oh iya dit, tadi kamu mau nanya apa? Ah, enggak an aku cuma mau nanya kapan kamu balik ke Jakarta? Oh.. minggu depan dit kenapa mau iktu?he… enggak lah an aku kan kuliah juga. Iya ..iya dit kirain mau nanya apa? Aku jadi canggung ngomong ma kamu an, kok bisa sih yah? hmmm… biasa aja lah dit, siapa sih yang tau perasaan orang dit dan apa yang akan tertakdir padanya, sama halnya cinta dit tak tau kapan datang dan perginya. Iya sih an, ya udah tapi jalani dulu apa adanya ya an aku ga mau salah ambil keputusan. Iya dit dah nyante aja aku ngerti kok, aku dah seneng kok kamu mau ngertiin aku dit. Dit dah mau sore nih pulang yuk aku ada janji ketempat temen lama nih gak main, ya udah kita pulang yah.
Dua sisi yang berbeda dimana ani dah berhasil mengungkapkan perasaanya dan dia percaya adit akan memberinya harapan. Disis lain adit semakin bingung iis masih melekat dihatinya ia masih mencintai iis, disisi lain ada seseorang yang rela menunggunya selama itu.
Dan adit pun harus kembali kuliah, sementara ani menghabiskan sisa liburannya. Semua terus berjalan sekian lama mereka semakin sering berkomunikasi, namun di sela itu mereka masing-masing menyembunyikan sesuatu. Adit masih terus mencintai iis meskipun ia tak tau perasaan iis waktu itu, sementara itu ani di samping ia rela menunggu adit selama itu ada juga seseorang yang rela menunggu ani untuk membuka hatinya. Berkali –kali seseorang itu mencoba membuka hati ani bahkan lebih lama dari waktu ani rela menunggu adit sampai-sampai ani kehilangan akal untuk menyangkalnya namun rasa cintanya kepada adit membuatnya mengerti cinta tak pernah bisa dibohongi.
Di lain hal adit masih mencoba untuk mengatakan kepada iis bahwa ia masih mencintainya, hingga tiba suatu waktu adit menyakinkan dirinya untuk mengatakan kepada iis. sore itu adit libur dan ia berniat menghubungi iis. Met sore iis, lagi dimana bisa gak ngobrol bentar? Bisa dit aku lagi libur kok. Wah kebetulan dong iis, giaman kabar kamu lama nih gak denger kabarnya? Aku baik-baik aja dit, kamu gimana dit kemana aja nih? Aku juga baik-baik iis, aku mau telpon takut ganggu kamu iis? enggak lah dit kalo ada waktu telpon aja dit. Iis aku boleh gak ngomong? Iya dit mau ngomong apa? Dari mana yah aku harus jelasin, tapi jujur iis aku masih mencintai kamu aku tak pernah mampu untuk melupakanmu iis terlalu berat kehilangan semua buat aku iis, mau kah kamu membuka kembali semua itu iis? Aku gak bisa dit. Kenapa iis? adit terheran secepat itu iis menjawabnya. Apa udah ada seseorang lain iis? aku ga tau dit tapi memang ada seseorang yang begitu baik kepada ku, hampir tiap pagi ia menjemputku berangkat kerja bahkan ia sempat mengungkapkan perasaannya padaku, namun tak secepat itu aku menjawabnya. Maafin aku juga dit aku gak bisa untuk kembali jalanilah apa adanya dit biarkan takdir yang menjawabnya, udah ya dit aku ada janji di sambung besok lagi ya dit.
Adit hanya terdiam tanpa menjawab sapaan iis dan iis pun telah menutup telponnya. Adit terkejut ia tak percaya begitu cepat perubahan pada iis tanpa menghiraukan perasaannya iis berterus terang apa yang telah terjadi kepadanya tentang seseorang yang mendekatinya. Terbesit pikiran dalam benak adit yang cukup membuatnya tak berdaya, apakah ia tak lagi benar-benar mencintaiku begitu mudahkah ia melupanku dan apakah cinta itu? bila mudah untuk dilupakan. Dan adit tetap bertekat untuk mencintai iis apapun yang terjadi.
Akhirnya harus memilih….
Ada seseorang juga yang sedang dalam kebimbangan menunggu jawaban adit, setelah beberapa waktu mencoba member adit kesempatan untuk berfikir. Ani juga merasakan kebimbangan ia berniat berbicara lagi kepada adit. Selang satu hari setelah adit berbicara kepada iis, ani mengirim pesan kepada adit untuk menghubunginya, “ dit telpon aku yah?”, dan tak lama adit menghubungi ani. Iya an ada apa? Kamu kenapa dit kok ga semangat gitu, aku ganggu yah atau ada masalah? Enggak kok an kamu gak ganggu aku baik-baik aja. Dit harus berapa lama lagi aku menunggu? Maksud kamu an? Iya udah selama ini aku menunggu keputusan kamu aku udah coba kasih waktu buat kamu berfikir, aku pengen ada keputusan dari kamu?! Tapi an aku gak bisa.. ok dit aku tunggu sampe kamu bisa..!! tapi an? Pokoknya aku tetep tunggu, titik. Dengan secepat itu ani menutup telpon adit, sepertinya ani kecewa akan sikap adit.
Adit semakin bingung akan hal yang di hadapinya, ani tetap kokoh menunggunya sementara adit juga kokoh mencintai iis. Adit tak bisa berlama-lama membuat ani terluka secepat mungkin ia akan berbicara pada ani. Namun adit masih terus mencoba meneruskan cintanya pada iis, “iis aku tak tau cara melupakanmu, cinta ini semakin erat ku genggam setelah apa yang telah terjadi. Beri aku kesempatan iis” itulah bunyi pesan adit kepada iis. Beberapa jam kemudian iis menghubungi adit, hey dit…iya iis.. lagi apa dit? Lagi tiduran sambil nunggu balesan pesan dari kamu eh malah kamu telpon. Dit aku ga tau gimana ngomongnya, lupakan lah aku dit.!! Tapi iis kenapa? Carilah yang lebih baik dari aku dit. Sampai kapan aku temukan iis jika aku selalu mencari yang terbaik? Kenapa kamu ga ngerti perasaanku iis? iya dit aku ngerti tapi maff aku ga bisa. Iya iis tapi kenapa? Aku ga mau kamu kecewa dit, belum lama kakaku memilihkan seseorang untuk mendampingiku memang dia baik tapi aku belum bisa dit untuk secapat itu, tapi aku ga tau tiga atau empat tahun lagi jika masih ada kesempatan aku ingin menyegerakan. Karena itulah aku ga mau kasih harapan sia-sia padamu dit lebih baik kamu selesaikan kuliah kamu. Tapi iis kita ga pernah tau kana pa yang akan terjadi nanti? Karena itulah aku tak mau ceroboh mengambil keputusan. Tapi aku akan tetap mencintaimu dan menuggu kamu iis…terserah kamu dit tapi jangan sesali apa yang akan terjadi dit….!!! Aku akan lebih menyesal jika aku menyerah hari ini iis… baiklah dit terserah kamu tapi aku gak mau ngasih harapan semu padamu..! biarah iis, biarkan aku mencari harapan itu. baiklah dit itu keputusan kamu.
Begitu berat keputusan adit, waktu terus berjalan ia selalu memikirkan kata-kata iis tiga tahun yang akan mengawali atau bahkan akan mengakhiri segalanya semua yang dinantinya. Walaupun tak pernah tau apa yang akan terjadi namun sungguh perkataan iis membuatnya tak berdaya. Adit tak sanggup membyangkannya. Sementara telah ada seseorang yang rela menunggunya namun cinta bukanlah pilihan kata, perasaan dan takdir lah yang menentukan pilihan cinta. Akhirnya adit harus berterus terang kepada ani bahwa ia masih tetap mengharapkan iis meskipun tak pernah adit tau seberapa mungkin harapannya itu.
Sekian lama ani menanti jawaban adit, hingga ia harus merelakan penantinannya itu dengan berat hati adit harus berkata dan dengan sangat berat ani menerima keputusan adit. Senja itu menjadi akhir penantian ani, “met sore an sibuk gak aku mau bicara nih? Enggak dit ngomong aja dit. An sekian waktu aku coba untuk memahami, trimakasih an kamu dah rela buat nunggu aku maafkan aku an membuatmu kecewa. Aku gak bisa member kamu harapan an, berat untuk aku mengataknnya namun aku harus jujur an aku masih mencintai iis. Maaifin aku an.. Oh..jadi ini dit jawaban dari semua penantianku kamu masih suka sama mantan kamu kan, kenapa ga dari dulu kamu ngomong? Lalu mana hasilnya kamu rela nunggu sesuatu yang ga pasti sementara ada seseorang yang mencintai kamu dit, apa kamu ga menyadari dit aku ada menintaimu. Iya an aku tau, kamu mencintaiku tapi cinta bukanlah kebohongan... Kenapa ga dari awal kamu ngomong dit??? Maafin aku an, aku ga mau buat kamu terluka..oh.. gitu dit lalu apakah sekarang kamu gak buat aku terluka dit??? Apakah kamu tau dit jauh dari perasaanku padamu ada seseorang yang rela selama dua tahun menanti hadirnya cintaku dit, dia baik dit sangat baik untuk di sakiti tapi rasa cintaku padamu yang mampu menahanya, namun apa sekarang hasilnya dit..apa dit??? Maafkan aku an, ini sudah menjadi pilihanku sudah ku tentukan pilihan cintaku. Semua belum terlambat bagimu an jika ia sungguh-sungguh ia tetap masih menantimu an, gapailah cintanya an dia lebih pantas kamu cintai dengan perjuangnya selama ini. Biklah dit, aku kecewa sama sikap kamu dit tapi aku juga hargai kejujuran kamu, namun aku juga tak bisa mencintainya dit aku akan mencari cintaku sendiri seseorang yang benar-benar aku cintai, meskipun aku tak bisa bersamammu aku juga tak bisa menerimanya dit. Terimakasih untuk semuanya dit, carilah harapanmu dit tak ada yang sia-sia terimalah karena takdir dit dari pada berputus asa itulah yang sia-sia. Selamat menjalankan kehidupan kita masing-masing dit, makasih buat semuanya. Hanya tuhan yang mampu membalas kebikkanmu an, maafkan aku an. Udah lah dit semua udah terjadi, baik-baik disitu dit aku butuh waktu mungkin beberapa hari ini aku ga bisa dihubungi. Perjuangkanlah harapanmu dit sampai ketemu lagi ya dit…
Inilah kehidupan dan cinta itu semua tak bisa diperkirakan, datang dan pergi adalah misteri baginya. Kita hanya bisa menjalani tanpa bisa menentukan karena telah ada yang men’takdirkan kehidupan kita masing-masing. Semua adalah sementara bukan milik kita selamanya, maka jagalah dengan baik apa yang kita miliki sentuhlah dengan ketulusan dan kejujuran. Terimalah karena takdirmu jangan sia-siakan semua karena menyerah dan berputus asa……
Ini telah menjadi keputusan adit dan cinta yang terpilih adalah cintanya kepada iis, ia tak tau apa yang akan terjadi meskipun waktu tak pernah memberikan kepastian apakah takdir akan menyatukan ia dengan iis atau bahkan akan memisahkannya, inilah misteri yang kuasa.
Rona merah di sisi senja menjadi tabir kenangan bagiku dan dirinya…
Dan gelap akan segera menyelimutinya…
Hingga rintik hujan menyejukkan dahaganya…
Jiwa yang dulu berkelana, terus berdiri tegak menegaskan harapannya…
Sampai butir-butir air mata menjadi berlian yang berharga…
Dan kenangan menjadi sejarah yang tak akan terlupakan…
Sekian...
Cinta adalah anugerah perasaan yang alloh berikan kepada manusia untuk dapat saling mengerti, memahami dan mau berbagi. Alloh berikan kita nikmat memandang, mendengar, merasakan dan memiliki. Mata ibarat jendela hati lewat pandangan kita dapat meraskan hal yang sedang terjadi pada seseorang, dengan senandung kita dapat mendengar syahdunya suara itu dan atas ijin alloh kita dapat memilikinya. Namun terkadang apa yang kita miliki tak seperti yang diharapakan, begitu pula dengan cinta tak selalu seindah yang kita bayangkan. Dari hal itulah bagaimanakah kita memilih cinta yang kita impikan? Tentunya kita serahkan semua kepada yang kuasa, jalanilah semua dengan ketulusan dan apa adanya.
Awal berseminya perasaan …
Waktu bergulir terasa begitu cepat dengan angin yang bertiup sepoi serasa menyisir helai-helai rambut. Adit berjalan dengan penuh riangnya menyambut hari-harinya yang penuh dengan misteri perasaan di hatinya. Dengan langkah tegap dia menyapa teman-temannya, selamat pagi teman-temanku tercinta.!!! Ha…ha..ha..seraya teman-temannya pun tertawa dengan raut ledekan kebiasaan mereka. Gimana friend penampilanku menyakinkan bukan, adit mencoba menunjukkan kedewasaanya dalam berpenampilan. Apanya yang menyakinkan yakin malu-maluin iya..ha..ha...ha saut temannya. Wah kalian ngledek terus nih dukung dong temen yang mau tampil lebih baik, ok lah kami dukung kok tapi tunggu yah ga biasanya kamu tampil rapih gini pasti ada sesuatu. Yah benar saja ternyata ada seseorang yang membuat adit tak sanggup memalingkan pandangannya setiap kali dia bertemu. Cewe itu bernama dewi isnari teman satu kelasnya di tempat kursusnya, namun adit lebih asyik memanggilnya ..iis. Sudah beberapa hari ini adit memperhatikan iis sejak mereka tak sengaja bertatapan sewaktu kegiatan dikelas. Tak lama kemudian iis berjalan menuju kelas adit pun menatap dengan pesonanya tatapannya tak lepas sampai iis masuk kelas, teman-temnnya pun mulai curiga. Woi ada apa dit kok kamu ngliatin dewi sapaan teman-teman adit kepada iis. Ah gapapa kok, alah ngaku aja kamu suka ya ama dia enggak kok tapi iis kan cantik.. hah siapa iis hanyo mulai ga bagi-bagi cerita yah..bukan siapa-siapa kok. Adit sedikit tenang teman-temannya tak paham bahwa iis sebenarnya adalah dewi.
Waktu semakin siang materi kursus pun akan segera dimulai, dengan bergegas adit dan teman-temannya masuk ke kelas, namun adit terlihat berbeda lirik tatapannya terus menuju ke iis. Tak lama pengajar kursus pun datang, dengan hikmah adit menikmati materi dan menatap ke elokan wajah gadis pujaannya. Setelah beberapa jam waktu belajar hari ini pun selesai, tak lama setelah teman-teman adit pulang adit bergegas menghampiri iis. Hay… iis ya.. dit kamu seneng banget panggil aku iis gak kaya temen yang lain, yah biar simpel aja dewi eh…iis. Dengan senyum iis menatap siapa sih dit iis, iis tuh pendiem, cantik dan ngertiin banget kalo aku salah pasti di nasehatin..hmm iis yah kamu itu. Ah bias aja kamu dit aku biasa aja kok enggak kamu special buat aku, hmm terus ngerayu yah. Ada apa dit aku mau pulang nih, nah kebetulan aku anter yah..hmm gimana yah aku dah janji nih ma pacar ku?! Adit hanya terlamun mentatap iis, hey..door!!! he..he… aku becanda kok, boleh kok sekalian pulang kebetulan aku pulang sendiri nih. Adit terkejut hampir saja penantiannya sia-sia, dengan muka semangat adit mengantar iis pulang.
Sembari di jalan adit mulai kebingungan mau ngomong apa tapi tiba-tiba ada ide karena mereka kursus komputer pemrograman adit mengajak iis jalan cari buku software. Iis adit mulai bertanya, iya dit apa? Sabtu besok kamu ada acara gak, enggak dit kalo sabtu aku nyante-nyante aja dirumah sambil baca-baca aja. Nah kebetulan tuh kita cari buku yuk..gimana yah tapi aku gak janji ya dit aku ijin dulu yah. Iya deh iis tapi usahain bias yah ..he..he..alah kamu nih belum juga aku minta ijin ya deh aku usahain besok aku minta ijin, ok mas adit..wah..wah sejenak hati adit melayang-layang gadis pujaanya menyapa dengan panggilan mas, adit mulai optimis dengan harapannya. Kenapa dit..ah gapapa iis. Tak lama adit tiba dirumah iis, makasih yah dit mampir gak? Engga dulu iis besok-besok aja yah. Iis jangan lupa besok yah…iya mas aditku..wah adit semakin bangga dengan perasaannya, ya udah aku pulang dulu yah, iya makasih yah.
Dijalan adit pun tak bisa menahan perasaan senangnya, betapa harunya dia mendengar sapaan iis. Sesampai dirumah adit tetap tersenyum-senyum terus, malampun menjelang dia pun tak mampu memejamkan mata teringat akan kata-kata iis tadi siang. Hatinya mulai bersenandung bak pujangga yang menghujani dewi asmara dengan kata-kata puitisnya.
Pagi ini terasa berbeda dengan biasanya aku merasa dunia begitu luas penuh dengan senyuman dan lebarnya harapan adit mulai beranjak dari tempat tidurnya. Kebiasaan yang tak pernah dilewatkan adalah sarapan pagi bersama keluarga, pagi semua…! Sapa adit…tak lama ibunya membalas..wah tumben nih jam segini udah rapih nak, hal apa yang bikin akmu berubah gini. Enggak ko bu..aku pengen lebih baik aja menyikapi hari-hari ku. Syukur lah nak kamu memang harus begitu beri contoh yang baik pada adik-adik kamu dari hal yang kecil mulailah untuk disiplin, disiplin modal utama buat masa depan kamu tantangan di luar akan begitu besar jadi harus kamu siapkan dari sekarang nak, sambut ayah adit. Insya alloh adit akan pegang amanah ayah dan ibu. Adit mulai berfikir dalam hati, apakah aku sudah bisa jadi contoh buat adik-adik aku? Atas dasar apa aku berubah seperti ini? Adit mulai menyimpan senyumnya dan memulai sarapan pagi.
Waktu telah beranjak siang adit telah siap berangkat ke tempat kursus, di jalan dia mulai berfikir lagi tentang perkataan ayahnya. Adit mulai membuka hatinya dia bersyukur telah ada seseorang yang mampu merubah hidupnya, adit pun bulatkan tekatnya untuk benar-benar berubah bahwa dengan niat yang baik insya alloh akan menuai kebaikan. Tak lama adit sampai di tempat belajarnya teman-temannya telah menunggu di dalam kelas. Dari arah kelas gadis pujaan adit telah menunggu di samping pintu, pagi dit..pagi juga iis..gimana dit dah belajar hari ini kita kan tuntas modul 1, oh memang dah selesai semua? Iya lah dit hari ini kita kan ujian praktek, hayo kamu ga belajar yah pasti mikirin aku.he…he… hmm kamu nih iis aku dah belajar kok, adit pun tersenyum malu padahal waktu semalam habis memikirkan iis, adit sedikit terkejut mulailah hatinya merajut lamunan benar ga yah iis juga ngrasain apa yang aku rasain? Dit …dit …hello, eh…iya iis maaf kenapa gapapa, aneh kamu dit yuk masuk dah mau mulai jam praktek nih.
Pukul sebelas tiga puluh adit keluar dari kelas, begitu juga yang lain tak lupa sang pujaan pun keluar. Giaman iis bisa gak, alhamdulilah dit insya alloh bisa, kamu gimana? Lumayan iis..he..hee..ah kok lumayan sih harus bisa donk kalo kamu ngulang ntar aku tinggal lho..he..he..engak dit becanda kamu pasti bisa dit, makasih iis. Mulailah mereka berjalan adit mulai menagih janjinya, iis gimana bisa gak nanti sore, iya dit bisa kebetulan nih aku mau belanja juga disuruh ibu mau yah anter aku. Wah..wah adit dengan tegas langsung menjawab pasti..is aku bisa. Hmm…dasar adit..sapa iis, makasih yah dit..iya sayang..apah??? ngomong apa kamu dit..enggak iis kamu salah denger, al..ah ngomong apa hayo…? Gini is aku bilang sayang, iis terlamun sejenak..sayang maksudnya apa dit? Ya sayang…lah kamu nih bikin penasaran aja. Udah..udah ga usah dipikirin…uuuhhh ya udah, aku pulang ya dit nanti jangan telat jam dua awas lho telat, ok iis sayang gumam adit dalam hati.
Panah asmara adit…
Jarum jam telah menunjuk pukul dua adit telah siap menjemput iis, tiga puluh menit kemudian sampailah adit dirumah iis, hey..iis menyapa dari arah pintu dah siap dit langsung yuk, aku pamit dulu yah. Lamunan adit mulai terbayang di atas sepeda motor jantung yang berdetak kencang menambah getar hatinya, adit berfikir harus ada waktu yang tepat hari ini juga harus ku ungkapkan perasaanku. Dit..iya iis kok kamu diem aja, iya nih iis grogi.he..he..biasa aja lah dit kita kan temen jawab iis, iya kan dit..iya iis. Mulai ada pikiran ragu dalam benak adit mungkin ga yah iis mau nerima aku, tapi pokoknya aku harus ngomong nanti. Iis mau kemana dulu nih? Belanja aja dulu ya dit nanti belanjaanya di titipin deh soalnya nyari buku kan lama dit.
Sembari menemani belanja adit berfikir cara bagaimana menyampaikan perasaanya. Dit…, iya is udah yuk dah semua nih kita tinggal cari buku aja. Masih aja adit melamun bagaiman…bagaimana dan bagaimana? Cara ngungkapin ke iis. Jangan bengong lah dit bantu dong cari buku buat materi ujian besok, oh..iya iis di sebelah sana tuh tempat buku-buku software. Lama mereka berbincang sambil mencari buku, tak terasa sore telah menjelang. Dit dah sore nih pulang yuk dah dapet kan bukunya, iya nih iis dah sore juga yah. Jantung adit mulai berdebar kencang waktu semakin sempit buat ngomong sama iis. Tapi iis…kenapa dit? Nih kan dah mau malem makan dulu yuk sekalian aku juga pengen ngom nih. Mmm…boleh dit tapi jangan kemaleman yah nanti ibuku marah dah ditunggu nih, mang mau ngom apa sih dit..? ada dehh…!! mulai nih adit tebak-tebakan yah. Pokoknya ada lah iis, ya udah yuk dit cepet dah mau magrib juga nih tapi sholat dulu ya dit, iya iis.
Tibalah saat-saat yang mendebarkan, dit makan nasi goring aja yuk? Boleh iis. Sesampainya di tempat makan adit mulai berkata pada iis. Iis boleh akn aku ngomong? Boleh aja dit mau ngomong apa nih serius banget. Yah bener banget iis ini serius banget buat aku, aku harap kamu juga serius menanggapinya..yah. adit-adit biasa aja lah jangan gugup gitu, dah cepet ngomong. Mmm…mmm..gimana yah??? Lah kamu dit tadi dah gugup sekarang Cuma ammm…ammm aja, bentar yah iis. Adit sadar dia susah buat ngomong idenya pun muncul diambillah sehelai kertas putih. Iis.. ya dit. Kamu lihat ini apaan? Kertas kosong dit, baliknya? Juga kosong dit. Yah bener is sama seperti hatiku, lama sudah hatiku merasa kosong tanpa ada seseorang yang mengisi hari-hariku, seperti kertas putih ini kosong tanpa bergaris. Mau kah kamu iis menggoreskan makna dalam hatiku, maksud kamu dit? Iis mulai bingung dengan anggapan adit. Mungkin kamu tak pernah tau apa yang terjadi dua tahun yang lalu, aku sempat menatap wajah elok seorang gadis dan dengan lugu dia menundukan wajahnya. Aku tak pernah tau siapa dia bahkan namanya aku tak pernah dengar, namun dia mampu membongkar kebekuan hati ini. Aku ingin memilikinya menjadikannya arti dalam hidupku tapi aku tak pernah bisa bagaimana dan seperti apa harus ku katakan padanya.
Semua ku simpan rapih hingga kini dua tahun kemudian dia telah berada di dekatku dan akupun telah mengenalnya “dewi isnari “ nama yang lama ingin ku ketahui. Iis maukah kamu menjadi pilihanku mengisi hatiku dengan ketulusan dan keluguanmu, maukah kamu jadi pacarku iis? Iis terdiam dan memikirkan perkataan adit, dit benarkah yang kamu ucapkan itu? Ucapan hanyalah cara langkah agar kamu tau iis, itulah kenyataan yang ku rasakan selama ini hingga aku bisa berkata seperti apa yang kau dengar. Tapi dit, apa kamu yakin dan mampu menjalani apapun yang akan terjadi nanti? Beri aku harapan iis biarkan aku mencoba menjalani apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi nanti, aku janji iis. Baiklah dit tapi aku minta beri aku harapan jangan janji yang hanya engkau ungkap karena janji bisa saja di ingkari kita tak pernah tau apa yang akan terjadi dit, namun harapan mampu merubah apa yang telah terjadi dan mengokohkan janjimu itu. Lalu bagaimana jawaban kamu iis? Iya dit aku mau, aku senang menjadi pilihanmu dan aku mau menjalani semua denganmu dit. Adit terpana mendengar perkataan iis rasa bahagia pun menyelimuti hatinya. Benar iis? iya mas adit..makasih ya iis aku seneng banget lama aku menunggu dan kini aku bisa merasakan apa yang menjadi harapanku. Iya…iya..udah dit bersyukurlah pada tuhan karenanya kita bisa bertemu kembali, iya iis aku bersyukur mudah-mudahan aku bisa menjaga kesempatan ini. Ya udah dit makan yuk dah malem nih ibu dirumah dah nunggu. Iya maaf iis jadi kelupaan gini, yuk makan terus aku anter kamu pulang.
Seusainya adit mengantar iis pulang dan jam delapan tiga puluh malam adit tiba dirumah iis. Dit, makasih yah..sama-sama iis aku seneng banget mala mini, iya dit aku juga seneng. Aku masuk dulu ya dit ga enak dah malem nih, iya iis aku pulang yah, hati-hati di jalan dit sampe rumah istirahat yah. Iya sayang..hee…hee alah kamu mulai deh adit tapi gapapa aku juga seneng kok. Hmmm…kamu juga sama bilang aja pengen di panggil sayang iya kan!! Yeee…kamu nih dah sana dah malem nih, iya pulang dulu yah..iya hati-hati dit.
Perjalanan Cinta…
Malam berparas dengan rona sinar rembulan menggambarkan kebahagiaan mereka, dengan apa yang telah terjadi. Hingga ke esokan hari kembali menentukan langkah mereka.
Aku terbangun dari hatiku yang telah lama terlelap, aku tersenyum setelah sekian lama termenung kini tatapnya telah ada di hadapanku, ijinkan aku menikmati anugerah yang engkau berikan tuhan hanya engkau yang mengerti apa yang akan ter’takdir kepada kami dan hanya kepadamu aku memohon petunjuk berilah hati ini ketulusan dan kejujuran untuk mencintainya tanpa mengurangi cintaku padamu.
Seperti biasanya adit harus berangkat ke tempat belajarnya hari ini adalah ujian tutup modul yang kedua. Sesampainya adit menyapa teman-temannya yang asik belajar di depan ruang kelas, pagi semua… eh..adit tumben agak siangan iya tadi kesiangan bangunnya, giamana nih ujian? Ya ujian lah di kerjain masa iya tidur..haa…haaa… tawa teman adit. Sial…, kamu tuh yang sial dit dah tau ujian masih ngomong..ha..haa… dan dari jauh iis datang tetep dengan senyumnya yang ramah. Pagi semua…pagi dewi..sapa teman adit hanya adit yang menyapa dengan panggilan iis, pagi iis.. wah…wah kok iis kayanya kalian akrab banget nih hayo ngaku aja sekarang mumpung masih pagi kalian pacaran yah??? Saut teman adit dan adit hanya terbengong sementara iis hanya tersipu malu lalu masuk kelas. Ngaku aja dit?? Saut temannya lagi… ok deh iya ku mang pacaran ma dewi nah iis tuh dewi yang dua tahun lalu aku ngliat dia waktu pergi ma kalian. Oh..oh..itu toh iis sambut teman adit.
Tak lama setelah ujian iis menghampiri adit, hey dit…hey..iya iis dah makan belum dit? Aku dah sarapan di rumah tadi, mau ga temenin aku makan? Boleh aku juga haus nih. Sambil makan mereka asyik mengobrol namun tiba-tiba iis termenung dan adit pun mulai heran sepertinya iis ingin mengatakan sesuatu. Iis kamu kenapa tiba-tiba diem gitu? Dit mungkin gak yah kita bisa kayak gini terus? Kamu kenapa iis ada masalah atau aku salah ngomong? Enggak dit aku baik –baik aja kok, lalau kenapa kamu ngomong gitu? Enggak dit, udah ga usah dipikirin. Jangan gitu dong iis aku jadi ga enak nih rasanya spertinya kamu sembunyiin sesuatu. Enggak dit udahlah. Iis tersenyum untuk menyembunyikan kegelisahannya kepada adit.
Dit, ga kerasa yah dah tutup modul habis itu kita tinggal dapet materi ketrampilan dan selesai deh dari sini. Ini kan baru dasar dit habis selesai dari sini kamu mau kerja atau kuliah nih? Aku sih pengen kuliah iis kalo kamu gimana? Aku ga tau dit, lho kenapa? Yah bingung aja kakak’ku pengen aku tinggal ditempatnya dan kalo pun aku mau kuliah juga harus disana. Mang kakak kamu dimana iis? Ada deket ko dit, iis terpaksa bohong kepada adit bahwa sebenarnya kakak iis jauh dari kota mereka , iis tak mau membebani adit karena sebentar lagi mereka ujian akhir dan adit harus kuliah. Oh..gitu terus kamu mau disana iis, kemungkinan besar iya dit. Jangan lupain aku ya iis kasih kabar yah nanti biar aku tau sapa tau bisa bareng lagi..hee..hee. iis tersenyum sendu melihat wajah lelaki yang membuatnya merasa bahagia menjalani kehidupannya.
Waktu yang terasa begitu cepat mereka terus bersama saling berbagi, member dan menjaga hingga tiba saatnya waktu yang terasa sendu untuk dilewati. Ujian pun telah berlalu dan mereka telah menyelesaikan waktu belajar bersama. Dit, ga tersa yah sekarang udah lulus. Iya iis cepet banget yah, dit..iya. aku mau ngomong sesuatu nih, boleh iis. Tempo hari aku dah pernah ngomong dit ma kamu bahwa aku harus tinggal di tempat kakaku, iya iis kamu jadi disana? Jadi dit dua minggu lagi aku berangkat, wah boleh dong aku anter? Ga usah dit jauh. Lho kata kamu deket, engga dit ku bohong tempat kakaku jauh di sana dan jauh dari tempat kita bersmaa. jauh banget iis?, terus gimana dengan kita iis? Dua tiga tahun aku baru pulang tapi aku ga janji dit mungkin bisa lebih, mata iis mulai berkaca-kaca menatap adit dan butiran air mata pun menetes di pipi iis. Kamu masih mau kan iis melanjutkan apa yang telah kita bina meskipun jauhnya jarak, iya dit. Iis menganggukkan kepala sambil berlinangan air mata. Adit pun mulai merintih menghadapi apa yang akan terjadi nanti dan adit terus menyakinkan iis. Iis, lihat aku tatap mataku iis air mata yang menetes bukanlah apa namun hatiku terus memeluk jiwamu sesuatu yang sangat berharga yang pernah aku miliki, angkat jari manis kamu iis aku ingin terus bersamam mu apapun yang terjadi meski jarak akan melonggarkan tatapan kita tapi tidak untuk cintaku padamu iis, genggamlah cintaku disana nanti iis. jangan biarkan ruang waktu menghalanginya dan jangan lupakan aku iis. iya dit aku akan terus coba mencintaimu dari jauh dan merasakan dalam hati yang paling dekat seperti saat ini saat-saat yang kita jalani bersama. Iis…tengoklah hari esok akan lebih indah kebersamaan kita, akan lebih indah apa yang pernah kita jalani jika kita mampu melewati ini semua, bentangkanlah harapanku dan harapanmu dalam satu garis saling percaya dan mengerti. Jadikanlah beban sebagai ujian dan jadikan janji sebagai amanah hidup yang fana ini dan jangan pernah sesali karena jalan hidup tak pernah bisa kita tentukan.
Cinta adalah semenanjung harapan, ladang untuk berbagi…
Musim untuk bersemi dan ikrar untuk berjanji…
Ucapkanlah karena ikhlasmu, rasakan dengan tulusmu…
Dan terima karena takdirmu…
Dua minggu pun telah tiba, saatnya iis meninggalkan kota tercinta dan kekasihnya. Dit..hati-hati yah jaga dirimu baik-baik disini lanjutkan masa depanmu, gapailah apa yang kamu inginkan. Iya iis, kamu juga yah jaga diri baik-baik ingatlah apa yang kamu mampu ingat dan biarkanlah apa yang tak pernah mampu dan diluar batasmu, iis aku sayang kamu jangan lupakan aku yah..iya dit aku juga sayang kamu, aku akan sangat merindukanmu dit. Aku juga iis, udah dit jangan kamu teteskan air mata kamu! Biralah iis air mata ini menggenangi gerimis di hatiku.
Jauhnya jarak dan kebimbangan…
Tidak mudah menerima keadaan namun lebih berat lagi untuk menghindari keadaan, itulah hal yang dirasakan adit. hari-hari terus dijalani satu bulan sudah jarak memisahkan iis dan adit. kini adit telah melanjutkan pendidikannya di universitas, satu bulan pertama mereka masih baik dalam berkomunikasi dan tetap berbagi meskipun jauhnya jarak yang terbentang. Namun tak pernah disangka dua bulan kemudian badai mulai berbaris mengguncang hubungan mereka.
Sore yang melelahkan buat adit selesai kuliah dia berniat menghubungi iis, sambil berbaring melepas lelah adit menelpon iis, namun tak diangkat oleh iis sementara senja semakin gelap di sore itu adit putuskan untuk sms saja agar iis membalas jika sudah tidak sibuk nanti. Selepas makan malam adit santai sambil mendengarkan musik berharap iis membalas smsnya. Jam Sembilan malam adit mulai gelisah sms tak kunjung di balas iis hingga mata terpejam adit tetap menunggu. Saat adit membuka mata adit tersenyum melihat di layar hp tercantum sms dari iis tetapi adit terdim setelah membaca isi sms dari iis. Dit, apa kamu ga ngerasa bosen tiap saat sms aku terus? Maaf dit aku ga angkat telpon dan baru bales sms kamu, aku ga mut buat ngomong dan nulis sms. Apa baiknya kita batesin waktu buat sms’san dan telpon?
Kok kamu ngomong gitu sih? Apa kamu ga pengen saling tau kabar kita, kenapa sih mesti ga mut iis? entah apa yang terjadi iis membalas hingga adit merasa tak lagi seperti dulu. ‘ya udah lah dit, terserah kamu baiknya gimana? Badai pertengkaran pun melanda hingga adit membuat keputusan, ‘baiklah iis kita batasi saja dua kali satu mingga aku sms dan telpon yah. Ya udah dit, makasih yah aku istirahat dulu yah…iya iis sama-sama.
Berat bagi adit menjalankan keputusannya karena rasa cintanya dia tak ingin kehilangan kabar iis walau sekejap saja. Apa aku salah berusaha menjaga hubungan dan komunikasi dengannya? Apa aku terlalu berlebihan mencintainya? Aditpun merenung dalam hati, mencoba memahami maksud iis.
“Hati tak mampu bercermin pada kaca, hati bercermin pada kata dan perbuatan hal yang terbaik mungkin jalanilah dengan apa adanya, meskipun tangan tak berjabat dan wajah tak bertatap hanya lewat hatilah aku berharap”.
Begitulah terus dijalani hingga beberapa bulan kemudian mereka kembali seperti biasa tak ada lagi batas untuk berkomunikasi. Hingga suatau hari prahara kembali menimpa mereka, hujan yang terus mengguyur kota diamana adit menggali mimpinya sepertinya suasana mengiringi apa yang di alami adit.
Iis..aku boleh Tanya gak? Boleh dit, kenapa kamu iis dua bulan setelah di sana kamu agak berubah kamu lebih banyak diemnya? Ga tau dit aku males ngomong. Apa aku ganggu kamu iis? kok kamu ngomong gitu sih dit! Aku ga suka cara kamu. Lalu bagaimana aku harus bersikap padamu iis? dengan cara apa aku harus mencintaimu? Dulu kamu pernah ngomong, ‘beri aku harapan jangan janji yang hanya kamu ungkapkan’ sekarang mana harapan itu? ya udah lah dit, udah dulu ya aku cape!. Lho kok kamu gitu iis? kenapa sih beri aku penjelasanmu? Baik lah dit, sebaiknya kita sendiri-sendiri dulu aja yah aku butuh waktu dit, satu bulan aja dit? Kok gitu sih iis, kenapa setiap ada masalah meski kita hindari terus aku gak mau iis. ya udah lah dit terserah kamu aja!! Udah dulu ya dit aku pengen istirahat..ya udah iis baik-baik disitu yah.
Setelah sekian waktu mereka berpilah pilih waktu untuk berkomunikasi, akhirnya satu keputusan berat harus mereka terima. Saat – saat yang tak terbayang begitu cepat terjadi.
Waktu liburan kuliah adit pulang ke rumahnya, kota yang telah banyak mengajarkannya tentang kehidupan. Senja yang tak begitu cerah menuntun adit untuk mengambil sebuah keputusan, iis pun demikian ada sesuatu yang ingin di bicarakan namun waktu menghakimi adit untuk berkata terlebih dahulu. Sore itu adit menelpon iis, met sore iis kamu lagi dimana? Aku lagi dirumah dit, ada yang mau aku omongin iis? cukup lama aku lamunkan iis apa yang begitu berat menimpa apa yang selama ini telah kita bina bersama, apa isyarat ini iis? aku pun tak tau dit, sebaiknya kamu pikirkan saja masa-masa belajar kamu dit. Maksud kamu iis? yah tak ada jalan terbaik di saat kondisi seperti ini dit, kita hanya cukup saling memahami dan mengerti apa maksud keinginan kita masing-masing. Aku tau maksud kamu iis, mungkin baiknya kita akhiri dulu semua iis. akupun tak ingin menghalangi kebebasanmu iis, untuk menikmati apa yang membuatmu bahagia apalah arti hadirku jika tanpa bahagiamu. Aku akan tetap mengharapmu iis, bawalah separuh rasa dihatiku dan biarlah separuhnya untuk mengenangmu.
Maafkan aku dit dan maafkan apa yang terjadi padamu karena aku. Sudahlah iis semua telah tertakdir dan harus terjadi padaku dengan melibatkan kehidupanmu. Makasih dit untuk semuanya kamu akan selalu ada sebagai orang yang pernah terdekat dalam hatiku, jaga diri kamu baik-baik ya dit udah dulu ya aku harus siap-siap berangkat kerja. Iya iis makasih juga atas kerelaanmu berbagi denganku.
Rintik hujan mengiringi akhir kisah mereka apa yang tak pernah terkira akan terjadi dan kini tak pernah terkira harus berakhir.
Hari-hari yang begitu berat harus dijalani oleh adit benaknya tak mampu melupakan hilangnya seseorang dalam hidupnya gadis yang dulu selalu dinanti di setiap hari-harinya. Di sela-sela liburannya adit tak sanggup menahan kepedihannya dia selalu terdiam dan kehilangan senyum yang dulu terasa indah mengiringi hari-harinya.
Ya alloh aku hanya bersandar padamu akupun tak mampu menghadirkan harapan seperti apa yang telah engkau anugerahkan padaku, aku hanya mampu memohon dan berusaha menjalani apa yang harus terjadi padaku beri aku petunjukmu ya alloh dengan apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi nanti. Dulu jalan ini menjadi alunan langkah di saat bahagia, sedih dan beratnya sebuah pilihan namun tetap ku jalani dengannya. Kini telah terukir kenangan di sini tempat yang menjadi awal perjalananku dengannya.
Beberapa minggu kemudian adit harus kembali menjalani masa waktu belajarnya dia harus melanjutkan kembali kuliahnya setelah beberapa minggu masa liburan. Tak ada yang berubah dengan suasana di sana hanya ada satu rasa yang hilang, rasa yang dulu menjadi penghilang lelahku dan tempat berbagiku.
Empat bulan setelah adit kehilangan iis, mereka masih tetap berkomunikasi sebagai sahabat namun adit masih tetap mencintai iis. Meskipun iis menunjukkan sikap yang berbeda adit tetap menggenggam rasa cintanya dalam hati bahkan adit heran dengan perubahan yang terjadi pada iis. sepertinya iis telah bahagia dengan kehidupannya di sana.
Dengan berat adit harus berusaha melupakan iis dan seseorang pun datang dalam kehidupan adit. Sore setelah adit pulang kuliah sambil beristirahat ada pesan yang ia terima, “sore adit lagi ngapain ingat gak ma aku? Sejenak adit terheran ia tak tau pengirim pesan itu adit pun coba mencari tau denagn mengubungi no itu. Siapa ini yah? Masa lupa dit? Siapa yah aku ga tau nih? Aku ani dit, erna setiani, coba deh inget-inget. Adit terdiam dan mencoba mengingat ingat dan akhirnya diapun ingat akan sesuatu hal. Ooh iya ani yah, yang dulu kenalan di bis kota kan kalo ga salah kita masih satu daerah kan rumahnya? Hee..heee..pinter iya bener banget dit, kok masih inget ma aku hayo dipikirin terus yah? Kamu bisa aja an..kan kamu yang ingetin aku tadi, gimana kabar kamu? Baik dit, kamu giaman? lagi kuliah aja yah? Aku juga baik an, enggak an lagi dikost aja. Maksudku kamu lagi nglanjutin kuliah habis kursus, giama sih kamu dit? Hee..hee…iya an, kamu sekarang dimana? Aku di Jakarta dit, lagi kerja sambil kuliah aja. An kalo ga salah kamu yang dulu nangis ketinggalan angkot kan..he..hee… Ah ngledek kamu dit aku kan takut ga bisa pulang tau…!!! Untung ada aku yak kan an…yeee gr banget kamu dit ga ada kamu aku juga bisa pulang. Udah dulu ya dit kamu ngledek terus sih.hee…hee enggak kok dit aku mau berangkat kuliah nih besok deh disambung lagi. Iya deh an kapan-kapan di sambung yah. Iya makasih yah daaaahh…adit.
Hari itu terlihat berbeda buat adit ia mulai bisa bercanda dan tertawa lepas setelah lama termenung. Ani adalah seseorang yang tak sengaja adit kenal beberapa tahun lalu. Malam harinya giliran ani yang menghubungi adit, beberapa kali telepon adit berdering namun adit tak tau karena keasyikan mendengarkan musik namun akhirnya adit mengangkat telpon ani. Iya an…hey lama banget ngangkatnya hayo lagi ma sapa? Ah enggak kok tadi aku ga denger hp’ku bunyi soalnya lagi dengerin musik. Ohh..kirain eh iya dit ganggu gak aku telpon ntar ada yang marah lho..? ah enggak an kamu ga ganggu kok ga ada yang marah an, kamu kali awas ntar cowo kamu tau marah lagi.hee..hee.. yeeh enggak lah aku ga punya cowo kok mana ada cowo yang berani marahin aku.hee…wah kamu galak yah jadi pada takut semua?? Enak aja siapa yang galak, ntar ga ada yang mau ma aku.. kamu ga pergi dit besok kan libur ngapel kek apa kemana gitu? Enggak ah an sapa yang mau diapelin? Yah penjual pecel lele atau penjual nasi goring gitu..hee..hee.. yah sial kamu an gentian nih ngledek? Hee..hee sory sih dit habis dulu kan kamu suka banget ma makanan itu ya kan!! Eh dit mang kamu ga punya pacar kayaknya suntuk banget gitu? Pernah ada sih an? Lho kok pernah ada mang dah enggak? Iya an baru empat bulan lalu kami putus. Ehh..sory dit aku ga tau jadi ngingetin kamu yah.. ga apa an, mang masih inget kok.hee..hee. Duhh..duh masing ngarep nih yee… yah gitu lah kira-kira an. Hmm gini nih kamu sih suka ngira-ngira jadi putusnya ya. Eh dit bulan depan aku pulang lho mau ga kamu temenin aku jalan-jalan, kamu pulang yah mau gak? Ya coba deh an besok lihat kalo bisa pulang aku pulang kok, kamu kabari aja kalo mau pulang.. ok deh adit besok aku kabari yah. dah dulu yah dit mau ke tempat temen nih, sana kamu ngapain biar ga suntuk gitu. Iya deh makasih yah an.. iya dit sama-sama.
Dan Adit pun semakin dekat dengan ani, adit mulai suka dengan cara ani ngobrol padahal belum lama mereka kenal namun mereka nampak telah lama kenal. Namun adit masih saja mengharapkan iis untuk dapat kembali menjalani apa yang telah retak dan menyatukannya kembali.
Tak pernah di sangka ani menyembunyikan hal yang begitu lama tersembunyi, sejak pertama bertemu ternyata ani telah suka ma adit. Ani tak tau bagaimana agar adit tau perasaannya, diapun takut adit telah dimiliki seseorang dan kepulangan ani adalah salah satu tujuannya agar adit tau perasaannya ternyata ani akan mencoba mengungkapkan pada adit.
Satu bulan yang terasa begitu lama bagi ani dan terasa cepat bagi adit. Akhir pecan bulan itu ani mencoba menghubungi adit, Sore dit lagi ngapain? Lagi di kost an aku mau pulang nih kerumah kebetulan sabtu minggu libur. Wah kebetulan banget nih kayaknya sabtu sore aku dah dirumah dit, kamu main ya dit mau gak? Gimana ya an, apa kamu ga capek? Enggak dit kan paginya istirahat dulu main yah dit? Iya deh an, besok malem aku main deh kerumahmu. Makasih dit ya udah kamu hati-hati ya di jalan aku juga mau siap-siap nih nanti sore aku juga pulang. iya deh an kamu juga hati-hati yah, ok dit.
Setelah beberapa bulan atau hampir satu tahun lamanya akhirnya ani dapat bertemu dengan adit, ani pun tak mengerti sejak pertama kali bertemu adit dan sejak itupula ani memendam harapan. Namun ani juga memendam keraguan apakah adit bisa menerima perasaannya keraguan ani cukup beralasan karena setelah berkenalan dan cukup lama adit belum pernah menghubungi ani. Ani tetap bertekat liburan ini ia harus bisa berbicara pada adit.
Sabtu sore adit menepati janjinya menemui ani rumah ani tak terlalu jauh dari tempat adit kira-kira 20 menit adit sampe tempat ani. Sejenak berhenti adit menghubungi ani, sore an…ak dah didepan rumah kamu nih boleh masuk gak? Udah nyampe dit!!! Kok ga ngomong dulu sih… kan kemaren dah ngomong jadi langsung aja ketempatmu.he…he… Hmm…dasar adit, ya dah tunggu bentar yang aku keluar. Tak lama ani membuka pintu rumahnya, ani kaget melihat adit akhirnya ia benar-benar melihat wajah adit kembali dengan sedikit malu ani menyapa adit. Hey…dit maaf yah nunggu.. iya gapapa an, lama yah ga liat kamu sekarang berubah? Ah..enggak dit biasa aja kok masih kaya dulu kan? Enggak an, dari cara kamu ngomong sekarang kamu kayaknya dah ga cengeng lagi nangis di pinggir jalan kaya dulu.he…heee… Hmm…terus ledek aja ampe puas, siapa juga yang cengeng baru liat aku nangis sekali kan..yeee.. masuk aja yuk dit ngobrolnya di dalem aja. Dengan langkah pelan adit masuk kerumah ani. duduk dit sapa ani. Iya makasih, mau minum apa dit? Ga usah an seadanya aja.hee… uuuhh..dasar adit, bentar yah.
Hey..bengong aja dit, nih minum dulu kan cape habis jalan. iya an makasih, ngomong-ngomong kok sepi pada kemana? Kebetulan lagi pada kerumah kakek dit jadi sepi deh.. gimana dit kuliah kamu? Baik-baik an, kamu gimana an hampir satu tahun ga kasih kabar? Ya gini lah dit aku mau telpon kamu tapi takut ganggu kamu nanti. Yah ganggu kenapa telpon aja an kalo sempet aku kan lupa no kamu. Hayo lupa atau nglupa nih..hee… enggak an lupa bener dulu ga aku simpan tapi kayaknya no kamu ganti ya? Iya dit aku ganti, no kamu gag anti-ganti hayo ada siapa tuh? Ga mau ganti. Yah enggak an males ganti-ganti aja.
Oh iya dit kemaren kamu ngomong habis putus ma cewe kamu yah? Dan tak sengaja ani menyinggung perasaan adit, sejenak adit terdiam. Upst sory dit maaf deh salah yah aku ngomong? Ga apa an semua dah terjadi kok. Kayaknya kamu berat banget kehilangan dia dit, yah aku tau dit perasaan kamu kalo kamu masih suka kenapa gak ngomong ke dia? Belum bisa an, dia mungkin dah bahagia dia sana aku takut menghalangi kebahagiaanya. Ya udah dit ga usah dipikirin dulu tuh kan kamu jadi sedih gitu, masa cemen gitu sih?..hee… waduh kamu nih an ngledeknya yah,!!! iya dit sory becanda aja kok , dah berapa lama dit putusnya? Udah hampir tujuh bulan an. Oh..dah lumayan lama yah, boleh dong aku ngomong? Ngomong apa an? Eh..enggak dit becanda kok. Tak sengaja ani mencoba berbicara namun ia membatalkan ia masih ragu akan keberaniaanya. Yah kirain mau ngomong apa an? Wah an aku pamit dulu yah dah mulai malem nih? Kok buru-buru dit baru jam setengah delapan? Yah kan dah dari sore si tempat kamu.. Ya udah deh hati-hati ya dit, makasih lho dah main. Iya an sama-sama. Dit ? ya..besok jadi kan? Jadi apa an? Yah lupa deh..kan kamu janji mau nemenin aku jalan-jalan..? oh iya an sory aku lupa ya udah jam berapa besok aku jemput? Jam sembilanan aja ya dit bisa kan? Bisa an besok deh aku jemput,ya dah aku pulang dulu yah? makasih dit, jangan lupa besok yah?hee…
Malam itu ani coba berpikir cara tepat untuk bicara pada adit, ia bertekat menghapus masa lalu adit dengan kehadirannya. Tekatnya begitu mmebulat hingga iya tak tau bahwa adit masing sangat mencintai iis.
Di sisi lain adit memikirkan kata-kata ani sore itu, bener juga yah kata ani kalo aku masih suka iis kenapa ga ngomong aja. Tapi gimana yah mau ga yah iis? pokonya aku harus yakin aku harus cepet ngomong sebelum terlambat. Gimana yah, oh iya aku tanya ani aja besok dia kan cewe pasti tau lah gimana perasaan cewe. Adit tak tau bahwa pikirannya akan berlawanan dengan ani, yah inilah dilemma kehidupan tak pernah sama namun tak sedikit juga yang merasakan sama. Hingga ke esokan pun tiba…
Pagi an..!! pagi juga dit. Gimana an mau jalan-jalan kemana nih? Aku anter deh, hmm..makasih dit, gimana kalo ke waduk sempor aja dit kan enak ngobrol sambil main air? Boleh an lama juga ga kesana nih. Sesampainya disana ani coba untuk menyinggung perasaan adit, dit aku boleh gak ngomong sesuatu ma kamu? Boleh an aku juga mau nanya ma kamu an? Wah mau tanya apa nih dit? Kamu aja duluan an nanti aku terakhir aja. Iya deh dit aku ngomong yah, dit mungkin kamu ga percaya atau mungkin malah kamu anggap mustahil tapi ini nyata dit. Secara gak kamu sadari dari awal pertama ketemu kamu aku mulai suka dit ma kamu, aku juga ga tau dit rasa itu tiba-tiba aja muncul sekian lama dit aku tahan perasaanku aku takut untuk bicara ma kamu. Sekian lama aku tunggu saat-saat ini walaupun maaf ya dit kamu belum lama baru putus tapi aku gak bermaksud memanfaatkan keadaanmu aku gak tau lagi harus gimana, aku udah lega dah bisa terus terang ma kamu dit. Mau kamu member harapan buat aku dit? Adit tak menyangka semua akan seperti ini padahal dia ingin bertanya perihal iis kepada ani. Harus bagaimana aku, aku tak bisa secepat ini melukainya namun aku juga tak bisa memberikan kebohongan kepadanya dia terlalu baik untuk di sakiti. Dit gimana sekarang semua terserah kamu? Gimana ya an, aku belum bisa menjawabnya aku takut terlalu cepat mengambil keputusan baiknya kita jalani dulu semua ini an biar tau perasaan masing-masing.
Iya dit aku ngerti perasaan kamu aku juga ga bisa memaksa, aku akan tetap nunggu kamu dit apapun itu sampai kamu mau buka hati buat aku. Nampaknya adit semakin kebingungan mendengar perkataan ani ia berfikir secepat mungkin harus mengambil keputusan namun tidak untuk saat itu. oh iya dit, tadi kamu mau nanya apa? Ah, enggak an aku cuma mau nanya kapan kamu balik ke Jakarta? Oh.. minggu depan dit kenapa mau iktu?he… enggak lah an aku kan kuliah juga. Iya ..iya dit kirain mau nanya apa? Aku jadi canggung ngomong ma kamu an, kok bisa sih yah? hmmm… biasa aja lah dit, siapa sih yang tau perasaan orang dit dan apa yang akan tertakdir padanya, sama halnya cinta dit tak tau kapan datang dan perginya. Iya sih an, ya udah tapi jalani dulu apa adanya ya an aku ga mau salah ambil keputusan. Iya dit dah nyante aja aku ngerti kok, aku dah seneng kok kamu mau ngertiin aku dit. Dit dah mau sore nih pulang yuk aku ada janji ketempat temen lama nih gak main, ya udah kita pulang yah.
Dua sisi yang berbeda dimana ani dah berhasil mengungkapkan perasaanya dan dia percaya adit akan memberinya harapan. Disis lain adit semakin bingung iis masih melekat dihatinya ia masih mencintai iis, disisi lain ada seseorang yang rela menunggunya selama itu.
Dan adit pun harus kembali kuliah, sementara ani menghabiskan sisa liburannya. Semua terus berjalan sekian lama mereka semakin sering berkomunikasi, namun di sela itu mereka masing-masing menyembunyikan sesuatu. Adit masih terus mencintai iis meskipun ia tak tau perasaan iis waktu itu, sementara itu ani di samping ia rela menunggu adit selama itu ada juga seseorang yang rela menunggu ani untuk membuka hatinya. Berkali –kali seseorang itu mencoba membuka hati ani bahkan lebih lama dari waktu ani rela menunggu adit sampai-sampai ani kehilangan akal untuk menyangkalnya namun rasa cintanya kepada adit membuatnya mengerti cinta tak pernah bisa dibohongi.
Di lain hal adit masih mencoba untuk mengatakan kepada iis bahwa ia masih mencintainya, hingga tiba suatu waktu adit menyakinkan dirinya untuk mengatakan kepada iis. sore itu adit libur dan ia berniat menghubungi iis. Met sore iis, lagi dimana bisa gak ngobrol bentar? Bisa dit aku lagi libur kok. Wah kebetulan dong iis, giaman kabar kamu lama nih gak denger kabarnya? Aku baik-baik aja dit, kamu gimana dit kemana aja nih? Aku juga baik-baik iis, aku mau telpon takut ganggu kamu iis? enggak lah dit kalo ada waktu telpon aja dit. Iis aku boleh gak ngomong? Iya dit mau ngomong apa? Dari mana yah aku harus jelasin, tapi jujur iis aku masih mencintai kamu aku tak pernah mampu untuk melupakanmu iis terlalu berat kehilangan semua buat aku iis, mau kah kamu membuka kembali semua itu iis? Aku gak bisa dit. Kenapa iis? adit terheran secepat itu iis menjawabnya. Apa udah ada seseorang lain iis? aku ga tau dit tapi memang ada seseorang yang begitu baik kepada ku, hampir tiap pagi ia menjemputku berangkat kerja bahkan ia sempat mengungkapkan perasaannya padaku, namun tak secepat itu aku menjawabnya. Maafin aku juga dit aku gak bisa untuk kembali jalanilah apa adanya dit biarkan takdir yang menjawabnya, udah ya dit aku ada janji di sambung besok lagi ya dit.
Adit hanya terdiam tanpa menjawab sapaan iis dan iis pun telah menutup telponnya. Adit terkejut ia tak percaya begitu cepat perubahan pada iis tanpa menghiraukan perasaannya iis berterus terang apa yang telah terjadi kepadanya tentang seseorang yang mendekatinya. Terbesit pikiran dalam benak adit yang cukup membuatnya tak berdaya, apakah ia tak lagi benar-benar mencintaiku begitu mudahkah ia melupanku dan apakah cinta itu? bila mudah untuk dilupakan. Dan adit tetap bertekat untuk mencintai iis apapun yang terjadi.
Akhirnya harus memilih….
Ada seseorang juga yang sedang dalam kebimbangan menunggu jawaban adit, setelah beberapa waktu mencoba member adit kesempatan untuk berfikir. Ani juga merasakan kebimbangan ia berniat berbicara lagi kepada adit. Selang satu hari setelah adit berbicara kepada iis, ani mengirim pesan kepada adit untuk menghubunginya, “ dit telpon aku yah?”, dan tak lama adit menghubungi ani. Iya an ada apa? Kamu kenapa dit kok ga semangat gitu, aku ganggu yah atau ada masalah? Enggak kok an kamu gak ganggu aku baik-baik aja. Dit harus berapa lama lagi aku menunggu? Maksud kamu an? Iya udah selama ini aku menunggu keputusan kamu aku udah coba kasih waktu buat kamu berfikir, aku pengen ada keputusan dari kamu?! Tapi an aku gak bisa.. ok dit aku tunggu sampe kamu bisa..!! tapi an? Pokoknya aku tetep tunggu, titik. Dengan secepat itu ani menutup telpon adit, sepertinya ani kecewa akan sikap adit.
Adit semakin bingung akan hal yang di hadapinya, ani tetap kokoh menunggunya sementara adit juga kokoh mencintai iis. Adit tak bisa berlama-lama membuat ani terluka secepat mungkin ia akan berbicara pada ani. Namun adit masih terus mencoba meneruskan cintanya pada iis, “iis aku tak tau cara melupakanmu, cinta ini semakin erat ku genggam setelah apa yang telah terjadi. Beri aku kesempatan iis” itulah bunyi pesan adit kepada iis. Beberapa jam kemudian iis menghubungi adit, hey dit…iya iis.. lagi apa dit? Lagi tiduran sambil nunggu balesan pesan dari kamu eh malah kamu telpon. Dit aku ga tau gimana ngomongnya, lupakan lah aku dit.!! Tapi iis kenapa? Carilah yang lebih baik dari aku dit. Sampai kapan aku temukan iis jika aku selalu mencari yang terbaik? Kenapa kamu ga ngerti perasaanku iis? iya dit aku ngerti tapi maff aku ga bisa. Iya iis tapi kenapa? Aku ga mau kamu kecewa dit, belum lama kakaku memilihkan seseorang untuk mendampingiku memang dia baik tapi aku belum bisa dit untuk secapat itu, tapi aku ga tau tiga atau empat tahun lagi jika masih ada kesempatan aku ingin menyegerakan. Karena itulah aku ga mau kasih harapan sia-sia padamu dit lebih baik kamu selesaikan kuliah kamu. Tapi iis kita ga pernah tau kana pa yang akan terjadi nanti? Karena itulah aku tak mau ceroboh mengambil keputusan. Tapi aku akan tetap mencintaimu dan menuggu kamu iis…terserah kamu dit tapi jangan sesali apa yang akan terjadi dit….!!! Aku akan lebih menyesal jika aku menyerah hari ini iis… baiklah dit terserah kamu tapi aku gak mau ngasih harapan semu padamu..! biarah iis, biarkan aku mencari harapan itu. baiklah dit itu keputusan kamu.
Begitu berat keputusan adit, waktu terus berjalan ia selalu memikirkan kata-kata iis tiga tahun yang akan mengawali atau bahkan akan mengakhiri segalanya semua yang dinantinya. Walaupun tak pernah tau apa yang akan terjadi namun sungguh perkataan iis membuatnya tak berdaya. Adit tak sanggup membyangkannya. Sementara telah ada seseorang yang rela menunggunya namun cinta bukanlah pilihan kata, perasaan dan takdir lah yang menentukan pilihan cinta. Akhirnya adit harus berterus terang kepada ani bahwa ia masih tetap mengharapkan iis meskipun tak pernah adit tau seberapa mungkin harapannya itu.
Sekian lama ani menanti jawaban adit, hingga ia harus merelakan penantinannya itu dengan berat hati adit harus berkata dan dengan sangat berat ani menerima keputusan adit. Senja itu menjadi akhir penantian ani, “met sore an sibuk gak aku mau bicara nih? Enggak dit ngomong aja dit. An sekian waktu aku coba untuk memahami, trimakasih an kamu dah rela buat nunggu aku maafkan aku an membuatmu kecewa. Aku gak bisa member kamu harapan an, berat untuk aku mengataknnya namun aku harus jujur an aku masih mencintai iis. Maaifin aku an.. Oh..jadi ini dit jawaban dari semua penantianku kamu masih suka sama mantan kamu kan, kenapa ga dari dulu kamu ngomong? Lalu mana hasilnya kamu rela nunggu sesuatu yang ga pasti sementara ada seseorang yang mencintai kamu dit, apa kamu ga menyadari dit aku ada menintaimu. Iya an aku tau, kamu mencintaiku tapi cinta bukanlah kebohongan... Kenapa ga dari awal kamu ngomong dit??? Maafin aku an, aku ga mau buat kamu terluka..oh.. gitu dit lalu apakah sekarang kamu gak buat aku terluka dit??? Apakah kamu tau dit jauh dari perasaanku padamu ada seseorang yang rela selama dua tahun menanti hadirnya cintaku dit, dia baik dit sangat baik untuk di sakiti tapi rasa cintaku padamu yang mampu menahanya, namun apa sekarang hasilnya dit..apa dit??? Maafkan aku an, ini sudah menjadi pilihanku sudah ku tentukan pilihan cintaku. Semua belum terlambat bagimu an jika ia sungguh-sungguh ia tetap masih menantimu an, gapailah cintanya an dia lebih pantas kamu cintai dengan perjuangnya selama ini. Biklah dit, aku kecewa sama sikap kamu dit tapi aku juga hargai kejujuran kamu, namun aku juga tak bisa mencintainya dit aku akan mencari cintaku sendiri seseorang yang benar-benar aku cintai, meskipun aku tak bisa bersamammu aku juga tak bisa menerimanya dit. Terimakasih untuk semuanya dit, carilah harapanmu dit tak ada yang sia-sia terimalah karena takdir dit dari pada berputus asa itulah yang sia-sia. Selamat menjalankan kehidupan kita masing-masing dit, makasih buat semuanya. Hanya tuhan yang mampu membalas kebikkanmu an, maafkan aku an. Udah lah dit semua udah terjadi, baik-baik disitu dit aku butuh waktu mungkin beberapa hari ini aku ga bisa dihubungi. Perjuangkanlah harapanmu dit sampai ketemu lagi ya dit…
Inilah kehidupan dan cinta itu semua tak bisa diperkirakan, datang dan pergi adalah misteri baginya. Kita hanya bisa menjalani tanpa bisa menentukan karena telah ada yang men’takdirkan kehidupan kita masing-masing. Semua adalah sementara bukan milik kita selamanya, maka jagalah dengan baik apa yang kita miliki sentuhlah dengan ketulusan dan kejujuran. Terimalah karena takdirmu jangan sia-siakan semua karena menyerah dan berputus asa……
Ini telah menjadi keputusan adit dan cinta yang terpilih adalah cintanya kepada iis, ia tak tau apa yang akan terjadi meskipun waktu tak pernah memberikan kepastian apakah takdir akan menyatukan ia dengan iis atau bahkan akan memisahkannya, inilah misteri yang kuasa.
Rona merah di sisi senja menjadi tabir kenangan bagiku dan dirinya…
Dan gelap akan segera menyelimutinya…
Hingga rintik hujan menyejukkan dahaganya…
Jiwa yang dulu berkelana, terus berdiri tegak menegaskan harapannya…
Sampai butir-butir air mata menjadi berlian yang berharga…
Dan kenangan menjadi sejarah yang tak akan terlupakan…
Sekian...
"Dia itu..."
Sebut saja namanya dino. Dino adalah seorang cowok yang sangat memiliki karisma dan prediket tajir, yang bisa membuat banyak cewek takluk atau lengket kepadanya. Tak sulit bagi dino untuk mencari cewek baru setelah dia putus dengan pacar lamanya. Hal ini membuat dino seakan tak memperdulikan hati para cewek, karena merasa cewek ga ada bedanya dengan sebuah baju, bila sudah lusuh tinggal ganti yang baru. Apa kamu juga seperti ini?
.
Tapi tak selamanya dino menjadi sang idola banyak cewek di sekolahnya, seorang murid baru yang baru pindah dari luar kota membuat nama dino perlahan memudar, kenapa?. Karena banyak cewek yang lebih terkagum dengan anak baru yang bernama tio itu...
Hari-hari berganti, semakin banyak cewek cantik yang biasanya mendekati dino berpaling ke tio. "Eh sob kayanya lo kalah saing deh ama si tio", kata salah seorang teman dino yang bermama romi. Dino tak menjawab perkataan dari temannya itu, dan langusng berdiri kemudian melangkahkan kakinya perlahan ke arah tio. "Hei lo anak baru!!! jangan sok pamer lo disini..!!!", kata dino kepada tio. Tio terkejut mendengar perkataan dari doni itu. "Emangnya gua kenapa?", tanya tio bingung. "Lo tu sok kegantengan tahu ga?!!", Plak...!!, kata doni yang kemudian memukul wajah tio. Tio terjatuh dengan memar di wajahnya, puluhan pasang mata melihat kejadian itu. "Kalau lo masih aja sok kegantengan and sok pamer, lo bakal dapet lebih dari ini!!!", bentak tio.
Beberapa hari berlalu, bagaikan bintang yang kembali bersinar, dino kembali dengan gaya aslinya, yaitu seorang cowok yang sok kaya dan sok cakep. Perlahan kakinya melangkah dengan dagu yang tegak ke atas, dan dengan dua orang teman di kanan serta kirinya sebagai pengawal bak seorang bos. Bel pulang pun berbunyi, terlihat banyak anak-anak murid berlari mengejar lari, seakan terlepas dari kekangan sang guru. Terlihat dino dan teman-temannya sedang berjalan dengan langkah sombongnya. "Eh itu kan si tio, kok dia naik motor butut gitu sob?, katanya dia anak orang kaya?", kata romi. "Iya-ya...kejar yu"...
Mereka lalu mengejar tio dan membuntutinya dari belakang, "Wah kelewatan nih din, itu dia mau ngajak si lisa pulang bareng", kata romi kepada dino. Terlihat wajah yang cemburu ketika dino melihat tio memegang tangan lisa. Dino pun langsung menghampiri tio, dan lagi-lagi tanpa basa-basi dino langsung memukul wajah tio dengan tangan kanannya. Lisa terkejut ketika melihat dino yang tiba-tiba marah. "Nah itu akibat lo ga matuhin kata-kata gua!!!, dasar orang miskin sok banget lo!!!", teriak dino. "Ayo lis, lo balik ama gua aja...", kata dino lagi sambil menarik tangan lisa. Tapi lisa menolak dan berontak ingin melepaskan tangannya dari dino. "Sok banget sih lo lis!!!, ngapain lo mau pulang ama dia!!!, gua juga tahu lo tu cewek kaya apa!!! udah pulang ma gua!!!", bentak dino. Lisa tetap melawan dan berusaha melepaskan tangannya dari dino dan kemudian, Plak!!!. Begitu suara yang terdengar ketika dino menampar wajah cantik dari lisa. "Dino!!!, lo boleh mukul gua, lo boleh menghina gua!!!, tapi lo jangan nyentuh dia apalagi nampar dia!!!", teriak tio kepada dino. "Alah!!! bisa apa lo orang miskin!!!", jawab dino.
Tio yang semula hanya diam, tak dapat menahan amarahnya, tio langsung memukul dino dengan kerasnya dan membuat dino terjatuh ke tanah yang berdebu, terlihat darah di wajah dino. Tio tak berhenti sampai disitu, ia lalu mengarahkan tendangannya ke badan dino. "Ampunnn....", begitu kata dino seakan menyerah kepada tio dengan wajah yang penuh darah. "Awas lo ya tio!!!, bakal gua balas lo!!!", kata dino dengan pelan ketika tio berjalan menginggalkannya.
Keesokan hari, dino yang seorang anak manja telah melaporkan kejadian yang menimpanya kepada papanya, maklum dino adalah anak yang sangat manja. Alhasil, papanya pun datang ke sekolah dengan 3 orang algojo di sampingnya. "Mana anak yang mukul kamu?!?", kata papa dino kepadanya. "Itu pa!,..", kata dino sambil menunjuk ke arah tio. Algojo yang berbadan besar pun langsung menghampiri tio. Dino tersenyum dan tertawa senang menanti tio akan di habisi oleh anak buah papanya. "Padahal tu anak cuma anak tukang obat pa, tapi sombong bener!!!", kata dino kepada papanya. "Anak tukang obat?, kok beraninya dia mukul kamu?, apa dia ga tahu kamu anak siapa?", jawab papa dino yang juga sesombong anaknya.
Di tempat lain terlihat 3 orang algojo yang berbadan tegap itu sedang menggangu ketenangan dari tio yang sedang asyiknya bercanda bersama lisa. Tapi anehnya algojo itu pun kembali lagi dan membisiki sesuatu kepada papa dino. "Ha?!!!", kata papa dino yang terlihat bingung. "Yuk kita pulang", kata papa dino kepada algojonya dan juga dino. "Kok pulang sih pa?", masa takut ama anak kecil gitu?, masa papa seorang pengusaha sukses takut ama anak tukang obat?", kata dino yang terlihat menjengkelkan. Tanpa disadari, dino sangat terkejut ketika tangan dari papanya mendarat ke wajah dino. "Kok?,,", kata dino sambil memegang wajahnya. Terlihat amarah di wajah papa dino dan perlahan ia berkata "Dia itu...anak dari bos papa!!!, jangan macem-macem kamu!!!". Dino langsung terdiam seakan tak mengerti, ternyata tio adalah anak dari orang yang sangat kaya, tapi berpenampilan dan bersikap biasa-biasa saja. Dino yang telah merasa orang terkaya di sekolah itu tak mampu berkata, hanya diam dan terdiam. Ternyata harta itu bukan untuk dibanggakan dan untuk dipamerkan, agar menjadi orang yang paling di idolakan...
The end...
Gimana cerita cintanya?, kalau kurang bagus, harap maklum ya...hehehe...semoga cerita diatas menjadi pelajaran bagi kita semua.
Tapi tak selamanya dino menjadi sang idola banyak cewek di sekolahnya, seorang murid baru yang baru pindah dari luar kota membuat nama dino perlahan memudar, kenapa?. Karena banyak cewek yang lebih terkagum dengan anak baru yang bernama tio itu...
Hari-hari berganti, semakin banyak cewek cantik yang biasanya mendekati dino berpaling ke tio. "Eh sob kayanya lo kalah saing deh ama si tio", kata salah seorang teman dino yang bermama romi. Dino tak menjawab perkataan dari temannya itu, dan langusng berdiri kemudian melangkahkan kakinya perlahan ke arah tio. "Hei lo anak baru!!! jangan sok pamer lo disini..!!!", kata dino kepada tio. Tio terkejut mendengar perkataan dari doni itu. "Emangnya gua kenapa?", tanya tio bingung. "Lo tu sok kegantengan tahu ga?!!", Plak...!!, kata doni yang kemudian memukul wajah tio. Tio terjatuh dengan memar di wajahnya, puluhan pasang mata melihat kejadian itu. "Kalau lo masih aja sok kegantengan and sok pamer, lo bakal dapet lebih dari ini!!!", bentak tio.
Beberapa hari berlalu, bagaikan bintang yang kembali bersinar, dino kembali dengan gaya aslinya, yaitu seorang cowok yang sok kaya dan sok cakep. Perlahan kakinya melangkah dengan dagu yang tegak ke atas, dan dengan dua orang teman di kanan serta kirinya sebagai pengawal bak seorang bos. Bel pulang pun berbunyi, terlihat banyak anak-anak murid berlari mengejar lari, seakan terlepas dari kekangan sang guru. Terlihat dino dan teman-temannya sedang berjalan dengan langkah sombongnya. "Eh itu kan si tio, kok dia naik motor butut gitu sob?, katanya dia anak orang kaya?", kata romi. "Iya-ya...kejar yu"...
Mereka lalu mengejar tio dan membuntutinya dari belakang, "Wah kelewatan nih din, itu dia mau ngajak si lisa pulang bareng", kata romi kepada dino. Terlihat wajah yang cemburu ketika dino melihat tio memegang tangan lisa. Dino pun langsung menghampiri tio, dan lagi-lagi tanpa basa-basi dino langsung memukul wajah tio dengan tangan kanannya. Lisa terkejut ketika melihat dino yang tiba-tiba marah. "Nah itu akibat lo ga matuhin kata-kata gua!!!, dasar orang miskin sok banget lo!!!", teriak dino. "Ayo lis, lo balik ama gua aja...", kata dino lagi sambil menarik tangan lisa. Tapi lisa menolak dan berontak ingin melepaskan tangannya dari dino. "Sok banget sih lo lis!!!, ngapain lo mau pulang ama dia!!!, gua juga tahu lo tu cewek kaya apa!!! udah pulang ma gua!!!", bentak dino. Lisa tetap melawan dan berusaha melepaskan tangannya dari dino dan kemudian, Plak!!!. Begitu suara yang terdengar ketika dino menampar wajah cantik dari lisa. "Dino!!!, lo boleh mukul gua, lo boleh menghina gua!!!, tapi lo jangan nyentuh dia apalagi nampar dia!!!", teriak tio kepada dino. "Alah!!! bisa apa lo orang miskin!!!", jawab dino.
Tio yang semula hanya diam, tak dapat menahan amarahnya, tio langsung memukul dino dengan kerasnya dan membuat dino terjatuh ke tanah yang berdebu, terlihat darah di wajah dino. Tio tak berhenti sampai disitu, ia lalu mengarahkan tendangannya ke badan dino. "Ampunnn....", begitu kata dino seakan menyerah kepada tio dengan wajah yang penuh darah. "Awas lo ya tio!!!, bakal gua balas lo!!!", kata dino dengan pelan ketika tio berjalan menginggalkannya.
Keesokan hari, dino yang seorang anak manja telah melaporkan kejadian yang menimpanya kepada papanya, maklum dino adalah anak yang sangat manja. Alhasil, papanya pun datang ke sekolah dengan 3 orang algojo di sampingnya. "Mana anak yang mukul kamu?!?", kata papa dino kepadanya. "Itu pa!,..", kata dino sambil menunjuk ke arah tio. Algojo yang berbadan besar pun langsung menghampiri tio. Dino tersenyum dan tertawa senang menanti tio akan di habisi oleh anak buah papanya. "Padahal tu anak cuma anak tukang obat pa, tapi sombong bener!!!", kata dino kepada papanya. "Anak tukang obat?, kok beraninya dia mukul kamu?, apa dia ga tahu kamu anak siapa?", jawab papa dino yang juga sesombong anaknya.
Di tempat lain terlihat 3 orang algojo yang berbadan tegap itu sedang menggangu ketenangan dari tio yang sedang asyiknya bercanda bersama lisa. Tapi anehnya algojo itu pun kembali lagi dan membisiki sesuatu kepada papa dino. "Ha?!!!", kata papa dino yang terlihat bingung. "Yuk kita pulang", kata papa dino kepada algojonya dan juga dino. "Kok pulang sih pa?", masa takut ama anak kecil gitu?, masa papa seorang pengusaha sukses takut ama anak tukang obat?", kata dino yang terlihat menjengkelkan. Tanpa disadari, dino sangat terkejut ketika tangan dari papanya mendarat ke wajah dino. "Kok?,,", kata dino sambil memegang wajahnya. Terlihat amarah di wajah papa dino dan perlahan ia berkata "Dia itu...anak dari bos papa!!!, jangan macem-macem kamu!!!". Dino langsung terdiam seakan tak mengerti, ternyata tio adalah anak dari orang yang sangat kaya, tapi berpenampilan dan bersikap biasa-biasa saja. Dino yang telah merasa orang terkaya di sekolah itu tak mampu berkata, hanya diam dan terdiam. Ternyata harta itu bukan untuk dibanggakan dan untuk dipamerkan, agar menjadi orang yang paling di idolakan...
The end...
Gimana cerita cintanya?, kalau kurang bagus, harap maklum ya...hehehe...semoga cerita diatas menjadi pelajaran bagi kita semua.
"CINTAKU"
Angin berhembus lembut sekali pagi ini menyambut tahun 2010 yang akan segera tiba jika malam nanti berlalu.seorang gadis duduk ditaman sekolah memutar mutar buku diary… membuka menutupnya berulang kali seakan ingin menulis sesuatu tapi binggung apa yang hendak ia curahkan.namanya lisa.lisa melihat kanan kirinya terlihat disamping kanan nya sepasang kekasih yang duduk ditamann tengah bercanda tawa.terbisit di benak lisa apa yang sedang mereka rencanakan untuk menghabiskan malam tahun baru ya?? Emmm apa yang membuat mereka percaya yang namanya cinta dan kesetiaan?? Ya.. lisa sendiri sudah lama sejak ia duduk di sma kelas 1 ia sendiri menutup diri untuk laki2.sejak dia dihianati oleh seseorang dengan sahabatnya sendiri.sejak itu lisa gak pernah mau bersahabat dan pacaran dia menggap semua cowok akan seperti itu hanya memberi rasa sakit begitu dengan sahabat hanya bisa menusuk dia dari belakang.dari saat kejadian itu dia hanya punya dua sahabat ya buku diary dan pena yang menari nari jika hatinya sedang galau ataupun butuh teman untuk berbagi.
Tapi entah kenapa akhir tahun ini dia terusik dengan pertanyaan teman2nya di facebook,disekolah yang menanyakan kapan punya pacarnya????
Lisa masih terlalu takut untuk membuka hatinya menerima seseorang atau pun sahabat.dia lebih suka menyendiri,gak banyak bicara cuek.terauma nya karena 2 kali gagal dalam menjalin hubungan membuat dia tidak lagi mempercayai apa itu cinta dan kesetiaan.setiap kali lisa didekati lelaki dia selalu punya cara untuk membuat cowok 2 itu infill dengannya.padahal lisa bukalah gadis cupu ataupun jelek lisa cewek yang begitu menarik,modis, keren, smart banyak cewek disekolahnya irih padanya,begitu lengkap yang tuhan kasih ke lisa.cantik hati,catik paras,pintar,kaya,dan keluarga yang harmonis.lisa sendiri anak satu satunya dari pasnagan lia dengan dirga.lisa dibesarkan dengan penuh perhatian dan kasih sayang yang melimpah tapi ya gitu disisi kehidupan cinta nya tak pernah berakhir dengan indah.itu yang membuat dia 2 tahun sendiri.
Lisa menutup buku nya melangkahkan kakinya keperpustakaan.dia online diperpustakaan dia membuka situs salah satu bioskop di bandung.ya dia mau menghabiskan malam ini seperti biasa nonton sampai pagi tapi kali ini dia mau nonton dibioskop bukan dirumah kebetulan kedua orang tuanya lagi diluar kota.sepulang sekolah lisa main basket sama salah satu anak satu kelasnya.namanya dion.dion sendiri anak dari pemilik sekolah, dion teman lisa main basket setiap hari, mereka berdua gak pernah bicara kalau tidak penting, tapi hari itu, selesai main basket dion memberi bola basket dia melemparnya
“ambil itu buat mu jangan main basket melulu cari pacar geh…”
“apaan ceih dion?? Aku gak ngerti. “
”ia liat temen2 dikelas da pada punya pacar “
“emmmm sotoy!! Memangnya kenapa? kamu sendiri juga gak punya pacar kan?? “Hahhahaaha
“dion… kenapa ketawa???”
Lisa…kau ini..
apa aku apa??” Ih da ah… lisa melangkahkan kaki tapi tiba2 aja dion di belakang lisa.
lis.. kan kita sama2 jomblo malam ini mau gak nonton sama aku??.
emmm nonton sama kamu?? Gak ah..entar aku dibunuh ma anak2 cewek satu sekolah.dengan polosnya lisa menjawab ajakan dion.
loh emang kenapa??
Ya secara banyak banget kan yang suka ma kamu??idola satu sekolah.
Ah.. biasa aja!! Aku kali yang bakal dibunuh
emmm…ma siapa??
Ya itu anak2 cowok sekolah.emmm mereka tertawa bersama.
lisa mau gak??
Apa??
Nonton nya donk!!
Ahhh banyak mikir da ah ayuk!! Lisa saat itu ditarik aja ma dion.
dion lepasin!! ia jadi, tapi lepasin tangan aku.
gak ah…entar kamu lari…
ihh gak dion..
bener??? ia janji!!
Dion melepaskan tangan lisa.
emmm kamu aku antar pulang ya!!
Gak ah kita ketemu aja di bip ya jam 8 malam ok!!
Ia dech awas ya lis kalau kamu ingkar!!!
Emang kenapa?? Aku bakal keluarin kamu dari sekolah ini.
hah?? enak banget kamu memanfaatkan kekuasaan.lisa melihat dion tersenyum sebelum dia melangkah kan kaki mendahului lisa.
Sampai ketemu!!!!
dirumah entah kenapa lisa gelisa… dan bertanya Tanya kenapa ya dion gajak aku noton??? Lisa jadi ingat, dulu pernaha da gossip kalau dion suka ma lisa hahaha… lisa keGeRan hehehee ‘:’) . jam sudha menunjukan pukul 7. lisa malam ini entah kenapa berpenampilan feminis gak seperti biasanya,tomboy hahaha macam mau kencan aja. lisa naik taxi ke bip. begitu turun lisa meliaat dion memakai kemeja putih.dion melambaikan tanganya.dan menghampiri lisa.
Emmm……
kenapa??? Jelek ya??
Gak,beda aja.
emmm bolehkan??
Ia boleh!!
Kamu cantik juga ya!!
Maksud loh??? Emangnya ngapain anak cowok ngejer aku kalau kau gak cantik?? Iiiiiiiiiiiiihhhhhhhhh kamu pd amat!
Harus donk! Perbincangan merekq terus berlanjut sampai film dimulai.mereka nonton film horror.selesai nonton mereka menyempatkan duduk di atas mobil dion dipinggir jembatan disuatu jalan.melihat jalanan,malam itu berlalu dengan indah.dion mengeluarkan gitar yg dia letakakn di jok belakang mobilnya,malam itu lisa dan dion menyanyi mereka terlihat begitu menikmati malam itu.tepat jam duabelas, dimana pergantian tahun dion menerima telp sesaat kemudian kembanga api bersorak menyambut tahun baru entah darimana.mungkin dion yang memang sengaja menyalakannya menyuruh orang.disela2 itu dion menggengam tangan lisa
.. lisa..
emm
mau gak jadi pacar aku??
Hah??
Ia aku serius mau gak???jujur aku menyukaimu sejak kit a kelas satu.
ooo jadi gossip itu bener??
Gossip apa??
Gak ah lewatin aja. dion…aku gak percaya sama yang namanya kesetian sama arti Dari cinta.
lisa… aku bakal tunggu sampai kau siap!!!
Emmm……
malam itu berlalu begitu indah lisa tak memungkiri malam itu dia begitu menikamti dan merasa nyaman bersama dion.
Dari hari itu entah kenapa setiap kali lisa melihat dion ingin menghindar ada perasaan malu ke dion ,begitu pula dion.dia gak berani menatap lisa meskipun sesekali dion curi2 pandangan tanpa sepengetahuan lisa. Satu minggu kemudian, disekolah saat pelajaran fisika guru membagi kelompok untuk mengerjakan presentase minggu depan.dan lebih kacau lagi saat nama pembagian nama, dion dan lisa dijadikan satu kelompok.lisa melihat kearah dion dilihat dion sekilas tersenyum dengan senyum yang siapa pun yang melihat hatinya akan merasa tenang.
Ahahh..lisa menghela nafas panjang ada kecemasan diraut wajahnya.sepulang sekolah dion menghampiri lisa dibangkunya.
Lis….
Emm…ia ada pa??
Nanti sore aku kerumah ya buat nyarik bahan tugas kita.
Emmm….lisa masih binggung harus menjawab apa
Dion udah memotong pembicaraan itu da ahh kelamaan mikir nya.sambil melangkahkan kaki keluar dari ruangan kelas.
Sesampainya dirumah,lisa merebahkan tubuhnya ahhh rasa laparnya tak ada sama sekali dia memikirkan akan terjadi apa nanti sore.ahhh pasti akan terasa canggung kenapa jadi gak enak gine ceh?? Ahhh…pertanyaan dan jawaban itu terus beradu di benaknya,
Sampai lisa tertidur.padahal lisa belum buka baju seeragam sekolahnya.
Begitu jam 7 lisa dibangunkan oleh mama nya.
Lisa..mama masuk ya sayang…
Lisa…bangun sayang dibawah ada temen kamu tuh..
Hah?? Siapa ma??
Cowok ganteng loh…
Cowok??? Dia sambil mikir
Hah?? Dion ma??
Ia.
Lisa memandang jam ughhhhhhhhh……………………….. lisa langsung lari kekamar mandi
Ma..suruh tunggu dia ya…
Mamanya lisa hanya tersenyum saat itu.
Setengah jam kemudian lisa turun dari lantai dua dimana kamarnya menemui dion.
Hey…maaf ya da lama nunggu.
Gak apa.
Baru mau beranjak dr ruangan tamu menuju kelantai dua
Papa lisa pulang dan menyuruh untuk makan malam dulu.ini untuk pertama kalinya diwaktu makan malam dengan keluarga ada orang lain ikut makan dimeja itu.
Papa mengajak dion bicara menanyai tentang keluarga dion.
Selesai makan dion duduk dengan papa diruang keluarga mereka asik ngobrol. Lisa merasa cemas pasti papa menggap dion itu pacar ku ,ahhh..lisa menghela nafas. Dia melangkahkan kakinya,
Dion…katanya mau ngerjain tugas ayuk keatas
Papa tersenyum ..
Mari om dion keatas dulu.permisi….
Ia.
Begitu diatas dion duduk dan lisa masuk kekamarnya mengambil buku2.
Emmm…wajah itu.
Emmm..apa??
Ia wajah itu kenapa secemas itu..
Ah.. biasa ja.
Emm.dion tersenyum
Malam itu mereka belajar,meskipun sering kali tak sependapat tentang konsep yang mereka buat sendiri.
Hari berikutnya dion mengajak lisa kepalasari untuk mencari buku.pulang dari palasari bukanaya langsung pulang dion melarikan lisa ketempat makan,dion selalu ada cara supaya tetap dengan lisa.
Berhari2 setelah itu hubungan mereka semakin dekat setiap hari.tak ada satu hari pun yang tidak mereka lalui bersama dengan canda tawa dan pertengkaran hahaha..
Main basket sama dan sering kali lisa diantarkan dion pulang.
,mungkin karena kebersamaan mereka,banyak anak2 mengosip tentang hubungan mereka.
Tapi baik lisa ataupun dion gak pernah mengopeni gossip-gosip itu.
Sampai pada saat ada perkemahan yang di adakan pihak sekolah.lisa dan dion ikut acara itu bahkan mereka jadi salah satu panitia pelaksana. ya sebagai perpisahan atau pelepasan jabatan osis.
Ya…hanya tinggal beberapa bulan lagi mereka lulus sekolah hehehe setengah tahun lagi dech…
Hari pertama diperkemahan saat buat tenda dion membantu lisa mendirikan tenda.
Waktu berjalan sesuai yang telah direncanakan.
Samapi malam itu lisa duduk di tempat duduk dekat dengan taman2,dan tak terlalu jauh dengan perkemahan.dion meghampiri lisa.
Emm…ditempat seperti ini sendirian lagi mikirin apa ceh?
Hey…gak ada Cuma pengen disini aja.tenang kan??
Ia.. untuk beberapa menit mereka sama2 diam.menit selanjutnya…
Lisa…
Emmm..
Aku ingin Tanya sama kamu
Emm jangan serius banget ahh gak cocok kamu seperti itu,menakutkan
Dion tersenyum..
Lisa…aku ingin menanyakan jawaban atas permintaan ku beberapa waktu lalu.
Hah??
Ia..
Itu…ya..apa?
Bukan lisa gak ingat tapi…lisa..belum yakin kalau lisa memang suka juga ma dion.
“Emm terus… “
Dion…
Ia..
Apa kalau kita jadian kau akan berubah???
Berubah??maksudnya??
Ia jadi gak seperti yang udah kita lewati selama ini.
Emm lisa..mungkin akan jdi lebih baik lagi…
Kau akan menjamin apa kalau kau gak akan menyakiti aku?
Hah…emmm…aku?? gak ada yang bisa aku jaminkan disini aku hanya bisa berusaha semampu ku.dan bertanggung jawab akan hatiku dan kata2 ku samapi akhir.
Ya..udah.
Maksud kamu??kita pacaran??
Emm..kita jalani aja apa ada nya seperti air menglir.
Makasih ya… udah mau menerima aku.
Malam itu beralu tak dipungkiri lisa kalau hatinya saat itu juga tengah berbubga bunga.
Bagaikan melayang2 diudara.malam itu lisa dan dion gak bisa tidur enthalah mungin masih membayangkan yang tadi hehehe
Tiba hp lisa bunyi ada sms dari dion
Lis..lagi pain?? Aku gak bisa tidur neh…km da tidur ya??
Lisa balas sms dion
Belum…
Sms2 itu berlanjut entah sampai jam berapa banyak hal yang mereka bincang2kan.meskipun hanya lewat sms.esok harinya disaat penjelajahan lisa dan dion satu tim,gak ada yang berubah dari sikap dion begitu juga lisa.
Saat menyebrangi sungai dion memegang tangan lisa,seakan menjaganya.lisa merasa nyaman dengan adanya dion.begitu juga dengan dion.
Acara demi acara dilewati hingga sampai malam puncak,lisa duduk disisi kiri dion.malam pelepasan ini menjadi lebih menarik karena disertai dengan api unggun.
Sesekali dion memperhatikan lisa.malam terang itu seakan mengambarkan hati lisa yang tengah terang juga,setelah beberapa bulan yang lalu lisa menutup pintu hatinya.entah kenapa kali ini dia mempercayai dion untuk memasuki bagian dari hatinya.dan luka yang ada dulu entah kemana perginya..lisa bertanya pada dirinya sendiri ini kah cinta yang sebenarnya dikirim tuhan untukku ataukah akan sama akhirnya hanya bisa berakhir begitu saja dan meninggalkan luka?? Tapi pertanyaan itu tak dijawab lisa.lisa terlalu takut membayangkannya.
Satu bulan sudah hubungan dion dengan lisa berjalan.ini hari dimana satu bulan itu berlangsung.lisa sengaja gak menghubungi dion dia ingin dion tau dion mengingatnya gak ya..ya..walaupun ini hanya hal sepele tapi buat lisa ,ini adalah hal yang penting.
Begitu dion jemput lisa untuk pergi kesekolah sama sepeti biasa dion sama sekali gak ada mengungkit tentang hari jadi mereka,itu buat lisa menekuk wajahnya.sampai disekolah lisa melangkah duluan,dion memanggil lisa hey…kenapa cemberut ceh?? Dion melakukan kesalahan ya??
Gak.aku duluan ya!!
Dion tersenyum.
Waktu istrahat lisa main basket gak seperti biasa dia gak ngajak dion.
Dilapangan basket lisa asik main basket sendiri berulang kali bola itu masuk hanya dengan satu kali lemparan. Dion melihat dari kejauhan dion tersenyum…. Lau pergi
Begitu jam istrahat habis lisa masuk kekelas.dan pelajaran dimulai..lisa dan dion gak duduk satu bangku.lisa duduk dengan dias dan dion duduk dengan mei.mereka duduk bersebelahan.dias nagasih selembar kertas.
Apa ini? Baca aja
Isi kertas itu
Ku tunggu untuk bertanding basket sepulang sekolah
Lisa memandang ke arah dion dan dion tersenyum.
Sepulang sekolah lisa berjalan kearah lapangan basket.
Tinggal 10 langkah lisa mendapati kertas berwarna pink bertuliskan kata sorry..
Langkah berikutnya dia menemukan mawar merah
Langkah berikutnya kertas warna pink bertuliskan love
Dengan seikat bumga mawar merah..lisa mencari cari orang di sekelilingnya.dilapangan basket dion berdiri dengan memegang bola basket.
Hey..jangan terkejut sepert itu ayo..katanaya mau bertanding!! Kamu??
Lisa memandang ke dion.tapi dion malah asik mainkan bola.akhirnya mereka bertanding hingga merasa lelah keduanya.duduk ditengah2 lapangan basket.
Dion ngasih minuman ke lisa.
Neh..minum dulu.
Lisa..aku bukan tipe cowok yang romantic jadi maaf kalau hanya seperti ini. Met hari jadi kita ya yang ke satu bulan hehehehe
Lisa memandang ke dion,dan tersenyum.hatinya lega ternyata dion ingat hari jadia mereka.
Lisa..emmm nanti malam diner yuk???
Emm…
Dion hanya tersenyum
Lisa diantar dion pulang.begitu lisa turun dari mobil dion.
Hey…cewek cantik jangan buat aku nunggu ya.nanti malam begitu aku datang harus da selesai.ok!!
Hah??lisa masih mengigat2, dion malah pulang gitu aja.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore,lisa menahan rasa kantuknya sedari tadi dia takut tertidur dan membuat dion menunggu.lisa sibuk mencocokan pakaian yang hendak dipakainya nanti untuk diner.kamar lisa sudah berantakan dipenuhi dengan pakaian lisa yang hampir satu lemari ia keluarkan.
Masih belum ada yang cocok sayang kata mama lisa
Hah?? Binggung nieh ma…
Sayang dion menerima mu apa adanya jadi jangan terlalu menyusahkan dirimu sendiri Cuma karena pakaian.
Emmm mama…
Lisa didandani sama mamanya.
Jam sudah menunjukan pukul 7 malam dion datang dengan pakaian rapi.mereka berdua terlihat serasi.dion pamit minta izin keorang tua lisa.mereka makan disalah satu restoran bandung.mereka terlihat malu-malu tapi mau hehehehehehe
Sesekali dion mencuri lirikan ke lisa dan tersenyum.itu buat lisa salah tingkah sampai menjatuhkan garfu hahaha..padahal bukan hari ini saja mereka pergi makan.
Lis..malam ini kau beda..
Emm..lisa hanya menyambut ucapan dion dengan senyuman.
Lis..
Ia..
Dion beranjak dari tempat duduk nya mau gak dansa ma aku??
Hah?emm..lagi-lagi lisa senyum dion memegang tangan lisa dan mereka berdansa romantic hehehhe
Mereka berdua begitu menikmati malam itu.ketika pulang dion berhenti di salah satu jembatan dijalan tol.
Lis..ia masih ingat tempat ini??
Ia..tempat pertama kali kita sama2 kan?
Emm..dion melihat keaarah lisa dan mengusap kepala lisa dengan tangannya.
Lis..dingin??
Emm lisa tersenyum..
Dion mengambilkan switer di mobilnya.
Lis…kalau aku gak ada apa kau masih akan seperti ini??
Emm maksud kamu??
Ahh.. sudahlah lupakan aja.
Untuk sesaat suasa jadi hening .
Dion memberi sesuatu ketangan lisa.lisa membukanya.
Apa ini dion??
Ahh dion mengambilnya dan menjelaskannya.
Km liat lisa..gelang kaki ini hanya berhiaskan huruf “D dan L “
Maksudnya??bukan sebagai tanda perpisahankan???
Kamu..!!! ya gak lah..
Terus buat apa??
Gelang kaki ini aku kasih supaya kamu gak akan lari dengan laki-laki lain
Hahahhhahahha lisa tertawa…
Lisa!!!dion terlihat sedikit kesal.
Lis..
Emmm..
Kamu mau janji sama aku??
Janji apa??
Kalau kau gak akan pernah ninggalin aku.aku…..terlalu takut kau tinggalkan lis.
Emm..lisa memandang dion.
Aku….gak mau merasa kesepian lagi.aku sayang banget sama kamu.
Memangnya pa yang udah dibuat ma mantan kamu sebelumnya?? Mana mungkin seorang dion kesepian.
Aku belum pernah pacaran lis..
Hah?? Segitu banyak cewek ngejar2 kamu ,kamu belum pernah pacaran??
Kan masih ramai dengan canda tawa orang tua mu.
Mereka?? Aku gak pernah tau arti keluarga lis..orang tuaku begitu sibuk dengan urusan bisnisnya dalam satu tahun aku bisa menghitung berapa kali aku dengan mereka sarapan pagi bersama.sejak kecil aku hanya ditemani dengan bik ina,dia malah yang seperti ibuku sendiri.lisa melihat dion air mata dion terlihat menetes membahasahi kelopak matanya.
Dion aku memahami perasaan mu.
Lis..maukan berjanji sama aku??
Ia dion aku janji gak akan ninggalin kamu kalau hanya karena pertengkaran2 biasa kita.
Dion memeluk lisa.pelukan yang hangat tetapi terasa dingin karena hati dion seperti membeku.
Satu minggu kemudian…
Dion dan lisa asik dengan canda tawanya diparkiran sekolah pagi itu,sesekali mereka mengejar satu sama lain,sampai tak sadarkan lisa menabrak seorang cowok.
Emm..maaf!!!
Cowok itu hanya diam dan berlalu begitu saja tanpa mengatakan sepata katapun.
Kamu gak pa pa kan lis??
Hah?? Gak.yuk kekelas.
Pelajaran pertama pagi itu pkns,lisa asik dengan meringkas buku paket.kepala sekolah masuk,
Pagi..
Pagi pak..
Hari ini ada teman baru kalian harap dibantu ya!! Dia pindahan dari Jakarta.
Kenalin saya zio saya pindahan dari sma Jakarta.harap bantuanya,
Dias..menyenggol tangan lisa
Aduhh..apaan she dias??
Liat uth cowok gantengny amelebihi aku.
Hah?? Emang loh ganteng??
Ah km lis..gak bisa bikin aku seneng.mereka berdua cekikikan
Lisa masih gak memperdulikan orang yang dibilang dias.
Zio duduk di bangku sebelah kiri lisa.
Tiba2 lagi cekikikan dipanggil ma pak guru hehehe itu buat lisa terkejut seengah mati hehehe sampai pulpennya terbang entah kemana.
Dion tersenyum melihat tinggkah lisa yang gugup.
Kamu sih dias ahh…kemana dech tuh pulpen ku.
Zio member pulpen ke lisa
Neh.. (hanya kata pendek itu.)
Lisa melihat zio..
Emm makasih.. lisa masih mengigat-ingat seperti pernah ketemu.tapi dimana ya??
Pak guru memanggil lisa lagi.
Lisa..coba kamu jelaskan apa kamu ringkas kedepan.
Hah?? Mati dech aku!!
Semangat lis…
Ahh..resek loe dias.
Lisa bukan anak yang bodoh jadi itu gak masalah bagi dia.
Waktu istrahat seperti biasa lisa dan dion gunakan untuk main basket. Tapi begitu samapi dilapangan basket sudah ada yang main,ya zio…anak itu lagi.
Dion menyapa zio,tapi zio gak menjawab.
Akhirnya dion dan lisa main basket dengan satu ring.
Zio melempar bola entah disengaja atau tidak bola itu mengenai wajah lisa hingga lisa mimisan,otomatis donk dion marah ceweknya dilukai,dion menghampiri zio yang tanpa merasa bersalah masih memainkan bola basketnya.
Hey..kamu gak bisa ya bilang maaf??
Kamu gak liat kamu da buat lisa mimisan!!
Hah??
Apa??Cuma kata hah?? Dion semakin panas..mendengar kata2 itu.
Hei km jangan belagu lah ya!!
Dion semaki panas karena dia seperti tak dianggap ada sama cowok menyebalkan itu.
Sampai dion gak bisa menahan amarahnya dion mukul zio.
2 kali zio kena pukulan diwajahnya dengan pukulan yang cukup keras.
Dion… udah aku gak apa2.Cuma mimisan aja.
Liat orangnhya sendiri aja gak sesewot elo.ehh loe nya sewot amat.
Ya ia lah gue sewot gue pacarnya!!
Oooo…
Lisa menarik dion takut akan lebih parah lagi pertengkaran itu.
Begitu masuk kelas,dion masih terlihat kesal.
Begitu jam sekolah selesai,dion mengakaj lisa pulang tapi bukan pulang kerumha lisa melainkan kerumah dion.
Dion..km kenapa gak mengantar aku pulang dulu??
Aku mau mengenalkan mu denagan orang tuaku,mereka pulang kata bi ina.yuk masuk!
Begitu masuk diruangan keluarga terliahat ada laki2 sudah terlihat agak tua tapi masih terlihat gagah dan seorang perempuan cantik yang masih terlihat mudah meskipun seebenrnya sudah tak muda lagi ya apa neh orang tua dion??pertanya aan itu muncul dibenakku.
Ma..,pa…kenalin ini lisa.
Lisa om
Lisa tante
Ohh ini gadis yang diceritakan bik ina yang buat anak bandel ini jadi penurut??
Lisaa tersenyum..
Hari itu banyak hal yang mereka bicarakan.dion terlihat begitu senan g baru kali ini dia begitu lama berhadapan dengan orang tuanya.dion melihat ke lisa dan berkata dalam hatinya makasih lisa..
Keesokan harinya di sekolah pagi2 diparkiran terlihat zio menyendiri di sudut taman sekolah,zio tertunduk menatap sebuah benda yang ada ditangannya.lisa lewat gak sengajak melihat zio lisa hanya diam waktu melihat zio meneteskan air mata,lisa ingin menghampiri tapi dion memanggilnya jadi lisa gak jadi manemui zio.padahal ada seribu pertanyaan untuk anak angkuh dan sombong itu.ahhgg…
Seminggu kemudian lisa melihat zio duduk dibawah pohon disudut taman belakang sekolah dalam keadaan yang sama seperti minggu lalu.kali ini lisa menghampiri zio,
Emmm…Kok sendiri??
Apa urusannya sama loe??
Ya gak ada Cuma gak cocok orang kayak kamu menyendiri apalagi menangis.
Km…pergi sekarang dari hadapan ku!! Suara zio lumayan keras saat itu.
Ok..!! aku pergi
Lisa berlalu meninggalkan zio.
Begitu dirumah entah kenapa tiba2 lisa memikirkan zio,lisa jadi penasaran orang sedinggin zio menangis??kenapa ya?? Tapi sesegera mungkiin pikiran tentang zio menghilang karena bunyi hpnya,dilihat dion yang menelphone
Lis…
Emm…
Keluar donk bentar aja.
Lisa keluar menemui dion.
Ada apa dion??
Aku Cuma kangen sama kamu.
Hah??lisa tertawa..
Iihhhh lucu ya??
Kamu neh ya macam anak kecil aja
Biarin.eh..aku bawak sate kesukaan kamu tuh makan yuk! Malam itu lisa dan dion makan sate di mobil bercanda sesekali dion mengoda lisa sampai buat lisa malu-malu kucing.
Dion..
Ya..
Kalau aku pergi ninggalin kamu tapi aku bahagia apa kau mau melepas ku??
Hah?? Aku gak akan melepasmu aku akan berusaha dulu sampai akhir kalau memang sudah gak bisa lagi mungkin aku akan sangat menyesal melepasmu tapi jika itu harus dan buat mu bahagia aku akan lakukan.kenapa she tiba2 nanya soal itu??
Emm..gak tau terbesit aja di benakku.
Lis..
Ya..??
Mereka saling memandang dan terjadilah hahahaha ciuman yang romantic dalam mobil hehehehehe
Setelah ciuman wajah dion terlihat begitu merah begitu juga dengan lisa.heheheheh
Lis..makasih ya
Buat??
Maksih buat cinta dan kasih sayang mu selama ini.
Emmm aku juga maksih sama kamu dion da menyembuhkan luka dihatiku dna membuang rasa trauma ku.
Dioon tersenyum dan mengusap kepala lisa.
Begitu dion pulang,lisa duduk dimeja belajar entah kenapa hatinya begitu cemas entah apa yang dia cemaskan dia hanya memikirkan dion tapi dia segera membuang kecemasan itu krena dipikirnya mungkin ini hanya pengaruh karena habis dicium dion tapi tetap saja kecemasan itu tidak hilang.entahlah gak tau kenapa.
Sementara dion diperjalanan nya begitu senang menyetir sambil bernyanyi dan tersenyum2 sendiri.sampai dion memasuki kawasan toll dion bawak mobil begitu pelan tapi tiba2 aja bus antar propinsi dari belakang menabrak dion hingga mobil dion terguling guling.
Dion saat itu masih hidup dion dilarikan kerumah sakit,
Telp lisa bordering..lisa langsung mengangkatnya,
Hallo..
Benar ini dengan lisa saya bicara??
Ia saya sendiri.
Apa betul anda kenal dengan dion??
Ya saya kenal ada apa ya mbak??
Lisa anggota keluarga dari dion??
Bukan saya pacarnya mbak.
Gene mbak dion mengalami kecelakaan satu jam lalu di jalan toll.apa mbak bisa kemari mbak?? Hallo??
Lisa menjatuhkan hp nya seakan dia gak punya tenaga akhirnya terjawab kecemmasaan lisa.lisa menangis dan langsung saja membangunkan papa dan mamanya unutk diantarkan kerumah sakit.
Begitu dirumah sakit yang lisa lakukan hanya menangis melihat kekasih yang disayanginya terbaring tak berdaya penuh luka,lisa menyalahkan dirinya akan kejadian ini,lisa duduk disamping dion lisa mengajak dion bicara,malam itu dingin sekali lisa hanya bisa menangis sambil memegang tangan dion.
Keesokan harinya disekolah lisa terlihat murung wajahnya Nampak begitu cemas..sesekali lisa menangis sembunyi2, jam istrahat lisa kelapangan basket lisa main basket dengan tak semangat,5 menit kemudian zio datang menghampiri,
Emmm mana mau bolanya masuk kalau cara bermainmu begitu buruk.
Lisa tak menajwab apapun.
Zio merebut bola basket dari lisa.
Hey bodoh gine cara main.
Tapi lisa tak menjawab lagi.
Lisa malah duduk dan menangis
Emmm.. jangan begini,gak cocok sama kamu.ooo ya mana pacar mu??
Lisa melihat zio dengan rasa marah, lalu menundukan kepalanya dan menangis lagi.
Zio ngasih sapu tangan nya kelisa.
Lisa mengambilnya
Hey..kamu harus kuat kalau kamu lemah dia bagaimana mau bangun,udah..dia bakalan sembuh kok.zio menepuk pundaknya lisa lalu pergi.
Pulang sekolah lisa kerumah sakit.tapi begitu didepan lorong kamar dion dia hanya melihat orang tua dion menangis banyak dugaan dugaan dibenaknya tapi berusah dia tepiskan.lisa berusaha berjalan dan menemui orangtua dion,orang tuanya malah memeluknya dan menangis lisa masuk kekamar dia tak bisa bicara apa2 orang yang dia cintai dan baru menghabiskan waktu beberapa waktu lalu bersama kini sudah terbaring tak bergerak dan tak bernafas.lisa mendekat seperti dia tak percaya kalau ini adalh kenyataan,lisa menggengam tangan dion dikecupnya dan air matanya tak bisa berhenti mengalir membasahi pipi lisa yang putih.lisa merasa kacau dan tidak terima akan kenyataan yang ada,lisa mundur dan pergi dari ruangan melangkahkan kaki seperti tanpa tujuan dan kehilangan rohnya.entah sampai dimana dia berjalan seperti tidak merasa lelah,lisa benar2 kehilangan kesadarannya,dia menyebrang dijalan raya sementara lampu masih hijau dia berjalan tanpa meihat kanan dan kiri dia hanya memandang kedepan dan entah apa yang dia pikirkan.disebrang jalan zio berteriak karena melihat ada mobil yang melaju kearah lisa tapi lisa tak mendengar jeritan zio.zio berlari dan untungnya zio tidak terlambat.
Apa yang kaulakukan lisa??apa kau mau bunuh diri??hah??
Lisa tak menjawab malah lisa menangis dan menjauhi zio.
Hei..tunggu kenapa kau begitu saja pergi ??
Lisa tak mengucpkan apapun.zio sedikit kesal dengan sikap lisa.tapi zio mengikuti langkah lisa pergi,diam2 zio menghawatirkan lisa.
Sudah 40 hari dion meningal dan selama waktu itu lisa menjadi anak yang murung hanya berdiam diri di kamar setelah pulang sekolah.teman2 sekolah setiap hari berusaha menghibur lisa dia bisa tersenyum tapi sesaat kemudian kembali murung lagi lisa benar2 ter pukul dengan kepergian dion.diam diam zio memperhatikan lisa.hari itu hari peringatan 40 hari dion,disekolah keluarga dion bersama anak2 sekolah mengadakan acara 40 hari,orang tua dion memberikan sepatah kata2 dengan air mata yang mengalir begitu saja.dari pihak sekolah dari teman2.dan entah kenapa yang membawakan acara meminta lisa untuk mengatakan sepatah kata2.dengan ragu2 lisa maju kedepan tangan nya gemetar dia melangkah melewati zio,zio sempat menyapa
“Zio : tidak apa apa kan??
“lisa : emm”
Lisa mengangkat mic yang ada ditangannya yang gemetar seperti tak bertenaga.
“ assalammualaikum warahmatullaqhi wabarokatu.
Aku tidak tau harus bicara apa didepan sini,aku hanya ingin bilang maaf selama i
Ini sudah membuat kalian semua khatirkan aku.terimakasih memeprhatikanku
Menghiburku.aku tau apa yang aku lakukan pasti buat dion sedih tapi aku gak
Tau harus melakukan apa dan bagaimana,aku hanya butuh waktu untuk
Menerima bahwa dia memang benar sudah tidak ada lagi, sulit bagiku untuk
Menerima keaaadaan ini,selama beberapa tahun mengenalnya malah kami hanya diam,tapi malah diakhir thn sekolah malah kami hidup bersama saling menyemangati saling berbagi kami hidup bersama baru 1 bulan dan dihari jadi satu bulan itu aku malah kehilangan dia selamanya, aku belum bisa menerima keaadaan ini….”
Tiba2 ada suara laki2 semua memandang kearah asal suara.
“ tidak lisa dion tidak akan pernah pergi darimu selamanya dia sangat menyayangimu dia ingin kau hidup seperti dulu dengan kecerian mu,dia masih ada tapi di hati kamu,di hati kami juga.kau tidak sendiri lisa kau masih ada kami sebagai teman2 mu.aku yakin yang ingin dilihat dion adalah senyuman mu bukan air matamu.
Ternya suara itu milik zio.ternyata dengan keadaan lisa zio juga bisa jadi berubah.tidak sekeras dulu.
3 bulan kemudian dihari pertama ujian uan.
Pagi pagi lisa sudah berangkat dari rumah di terlihat begitu semangat.lisa ke pemakaman dion,dia menceritakan kalau hari ini adalah hari ujian uan.
Lisa sudah kembali seperti dulu meski tidak sepenuh nya,ujian demi ujian dia lewatin,
Sampai akhirnya dia dia dinyatakan lulus.lisa masuk universitas pajajaran.
Dingin…
Rasanya untuk keluar dari lindungan selimutku malas sekali kosanan ku da sepi kulihat jam sudah jam 7.
What?? Apa yang kubilang tadi jam 7 pagi ughhh……
Mati aku kali ini,hari pertama moswa aku telat,tau lah disuruh ngapain emmm nyanyi !!
Disebelah ku ada seseorang lagi,
Kamu??
Lisa?
Ya zio juga masuk universitas pajajaran dan berada di jurusan yang sama dengan ku.
Tau donk selanjutnya gimana??
Tapi entah kenapa akhir tahun ini dia terusik dengan pertanyaan teman2nya di facebook,disekolah yang menanyakan kapan punya pacarnya????
Lisa masih terlalu takut untuk membuka hatinya menerima seseorang atau pun sahabat.dia lebih suka menyendiri,gak banyak bicara cuek.terauma nya karena 2 kali gagal dalam menjalin hubungan membuat dia tidak lagi mempercayai apa itu cinta dan kesetiaan.setiap kali lisa didekati lelaki dia selalu punya cara untuk membuat cowok 2 itu infill dengannya.padahal lisa bukalah gadis cupu ataupun jelek lisa cewek yang begitu menarik,modis, keren, smart banyak cewek disekolahnya irih padanya,begitu lengkap yang tuhan kasih ke lisa.cantik hati,catik paras,pintar,kaya,dan keluarga yang harmonis.lisa sendiri anak satu satunya dari pasnagan lia dengan dirga.lisa dibesarkan dengan penuh perhatian dan kasih sayang yang melimpah tapi ya gitu disisi kehidupan cinta nya tak pernah berakhir dengan indah.itu yang membuat dia 2 tahun sendiri.
Lisa menutup buku nya melangkahkan kakinya keperpustakaan.dia online diperpustakaan dia membuka situs salah satu bioskop di bandung.ya dia mau menghabiskan malam ini seperti biasa nonton sampai pagi tapi kali ini dia mau nonton dibioskop bukan dirumah kebetulan kedua orang tuanya lagi diluar kota.sepulang sekolah lisa main basket sama salah satu anak satu kelasnya.namanya dion.dion sendiri anak dari pemilik sekolah, dion teman lisa main basket setiap hari, mereka berdua gak pernah bicara kalau tidak penting, tapi hari itu, selesai main basket dion memberi bola basket dia melemparnya
“ambil itu buat mu jangan main basket melulu cari pacar geh…”
“apaan ceih dion?? Aku gak ngerti. “
”ia liat temen2 dikelas da pada punya pacar “
“emmmm sotoy!! Memangnya kenapa? kamu sendiri juga gak punya pacar kan?? “Hahhahaaha
“dion… kenapa ketawa???”
Lisa…kau ini..
apa aku apa??” Ih da ah… lisa melangkahkan kaki tapi tiba2 aja dion di belakang lisa.
lis.. kan kita sama2 jomblo malam ini mau gak nonton sama aku??.
emmm nonton sama kamu?? Gak ah..entar aku dibunuh ma anak2 cewek satu sekolah.dengan polosnya lisa menjawab ajakan dion.
loh emang kenapa??
Ya secara banyak banget kan yang suka ma kamu??idola satu sekolah.
Ah.. biasa aja!! Aku kali yang bakal dibunuh
emmm…ma siapa??
Ya itu anak2 cowok sekolah.emmm mereka tertawa bersama.
lisa mau gak??
Apa??
Nonton nya donk!!
Ahhh banyak mikir da ah ayuk!! Lisa saat itu ditarik aja ma dion.
dion lepasin!! ia jadi, tapi lepasin tangan aku.
gak ah…entar kamu lari…
ihh gak dion..
bener??? ia janji!!
Dion melepaskan tangan lisa.
emmm kamu aku antar pulang ya!!
Gak ah kita ketemu aja di bip ya jam 8 malam ok!!
Ia dech awas ya lis kalau kamu ingkar!!!
Emang kenapa?? Aku bakal keluarin kamu dari sekolah ini.
hah?? enak banget kamu memanfaatkan kekuasaan.lisa melihat dion tersenyum sebelum dia melangkah kan kaki mendahului lisa.
Sampai ketemu!!!!
dirumah entah kenapa lisa gelisa… dan bertanya Tanya kenapa ya dion gajak aku noton??? Lisa jadi ingat, dulu pernaha da gossip kalau dion suka ma lisa hahaha… lisa keGeRan hehehee ‘:’) . jam sudha menunjukan pukul 7. lisa malam ini entah kenapa berpenampilan feminis gak seperti biasanya,tomboy hahaha macam mau kencan aja. lisa naik taxi ke bip. begitu turun lisa meliaat dion memakai kemeja putih.dion melambaikan tanganya.dan menghampiri lisa.
Emmm……
kenapa??? Jelek ya??
Gak,beda aja.
emmm bolehkan??
Ia boleh!!
Kamu cantik juga ya!!
Maksud loh??? Emangnya ngapain anak cowok ngejer aku kalau kau gak cantik?? Iiiiiiiiiiiiihhhhhhhhh kamu pd amat!
Harus donk! Perbincangan merekq terus berlanjut sampai film dimulai.mereka nonton film horror.selesai nonton mereka menyempatkan duduk di atas mobil dion dipinggir jembatan disuatu jalan.melihat jalanan,malam itu berlalu dengan indah.dion mengeluarkan gitar yg dia letakakn di jok belakang mobilnya,malam itu lisa dan dion menyanyi mereka terlihat begitu menikmati malam itu.tepat jam duabelas, dimana pergantian tahun dion menerima telp sesaat kemudian kembanga api bersorak menyambut tahun baru entah darimana.mungkin dion yang memang sengaja menyalakannya menyuruh orang.disela2 itu dion menggengam tangan lisa
.. lisa..
emm
mau gak jadi pacar aku??
Hah??
Ia aku serius mau gak???jujur aku menyukaimu sejak kit a kelas satu.
ooo jadi gossip itu bener??
Gossip apa??
Gak ah lewatin aja. dion…aku gak percaya sama yang namanya kesetian sama arti Dari cinta.
lisa… aku bakal tunggu sampai kau siap!!!
Emmm……
malam itu berlalu begitu indah lisa tak memungkiri malam itu dia begitu menikamti dan merasa nyaman bersama dion.
Dari hari itu entah kenapa setiap kali lisa melihat dion ingin menghindar ada perasaan malu ke dion ,begitu pula dion.dia gak berani menatap lisa meskipun sesekali dion curi2 pandangan tanpa sepengetahuan lisa. Satu minggu kemudian, disekolah saat pelajaran fisika guru membagi kelompok untuk mengerjakan presentase minggu depan.dan lebih kacau lagi saat nama pembagian nama, dion dan lisa dijadikan satu kelompok.lisa melihat kearah dion dilihat dion sekilas tersenyum dengan senyum yang siapa pun yang melihat hatinya akan merasa tenang.
Ahahh..lisa menghela nafas panjang ada kecemasan diraut wajahnya.sepulang sekolah dion menghampiri lisa dibangkunya.
Lis….
Emm…ia ada pa??
Nanti sore aku kerumah ya buat nyarik bahan tugas kita.
Emmm….lisa masih binggung harus menjawab apa
Dion udah memotong pembicaraan itu da ahh kelamaan mikir nya.sambil melangkahkan kaki keluar dari ruangan kelas.
Sesampainya dirumah,lisa merebahkan tubuhnya ahhh rasa laparnya tak ada sama sekali dia memikirkan akan terjadi apa nanti sore.ahhh pasti akan terasa canggung kenapa jadi gak enak gine ceh?? Ahhh…pertanyaan dan jawaban itu terus beradu di benaknya,
Sampai lisa tertidur.padahal lisa belum buka baju seeragam sekolahnya.
Begitu jam 7 lisa dibangunkan oleh mama nya.
Lisa..mama masuk ya sayang…
Lisa…bangun sayang dibawah ada temen kamu tuh..
Hah?? Siapa ma??
Cowok ganteng loh…
Cowok??? Dia sambil mikir
Hah?? Dion ma??
Ia.
Lisa memandang jam ughhhhhhhhh……………………….. lisa langsung lari kekamar mandi
Ma..suruh tunggu dia ya…
Mamanya lisa hanya tersenyum saat itu.
Setengah jam kemudian lisa turun dari lantai dua dimana kamarnya menemui dion.
Hey…maaf ya da lama nunggu.
Gak apa.
Baru mau beranjak dr ruangan tamu menuju kelantai dua
Papa lisa pulang dan menyuruh untuk makan malam dulu.ini untuk pertama kalinya diwaktu makan malam dengan keluarga ada orang lain ikut makan dimeja itu.
Papa mengajak dion bicara menanyai tentang keluarga dion.
Selesai makan dion duduk dengan papa diruang keluarga mereka asik ngobrol. Lisa merasa cemas pasti papa menggap dion itu pacar ku ,ahhh..lisa menghela nafas. Dia melangkahkan kakinya,
Dion…katanya mau ngerjain tugas ayuk keatas
Papa tersenyum ..
Mari om dion keatas dulu.permisi….
Ia.
Begitu diatas dion duduk dan lisa masuk kekamarnya mengambil buku2.
Emmm…wajah itu.
Emmm..apa??
Ia wajah itu kenapa secemas itu..
Ah.. biasa ja.
Emm.dion tersenyum
Malam itu mereka belajar,meskipun sering kali tak sependapat tentang konsep yang mereka buat sendiri.
Hari berikutnya dion mengajak lisa kepalasari untuk mencari buku.pulang dari palasari bukanaya langsung pulang dion melarikan lisa ketempat makan,dion selalu ada cara supaya tetap dengan lisa.
Berhari2 setelah itu hubungan mereka semakin dekat setiap hari.tak ada satu hari pun yang tidak mereka lalui bersama dengan canda tawa dan pertengkaran hahaha..
Main basket sama dan sering kali lisa diantarkan dion pulang.
,mungkin karena kebersamaan mereka,banyak anak2 mengosip tentang hubungan mereka.
Tapi baik lisa ataupun dion gak pernah mengopeni gossip-gosip itu.
Sampai pada saat ada perkemahan yang di adakan pihak sekolah.lisa dan dion ikut acara itu bahkan mereka jadi salah satu panitia pelaksana. ya sebagai perpisahan atau pelepasan jabatan osis.
Ya…hanya tinggal beberapa bulan lagi mereka lulus sekolah hehehe setengah tahun lagi dech…
Hari pertama diperkemahan saat buat tenda dion membantu lisa mendirikan tenda.
Waktu berjalan sesuai yang telah direncanakan.
Samapi malam itu lisa duduk di tempat duduk dekat dengan taman2,dan tak terlalu jauh dengan perkemahan.dion meghampiri lisa.
Emm…ditempat seperti ini sendirian lagi mikirin apa ceh?
Hey…gak ada Cuma pengen disini aja.tenang kan??
Ia.. untuk beberapa menit mereka sama2 diam.menit selanjutnya…
Lisa…
Emmm..
Aku ingin Tanya sama kamu
Emm jangan serius banget ahh gak cocok kamu seperti itu,menakutkan
Dion tersenyum..
Lisa…aku ingin menanyakan jawaban atas permintaan ku beberapa waktu lalu.
Hah??
Ia..
Itu…ya..apa?
Bukan lisa gak ingat tapi…lisa..belum yakin kalau lisa memang suka juga ma dion.
“Emm terus… “
Dion…
Ia..
Apa kalau kita jadian kau akan berubah???
Berubah??maksudnya??
Ia jadi gak seperti yang udah kita lewati selama ini.
Emm lisa..mungkin akan jdi lebih baik lagi…
Kau akan menjamin apa kalau kau gak akan menyakiti aku?
Hah…emmm…aku?? gak ada yang bisa aku jaminkan disini aku hanya bisa berusaha semampu ku.dan bertanggung jawab akan hatiku dan kata2 ku samapi akhir.
Ya..udah.
Maksud kamu??kita pacaran??
Emm..kita jalani aja apa ada nya seperti air menglir.
Makasih ya… udah mau menerima aku.
Malam itu beralu tak dipungkiri lisa kalau hatinya saat itu juga tengah berbubga bunga.
Bagaikan melayang2 diudara.malam itu lisa dan dion gak bisa tidur enthalah mungin masih membayangkan yang tadi hehehe
Tiba hp lisa bunyi ada sms dari dion
Lis..lagi pain?? Aku gak bisa tidur neh…km da tidur ya??
Lisa balas sms dion
Belum…
Sms2 itu berlanjut entah sampai jam berapa banyak hal yang mereka bincang2kan.meskipun hanya lewat sms.esok harinya disaat penjelajahan lisa dan dion satu tim,gak ada yang berubah dari sikap dion begitu juga lisa.
Saat menyebrangi sungai dion memegang tangan lisa,seakan menjaganya.lisa merasa nyaman dengan adanya dion.begitu juga dengan dion.
Acara demi acara dilewati hingga sampai malam puncak,lisa duduk disisi kiri dion.malam pelepasan ini menjadi lebih menarik karena disertai dengan api unggun.
Sesekali dion memperhatikan lisa.malam terang itu seakan mengambarkan hati lisa yang tengah terang juga,setelah beberapa bulan yang lalu lisa menutup pintu hatinya.entah kenapa kali ini dia mempercayai dion untuk memasuki bagian dari hatinya.dan luka yang ada dulu entah kemana perginya..lisa bertanya pada dirinya sendiri ini kah cinta yang sebenarnya dikirim tuhan untukku ataukah akan sama akhirnya hanya bisa berakhir begitu saja dan meninggalkan luka?? Tapi pertanyaan itu tak dijawab lisa.lisa terlalu takut membayangkannya.
Satu bulan sudah hubungan dion dengan lisa berjalan.ini hari dimana satu bulan itu berlangsung.lisa sengaja gak menghubungi dion dia ingin dion tau dion mengingatnya gak ya..ya..walaupun ini hanya hal sepele tapi buat lisa ,ini adalah hal yang penting.
Begitu dion jemput lisa untuk pergi kesekolah sama sepeti biasa dion sama sekali gak ada mengungkit tentang hari jadi mereka,itu buat lisa menekuk wajahnya.sampai disekolah lisa melangkah duluan,dion memanggil lisa hey…kenapa cemberut ceh?? Dion melakukan kesalahan ya??
Gak.aku duluan ya!!
Dion tersenyum.
Waktu istrahat lisa main basket gak seperti biasa dia gak ngajak dion.
Dilapangan basket lisa asik main basket sendiri berulang kali bola itu masuk hanya dengan satu kali lemparan. Dion melihat dari kejauhan dion tersenyum…. Lau pergi
Begitu jam istrahat habis lisa masuk kekelas.dan pelajaran dimulai..lisa dan dion gak duduk satu bangku.lisa duduk dengan dias dan dion duduk dengan mei.mereka duduk bersebelahan.dias nagasih selembar kertas.
Apa ini? Baca aja
Isi kertas itu
Ku tunggu untuk bertanding basket sepulang sekolah
Lisa memandang ke arah dion dan dion tersenyum.
Sepulang sekolah lisa berjalan kearah lapangan basket.
Tinggal 10 langkah lisa mendapati kertas berwarna pink bertuliskan kata sorry..
Langkah berikutnya dia menemukan mawar merah
Langkah berikutnya kertas warna pink bertuliskan love
Dengan seikat bumga mawar merah..lisa mencari cari orang di sekelilingnya.dilapangan basket dion berdiri dengan memegang bola basket.
Hey..jangan terkejut sepert itu ayo..katanaya mau bertanding!! Kamu??
Lisa memandang ke dion.tapi dion malah asik mainkan bola.akhirnya mereka bertanding hingga merasa lelah keduanya.duduk ditengah2 lapangan basket.
Dion ngasih minuman ke lisa.
Neh..minum dulu.
Lisa..aku bukan tipe cowok yang romantic jadi maaf kalau hanya seperti ini. Met hari jadi kita ya yang ke satu bulan hehehehe
Lisa memandang ke dion,dan tersenyum.hatinya lega ternyata dion ingat hari jadia mereka.
Lisa..emmm nanti malam diner yuk???
Emm…
Dion hanya tersenyum
Lisa diantar dion pulang.begitu lisa turun dari mobil dion.
Hey…cewek cantik jangan buat aku nunggu ya.nanti malam begitu aku datang harus da selesai.ok!!
Hah??lisa masih mengigat2, dion malah pulang gitu aja.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore,lisa menahan rasa kantuknya sedari tadi dia takut tertidur dan membuat dion menunggu.lisa sibuk mencocokan pakaian yang hendak dipakainya nanti untuk diner.kamar lisa sudah berantakan dipenuhi dengan pakaian lisa yang hampir satu lemari ia keluarkan.
Masih belum ada yang cocok sayang kata mama lisa
Hah?? Binggung nieh ma…
Sayang dion menerima mu apa adanya jadi jangan terlalu menyusahkan dirimu sendiri Cuma karena pakaian.
Emmm mama…
Lisa didandani sama mamanya.
Jam sudah menunjukan pukul 7 malam dion datang dengan pakaian rapi.mereka berdua terlihat serasi.dion pamit minta izin keorang tua lisa.mereka makan disalah satu restoran bandung.mereka terlihat malu-malu tapi mau hehehehehehe
Sesekali dion mencuri lirikan ke lisa dan tersenyum.itu buat lisa salah tingkah sampai menjatuhkan garfu hahaha..padahal bukan hari ini saja mereka pergi makan.
Lis..malam ini kau beda..
Emm..lisa hanya menyambut ucapan dion dengan senyuman.
Lis..
Ia..
Dion beranjak dari tempat duduk nya mau gak dansa ma aku??
Hah?emm..lagi-lagi lisa senyum dion memegang tangan lisa dan mereka berdansa romantic hehehhe
Mereka berdua begitu menikmati malam itu.ketika pulang dion berhenti di salah satu jembatan dijalan tol.
Lis..ia masih ingat tempat ini??
Ia..tempat pertama kali kita sama2 kan?
Emm..dion melihat keaarah lisa dan mengusap kepala lisa dengan tangannya.
Lis..dingin??
Emm lisa tersenyum..
Dion mengambilkan switer di mobilnya.
Lis…kalau aku gak ada apa kau masih akan seperti ini??
Emm maksud kamu??
Ahh.. sudahlah lupakan aja.
Untuk sesaat suasa jadi hening .
Dion memberi sesuatu ketangan lisa.lisa membukanya.
Apa ini dion??
Ahh dion mengambilnya dan menjelaskannya.
Km liat lisa..gelang kaki ini hanya berhiaskan huruf “D dan L “
Maksudnya??bukan sebagai tanda perpisahankan???
Kamu..!!! ya gak lah..
Terus buat apa??
Gelang kaki ini aku kasih supaya kamu gak akan lari dengan laki-laki lain
Hahahhhahahha lisa tertawa…
Lisa!!!dion terlihat sedikit kesal.
Lis..
Emmm..
Kamu mau janji sama aku??
Janji apa??
Kalau kau gak akan pernah ninggalin aku.aku…..terlalu takut kau tinggalkan lis.
Emm..lisa memandang dion.
Aku….gak mau merasa kesepian lagi.aku sayang banget sama kamu.
Memangnya pa yang udah dibuat ma mantan kamu sebelumnya?? Mana mungkin seorang dion kesepian.
Aku belum pernah pacaran lis..
Hah?? Segitu banyak cewek ngejar2 kamu ,kamu belum pernah pacaran??
Kan masih ramai dengan canda tawa orang tua mu.
Mereka?? Aku gak pernah tau arti keluarga lis..orang tuaku begitu sibuk dengan urusan bisnisnya dalam satu tahun aku bisa menghitung berapa kali aku dengan mereka sarapan pagi bersama.sejak kecil aku hanya ditemani dengan bik ina,dia malah yang seperti ibuku sendiri.lisa melihat dion air mata dion terlihat menetes membahasahi kelopak matanya.
Dion aku memahami perasaan mu.
Lis..maukan berjanji sama aku??
Ia dion aku janji gak akan ninggalin kamu kalau hanya karena pertengkaran2 biasa kita.
Dion memeluk lisa.pelukan yang hangat tetapi terasa dingin karena hati dion seperti membeku.
Satu minggu kemudian…
Dion dan lisa asik dengan canda tawanya diparkiran sekolah pagi itu,sesekali mereka mengejar satu sama lain,sampai tak sadarkan lisa menabrak seorang cowok.
Emm..maaf!!!
Cowok itu hanya diam dan berlalu begitu saja tanpa mengatakan sepata katapun.
Kamu gak pa pa kan lis??
Hah?? Gak.yuk kekelas.
Pelajaran pertama pagi itu pkns,lisa asik dengan meringkas buku paket.kepala sekolah masuk,
Pagi..
Pagi pak..
Hari ini ada teman baru kalian harap dibantu ya!! Dia pindahan dari Jakarta.
Kenalin saya zio saya pindahan dari sma Jakarta.harap bantuanya,
Dias..menyenggol tangan lisa
Aduhh..apaan she dias??
Liat uth cowok gantengny amelebihi aku.
Hah?? Emang loh ganteng??
Ah km lis..gak bisa bikin aku seneng.mereka berdua cekikikan
Lisa masih gak memperdulikan orang yang dibilang dias.
Zio duduk di bangku sebelah kiri lisa.
Tiba2 lagi cekikikan dipanggil ma pak guru hehehe itu buat lisa terkejut seengah mati hehehe sampai pulpennya terbang entah kemana.
Dion tersenyum melihat tinggkah lisa yang gugup.
Kamu sih dias ahh…kemana dech tuh pulpen ku.
Zio member pulpen ke lisa
Neh.. (hanya kata pendek itu.)
Lisa melihat zio..
Emm makasih.. lisa masih mengigat-ingat seperti pernah ketemu.tapi dimana ya??
Pak guru memanggil lisa lagi.
Lisa..coba kamu jelaskan apa kamu ringkas kedepan.
Hah?? Mati dech aku!!
Semangat lis…
Ahh..resek loe dias.
Lisa bukan anak yang bodoh jadi itu gak masalah bagi dia.
Waktu istrahat seperti biasa lisa dan dion gunakan untuk main basket. Tapi begitu samapi dilapangan basket sudah ada yang main,ya zio…anak itu lagi.
Dion menyapa zio,tapi zio gak menjawab.
Akhirnya dion dan lisa main basket dengan satu ring.
Zio melempar bola entah disengaja atau tidak bola itu mengenai wajah lisa hingga lisa mimisan,otomatis donk dion marah ceweknya dilukai,dion menghampiri zio yang tanpa merasa bersalah masih memainkan bola basketnya.
Hey..kamu gak bisa ya bilang maaf??
Kamu gak liat kamu da buat lisa mimisan!!
Hah??
Apa??Cuma kata hah?? Dion semakin panas..mendengar kata2 itu.
Hei km jangan belagu lah ya!!
Dion semaki panas karena dia seperti tak dianggap ada sama cowok menyebalkan itu.
Sampai dion gak bisa menahan amarahnya dion mukul zio.
2 kali zio kena pukulan diwajahnya dengan pukulan yang cukup keras.
Dion… udah aku gak apa2.Cuma mimisan aja.
Liat orangnhya sendiri aja gak sesewot elo.ehh loe nya sewot amat.
Ya ia lah gue sewot gue pacarnya!!
Oooo…
Lisa menarik dion takut akan lebih parah lagi pertengkaran itu.
Begitu masuk kelas,dion masih terlihat kesal.
Begitu jam sekolah selesai,dion mengakaj lisa pulang tapi bukan pulang kerumha lisa melainkan kerumah dion.
Dion..km kenapa gak mengantar aku pulang dulu??
Aku mau mengenalkan mu denagan orang tuaku,mereka pulang kata bi ina.yuk masuk!
Begitu masuk diruangan keluarga terliahat ada laki2 sudah terlihat agak tua tapi masih terlihat gagah dan seorang perempuan cantik yang masih terlihat mudah meskipun seebenrnya sudah tak muda lagi ya apa neh orang tua dion??pertanya aan itu muncul dibenakku.
Ma..,pa…kenalin ini lisa.
Lisa om
Lisa tante
Ohh ini gadis yang diceritakan bik ina yang buat anak bandel ini jadi penurut??
Lisaa tersenyum..
Hari itu banyak hal yang mereka bicarakan.dion terlihat begitu senan g baru kali ini dia begitu lama berhadapan dengan orang tuanya.dion melihat ke lisa dan berkata dalam hatinya makasih lisa..
Keesokan harinya di sekolah pagi2 diparkiran terlihat zio menyendiri di sudut taman sekolah,zio tertunduk menatap sebuah benda yang ada ditangannya.lisa lewat gak sengajak melihat zio lisa hanya diam waktu melihat zio meneteskan air mata,lisa ingin menghampiri tapi dion memanggilnya jadi lisa gak jadi manemui zio.padahal ada seribu pertanyaan untuk anak angkuh dan sombong itu.ahhgg…
Seminggu kemudian lisa melihat zio duduk dibawah pohon disudut taman belakang sekolah dalam keadaan yang sama seperti minggu lalu.kali ini lisa menghampiri zio,
Emmm…Kok sendiri??
Apa urusannya sama loe??
Ya gak ada Cuma gak cocok orang kayak kamu menyendiri apalagi menangis.
Km…pergi sekarang dari hadapan ku!! Suara zio lumayan keras saat itu.
Ok..!! aku pergi
Lisa berlalu meninggalkan zio.
Begitu dirumah entah kenapa tiba2 lisa memikirkan zio,lisa jadi penasaran orang sedinggin zio menangis??kenapa ya?? Tapi sesegera mungkiin pikiran tentang zio menghilang karena bunyi hpnya,dilihat dion yang menelphone
Lis…
Emm…
Keluar donk bentar aja.
Lisa keluar menemui dion.
Ada apa dion??
Aku Cuma kangen sama kamu.
Hah??lisa tertawa..
Iihhhh lucu ya??
Kamu neh ya macam anak kecil aja
Biarin.eh..aku bawak sate kesukaan kamu tuh makan yuk! Malam itu lisa dan dion makan sate di mobil bercanda sesekali dion mengoda lisa sampai buat lisa malu-malu kucing.
Dion..
Ya..
Kalau aku pergi ninggalin kamu tapi aku bahagia apa kau mau melepas ku??
Hah?? Aku gak akan melepasmu aku akan berusaha dulu sampai akhir kalau memang sudah gak bisa lagi mungkin aku akan sangat menyesal melepasmu tapi jika itu harus dan buat mu bahagia aku akan lakukan.kenapa she tiba2 nanya soal itu??
Emm..gak tau terbesit aja di benakku.
Lis..
Ya..??
Mereka saling memandang dan terjadilah hahahaha ciuman yang romantic dalam mobil hehehehehe
Setelah ciuman wajah dion terlihat begitu merah begitu juga dengan lisa.heheheheh
Lis..makasih ya
Buat??
Maksih buat cinta dan kasih sayang mu selama ini.
Emmm aku juga maksih sama kamu dion da menyembuhkan luka dihatiku dna membuang rasa trauma ku.
Dioon tersenyum dan mengusap kepala lisa.
Begitu dion pulang,lisa duduk dimeja belajar entah kenapa hatinya begitu cemas entah apa yang dia cemaskan dia hanya memikirkan dion tapi dia segera membuang kecemasan itu krena dipikirnya mungkin ini hanya pengaruh karena habis dicium dion tapi tetap saja kecemasan itu tidak hilang.entahlah gak tau kenapa.
Sementara dion diperjalanan nya begitu senang menyetir sambil bernyanyi dan tersenyum2 sendiri.sampai dion memasuki kawasan toll dion bawak mobil begitu pelan tapi tiba2 aja bus antar propinsi dari belakang menabrak dion hingga mobil dion terguling guling.
Dion saat itu masih hidup dion dilarikan kerumah sakit,
Telp lisa bordering..lisa langsung mengangkatnya,
Hallo..
Benar ini dengan lisa saya bicara??
Ia saya sendiri.
Apa betul anda kenal dengan dion??
Ya saya kenal ada apa ya mbak??
Lisa anggota keluarga dari dion??
Bukan saya pacarnya mbak.
Gene mbak dion mengalami kecelakaan satu jam lalu di jalan toll.apa mbak bisa kemari mbak?? Hallo??
Lisa menjatuhkan hp nya seakan dia gak punya tenaga akhirnya terjawab kecemmasaan lisa.lisa menangis dan langsung saja membangunkan papa dan mamanya unutk diantarkan kerumah sakit.
Begitu dirumah sakit yang lisa lakukan hanya menangis melihat kekasih yang disayanginya terbaring tak berdaya penuh luka,lisa menyalahkan dirinya akan kejadian ini,lisa duduk disamping dion lisa mengajak dion bicara,malam itu dingin sekali lisa hanya bisa menangis sambil memegang tangan dion.
Keesokan harinya disekolah lisa terlihat murung wajahnya Nampak begitu cemas..sesekali lisa menangis sembunyi2, jam istrahat lisa kelapangan basket lisa main basket dengan tak semangat,5 menit kemudian zio datang menghampiri,
Emmm mana mau bolanya masuk kalau cara bermainmu begitu buruk.
Lisa tak menajwab apapun.
Zio merebut bola basket dari lisa.
Hey bodoh gine cara main.
Tapi lisa tak menjawab lagi.
Lisa malah duduk dan menangis
Emmm.. jangan begini,gak cocok sama kamu.ooo ya mana pacar mu??
Lisa melihat zio dengan rasa marah, lalu menundukan kepalanya dan menangis lagi.
Zio ngasih sapu tangan nya kelisa.
Lisa mengambilnya
Hey..kamu harus kuat kalau kamu lemah dia bagaimana mau bangun,udah..dia bakalan sembuh kok.zio menepuk pundaknya lisa lalu pergi.
Pulang sekolah lisa kerumah sakit.tapi begitu didepan lorong kamar dion dia hanya melihat orang tua dion menangis banyak dugaan dugaan dibenaknya tapi berusah dia tepiskan.lisa berusaha berjalan dan menemui orangtua dion,orang tuanya malah memeluknya dan menangis lisa masuk kekamar dia tak bisa bicara apa2 orang yang dia cintai dan baru menghabiskan waktu beberapa waktu lalu bersama kini sudah terbaring tak bergerak dan tak bernafas.lisa mendekat seperti dia tak percaya kalau ini adalh kenyataan,lisa menggengam tangan dion dikecupnya dan air matanya tak bisa berhenti mengalir membasahi pipi lisa yang putih.lisa merasa kacau dan tidak terima akan kenyataan yang ada,lisa mundur dan pergi dari ruangan melangkahkan kaki seperti tanpa tujuan dan kehilangan rohnya.entah sampai dimana dia berjalan seperti tidak merasa lelah,lisa benar2 kehilangan kesadarannya,dia menyebrang dijalan raya sementara lampu masih hijau dia berjalan tanpa meihat kanan dan kiri dia hanya memandang kedepan dan entah apa yang dia pikirkan.disebrang jalan zio berteriak karena melihat ada mobil yang melaju kearah lisa tapi lisa tak mendengar jeritan zio.zio berlari dan untungnya zio tidak terlambat.
Apa yang kaulakukan lisa??apa kau mau bunuh diri??hah??
Lisa tak menjawab malah lisa menangis dan menjauhi zio.
Hei..tunggu kenapa kau begitu saja pergi ??
Lisa tak mengucpkan apapun.zio sedikit kesal dengan sikap lisa.tapi zio mengikuti langkah lisa pergi,diam2 zio menghawatirkan lisa.
Sudah 40 hari dion meningal dan selama waktu itu lisa menjadi anak yang murung hanya berdiam diri di kamar setelah pulang sekolah.teman2 sekolah setiap hari berusaha menghibur lisa dia bisa tersenyum tapi sesaat kemudian kembali murung lagi lisa benar2 ter pukul dengan kepergian dion.diam diam zio memperhatikan lisa.hari itu hari peringatan 40 hari dion,disekolah keluarga dion bersama anak2 sekolah mengadakan acara 40 hari,orang tua dion memberikan sepatah kata2 dengan air mata yang mengalir begitu saja.dari pihak sekolah dari teman2.dan entah kenapa yang membawakan acara meminta lisa untuk mengatakan sepatah kata2.dengan ragu2 lisa maju kedepan tangan nya gemetar dia melangkah melewati zio,zio sempat menyapa
“Zio : tidak apa apa kan??
“lisa : emm”
Lisa mengangkat mic yang ada ditangannya yang gemetar seperti tak bertenaga.
“ assalammualaikum warahmatullaqhi wabarokatu.
Aku tidak tau harus bicara apa didepan sini,aku hanya ingin bilang maaf selama i
Ini sudah membuat kalian semua khatirkan aku.terimakasih memeprhatikanku
Menghiburku.aku tau apa yang aku lakukan pasti buat dion sedih tapi aku gak
Tau harus melakukan apa dan bagaimana,aku hanya butuh waktu untuk
Menerima bahwa dia memang benar sudah tidak ada lagi, sulit bagiku untuk
Menerima keaaadaan ini,selama beberapa tahun mengenalnya malah kami hanya diam,tapi malah diakhir thn sekolah malah kami hidup bersama saling menyemangati saling berbagi kami hidup bersama baru 1 bulan dan dihari jadi satu bulan itu aku malah kehilangan dia selamanya, aku belum bisa menerima keaadaan ini….”
Tiba2 ada suara laki2 semua memandang kearah asal suara.
“ tidak lisa dion tidak akan pernah pergi darimu selamanya dia sangat menyayangimu dia ingin kau hidup seperti dulu dengan kecerian mu,dia masih ada tapi di hati kamu,di hati kami juga.kau tidak sendiri lisa kau masih ada kami sebagai teman2 mu.aku yakin yang ingin dilihat dion adalah senyuman mu bukan air matamu.
Ternya suara itu milik zio.ternyata dengan keadaan lisa zio juga bisa jadi berubah.tidak sekeras dulu.
3 bulan kemudian dihari pertama ujian uan.
Pagi pagi lisa sudah berangkat dari rumah di terlihat begitu semangat.lisa ke pemakaman dion,dia menceritakan kalau hari ini adalah hari ujian uan.
Lisa sudah kembali seperti dulu meski tidak sepenuh nya,ujian demi ujian dia lewatin,
Sampai akhirnya dia dia dinyatakan lulus.lisa masuk universitas pajajaran.
Dingin…
Rasanya untuk keluar dari lindungan selimutku malas sekali kosanan ku da sepi kulihat jam sudah jam 7.
What?? Apa yang kubilang tadi jam 7 pagi ughhh……
Mati aku kali ini,hari pertama moswa aku telat,tau lah disuruh ngapain emmm nyanyi !!
Disebelah ku ada seseorang lagi,
Kamu??
Lisa?
Ya zio juga masuk universitas pajajaran dan berada di jurusan yang sama dengan ku.
Tau donk selanjutnya gimana??
Langganan:
Komentar (Atom)